toyota kijang dalam histori bukti mesra nya hubungan diplomatik antara indonesia dan jepang - News | Good News From Indonesia 2026

Toyota Kijang dalam Histori: Bukti ‘Mesra’-nya Hubungan Diplomatik antara Indonesia dan Jepang

Toyota Kijang dalam Histori: Bukti ‘Mesra’-nya Hubungan Diplomatik antara Indonesia dan Jepang
images info

Toyota Kijang Generasi Awal | Wikimedia Commons | BxHxTxCx


Walaupun dahulu punya histori yang terbilang kelam, pada akhirnya Indonesia memutuskan untuk menjalin hubungan diplomatik bersama Jepang.

Berdasarkan informasi dari laman resmi Kedutaan Besar Jepang di Indonesia, Perjanjian Perdamaian Indonesia-Jepang secara sah ditandatangani pada tanggal 20 Januari 1958, mengawali era persahabatan yang apik antara kedua negara tersebut.

Tentu saja, hubungan ini menandakan kefaktualan kerja sama dalam berbagai bidang, seperti ekonomi, kebudayaan, transfer teknologi, dan lain-lain.

Pada kali ini, akan dibahas bagaimana sepak terjang kerja sama Indonesia dan Jepang dalam bidang otomotif. Pastinya kebanyakan Kawan GNFI menggunakan kendaraan yang bermerek “Jejepangan”, bukan?

Secara spesifik, kita akan menyelami tentang Toyota Kijang, suatu hal yang membersamai kehidupan masyarakat Indonesia pasca-Perang Dunia II.

Berakar dari Nasionalisme yang Digalakkan Soeharto

Jauh sebelum Toyota Kijang menjadi bagian dari konstelasi bangsa, menyadur gaikindo.or.id (2/1/2026), tercatat bahwa Benz Victoria Phaeton diimpor melalui pelabuhan Semarang untuk Raja Surakarta waktu itu, Susuhunan Pakubuwono X sekitar tahun 1894.

Adapun aktivitas manufaktur otomotif mulai muncul sejak didirikannya entitas General Motors di Tanjung Priok (Jakarta) pada 1927, di tengah perang yang berkecamuk serta adanya The Great Depression yang menghambat pertumbuhan.

Memasuki era kemerdekaan, berdirinya PT Indonesia Service Company pada 1950 sebagai perusahaan nasional pertama perakit mobil menjadi turning point yang penting sebagai bentuk kemandirian otomotif.

Akan tetapi, pasar kala itu masih didominasi impor berjenis completely built-up (CBU), kendaraan dalam kondisi utuh.

baca juga

Perubahan kebijakan tentang otomotif terjadi dalam masa pergantian rezim, dengan disahkannya Undang-Undang Penanaman Modal Asing pada 1967. Regulasi tersebut membuka investasi asing serta menggeser orientasi dari perdagangan menuju pembangunan industri.

Pemerintah mulai ‘menertibkan’ impor melalui larangan CBU pada 1974, lalu berlanjut dengan kenaikan bea masuk hingga 100% pada 1976.

Pemerintah juga mengimplementasikan skema general assembler, yaitu pabrik perakitan umum yang digunakan bersama oleh beberapa merek.

Skema ini berupaya membatasi kepemilikan pabrik eksklusif serta menjaga arah industrialisasi nasional.

Perakitan completely knocked down (CKD), yaitu kendaraan dalam bentuk terurai, diwajibkan untuk dilakukan di fasilitas tertentu dengan kepemilikan saham lokal minimal 51%.

Pendekatan demikian mampu meningkatkan geliat otomotif dalam negeri dan mendorong pertumbuhan industri komponen. Ragam aktivitas manufakturnya berkembang ke soal produksi bodi, mesin, hingga komponen utama.

Melirik Jepang sebagai Partner yang Potensial

Melansir ebsco.com, ketika periode 1970-an datang, produk otomotif Jepang diketahui mulai menembus pasar Amerika Serikat (AS)—memulai gerakan keperintisan yang ekspansif.

Terjadinya krisis minyak 1973 semakin mengukuhkan keunggulan mesin kendaraan dari Negeri Sakura ini yang terkenal hemat bahan bakar, bahkan sanggup mengalahkan geliat industri otomotif AS. The Plaza Accord disinyalir menjadi aksi diplomatik AS guna “membalas” fenomena ini.

Pada konteks perindustrian otomotif Indonesia, Toyota Kijang lahir dari program pemerintah Orde Baru yang dinakhodai Presiden Soeharto, yaitu program “Kendaraan Bermotor Niaga Serbaguna” (KBNS) pada awal 1970.

Tujuan program ini adalah menciptakan kendaraan niaga produksi dalam negeri dengan harga terjangkau, yang diharapkan mempermudah mobilisasi masyarakat dalam melakukan kegiatan ekonomi.

Kebijakan pemerintah tersebut disambut baik oleh sejumlah merek ternama, antara lain Datsun, Volkswagen, General Motors, serta Toyota. Nama ‘Kijang’ sendiri adalah hasil abreviasi dari frasa “Kerja sama Indonesia-Jepang”.

Dalam mewujudkan program Orde Baru ini, William Soerjadjaja selaku pemimpin Astra International kala itu bersedia membidani Toyota Kijang. Berkolaborasi bersama Toyota Motor Corporation, ia melihat adanya peluang ‘manis’ untuk menjadi entitas yang industrialis daripada hanya sekadar berdagang.

Oleh karena itu, Astra mulai bertahap memproduksi unit di dalam negeri, memulai kronologi perkembangan Toyota Kijang di tanah air.

baca juga

Alur Toyota Kijang dari Masa ke Masa

Sejak debut pertamanya pada 9 Juni 1977 di Hotel Hilton, Jakarta, Toyota Kijang telah memosisikan dirinya sebagai ikon otomotif nasional.

Pada awalnya yang diperkenalkan sebagai kendaraan pick up sederhana demi program KBNS, ia berkembang pesat seiring dengan tuntutan zaman. Berikut ini adalah pemaparan singkat mengenai Toyota Kijang secara kronologis.

  • Generasi Pertama (1977-1981)

Kendaraan yang diproduksi pada generasi ini mengusung mesin 3K 1.200 CC dan sasis ladder frame. Model ini mendapat julukan “Kijang Buaya”, karena kap mesinnya yang terangkat mirip seperti mulut buaya.

Bentuknya yang kotak dengan pintu geser nan khas membuat perawatan jadi lebih murah dan familier bagi pengguna komersial maupun keluarga.

  • Generasi Kedua (1981-1985)

Pada generasi berikutnya, Toyota menambahkan varian minibus dengan mesin 4K 1.300 CC lalu meningkat jadi 5K 1.500 CC. Desain bodinya masih dominan kotak tetapi mulai ‘dipertegas’ dengan didukung kaca geser penuh dan interior yang sedikit lebih rapi.

Banyak yang menjuluki model ini sebagai “Kijang Doyok” dan mulai dipakai untuk keperluan keluarga, tidak hanya sebagai pengangkut barang.

Kijang Super | Wikimedia Commons
info gambar

Kijang Super | Wikimedia Commons


  • Generasi Ketiga (1986-1996)

Barangkali Kawan akan melihatnya sebagai “mobilnya om-tante” kita. Model yang disebut “Kijang Super” ini telah memperoleh sentuhan teknologi yang modern pada masanya. Pasalnya, Toyota mengaplikasikan teknologi full pressed body sehingga mengurangi 2-5 kilogram dempul per mobil.

baca juga

Tak hanya itu, jenis ini juga hadir dalam dua versi, yaitu KF40 untuk sasis pendek dan KF50 untuk sasis panjang. Kapasitas mesin dimutakhirkan hingga 1.800 CC dan mulai diperlengkapi dengan AC, audio, serta power steering.

Kijang Kapsul | Wikimedia Commons
info gambar

Kijang Kapsul | Wikimedia Commons


  • Generasi Keempat (1997-2004)

Selanjutnya, Toyota kembali meningkatkan kemampuan mesin hingga 2.400 CC, dengan ditambah sistem Electronic Fuel Injection yang mengefisiensikan bahan bakar. Kesan visual yang lekuk-membulat menjadi suatu impresi tersendiri. Model ini dikenal dengan “Kijang Kapsul”.

  • Generasi Kelima (2004-2015)

Nama ‘Innova’ resmi menggantikan Kijang pada 2004, menandai lahirnya Multi Purpose Vehicle (MPV) modern dengan platform Innovative Multipurpose Vehicle.

Kawan bisa memilih mesin bensin 2.000 CC DOHC VVT-i atau diesel common-rail turbocharged, lengkap dengan pilihan transmisi manual serta otomatis. Desain eksterior lebih tinggi, interior lapang, serta diperlengkapi fitur Anti-Lock Braking System dan airbag.

  • Generasi Keenam (2015-2022)

Diusung sebagai “Reborn”, Innova Reborn tampil lebih elegan dengan grille besar beraksen krom tebal dan terdapat lampu proyektor LED. Platform dan sasis ladder frame masih dipertahankan, tetapi suspensi disetel lebih halus. Sistem hiburan layar sentuh, captain seat, dan fitur keselamatan seperti Vehicle Stability Control serta hill start assist merupakan standar tertinggi dalam model ini.

  • Generasi Ketujuh (2022-sekarang)

Model yang disebut “Innova Zenix” ini mengantar Toyota Kijang pada era elektrifikasi dengan varian hybrid 2.000 CC dan motor listrik di samping mesin bensin Continuously Variable Transmission.

Platform Toyota New Global Architecture (TNGA) memberikan bodi yang lebih ringan dan kokoh, sedangkan Toyota Safety Sense menghadirkan fitur keselamatan kekinian, seperti adaptive cruise control, lane departure alert, serta automatic emergency braking.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

PR
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.