Kuliner menjadi salah satu warisan Indonesia yang kerap dijadikan ikon daerah. Alasannya karena makanan dapat menjadi cermin identitas budaya, yang kemudian menciptakan batasan dan pembeda antara budaya daerah satu dengan yang lain. Salah satunya ayam taliwang.
Sebagai makanan khas Nusa Tenggara Barat, ayam taliwang mengombinasikan daging ayam dengan rempah khas yang dimasak dengan cara sederhana, tetapi bisa menghasilkan sensasi gurih dan pedas yang memanjakan lidah.
Artikel ini akan memandu Kawan mengetahui lebih dalam seputar kuliner khas Lombok bernama ayam taliwang, mulai dari pengertian, sejarah panjang, bumbu khas, deskripsi cita rasa, hingga perbedaannya dengan ayam betutu khas Bali. Jadi, simak sampai habis ya, Kawan!
Apa Itu Ayam Taliwang?

Apa Itu Ayam Taliwang Kuliner Khas Lombok yang Legendaris | Dinas Pariwisata NTB
Saat berkunjung ke Lombok pasti sudah tidak asing lagi dengan menu olahan ayam unggulan masyarakat setempat tersebut. Ayam taliwang adalah menu ayam yang dibakar maupun digoreng, kemudian ditambahkan bumbu khas taliwang.
Keunikan dari makanan ini ialah jenis ayam yang dihidangkan harus menggunakan ayam kampung berukuran sedang. Selain itu, proses pembuatan ayam taliwang ini dibuat dengan cara sederhana, yaitu dari ayam kampung muda yang diberi bumbu rempah-rempah seperti cabai merah kering, bawang putih, bawang merah, terasi, tomat, garam, kencur dan gula merah.
Terdapat beberapa tahapan saat membuat masakan ini. Bumbu rempah-rempah tersebut ditumis terlebih dahulu, kemudian dimasak bersama ayam utuh yang telah dibelah bagian tengahnya hingga meresap.
Dilanjutkan dengan proses pemanggangan dengan melumurkan sisa bumbu tadi. Cita rasanya yang manis, gurih, dan pedas menjadi daya tarik bagi para wisatawan kuliner. Ayam taliwang paling enak dinikmati bersama nasi putih hangat dan plecing kangkung.
Asal-usul dan Sejarah Ayam Taliwang, Kuliner Asli Sumbawa Barat

Kuliner ayam khas ini ternyata memiliki rekam sejarah yang tersedia dalam beberapa versi. Versi pertama menyebut bahwa meskipun menjadi makanan yang populer di Lombok, sebenarnya ayam taliwang ini merupakan makanan khas yang berasal dari Sumbawa Barat.
Nama "taliwang" berasal dari nama sebuah kerajaan yang terdapat di Pulau Sumbawa. Kehadiran masakan ini berawal dari sebuah perang yang terjadi sekitar tahun 1630 Masehi di antara dua kerajaan, yaitu Kerajaan Selaparang, sebuah kerajaan Islam yang berada di Lombok, dan Kerajaan Karangasem yang berada di Bali. Pada saat itu, pasukan dari Kerajaan Taliwang diutus datang ke Lombok untuk membantu Kerajaan Selaparang.
Orang-orang Taliwang ini ditempatkan di sebuah wilayah yang diberi nama Karang Taliwang sesuai dengan tempat mereka. Pasukan tersebut diberi tugas untuk menjadi penengah dan melakukan pendekatan dengan Raja Karangasem agar pertempuran yang menelan banyak korban ini tidak berlanjut. Di dalam pasukannya juga ikut disertakan pemuka agama, juru kuda dan juru masak mereka yang semuanya memiliki tugas serta perannya masing-masing.
Seiring berjalannya waktu para pasukan pun dapat berbaur dengan masyarakat suku Sasak. Dari segi bentuk pengetahuan, tata cara kehidupan sehari-hari serta jenis hingga pola makan dibuat dengan mengadopsi budaya masyarakat Sasak yang salah satunya adalah menyukai masakan pedas.
Dari sinilah suku Sasak bisa mencicipi enaknya olahan juru masak Kerajaan Taliwang yaitu olahan daging ayam pelalah dengan cita rasa pedas, sehingga ini menjadi cikal bakal ayam taliwang tersebut dan kemudian mereka saling berbagi ilmu mengenai cara pengolahannya.
Tak disangka raja Karangasem pun juga menyukai makanan tersebut. Secara perlahan, perdamaian di antara kedua kerajaan tersebut pun dapat dicapai melalui cara diplomasi masakan ayam taliwang ini yang dimasak oleh juru masak Kerajaan Taliwang. Sehingga makanan ini semakin populer di Lombok dan dinobatkan sebagai kuliner khas Lombok.
Selain versi di atas, literatur lain seperti laman Visit Indonesia berbagi bahwa ayam taliwang sejatinya berasal dari dapur-dapur rakyat jelata yang seiring berjalannya waktu mampu menembus batasan sosial.
Dulunya sajian ini dibuat karena kebutuhan rakyat akan makanan yang mudah disiapkan selama masa perjuangan, cenderung sederhana, tetapi tetap mengandung gizi tinggi. Ayam taliwang yang hanya dipanggang tetapi berbumbu kuat menjadi jawaban yang tepat atas kombinasi masalah tersebut karena praktis, mengenyangkan, dan bisa membangkitkan semangat, terutama bagi para pejuang.
Dengan cita rasanya yang nikmat, ayam taliwang yang semula hanya menjadi bekal untuk para pejuang perlahan bisa menyentuh meja bangsawan. Bahkan hidangan tersebut bisa menjadi kuliner khas Indonesia yang menjadi ikon daerah hingga diakui di mancanegara.
Di samping itu, Visit Indonesia juga sempat menyinggung versi sejarah lain di mana ayam taliwang disebut mulanya hanya dihidangkan secara eksklusif untuk keluarga bangsawan setempat. Hal ini menjadikan sajian tersebut memiliki citra kuat sebagai makanan bergengsi.
Dinas Pariwisata NTB juga menyinggung cerita sejarah serupa tentang kisah peperangan yang terjadi antara Kerajaan Selaparang dan Kerajaan Karangasem. Yang berbeda, nama "taliwang" disebut mengacu pada nama daerah, yakni Kecamatan Taliwang yang menjadi tempat asal ayam taliwang serta tempat tinggal bagi pasukan Sumbawa ketika peperangan terjadi di Lombok.
Kenapa Dinamakan Ayam Taliwang?
Jika dihimpun secara singkat, sebenarnya terdapat dua versi alasan kenapa ayam taliwang dinamakan demikian.
Versi pertama, yakni karena nama "taliwang" diambil dari nama kerajaan yang menjadi penengah saat terjadi peperangan, yakni Kerajaan Taliwang.
Versi kedua menyatakan bahwa nama tersebut didapat dari nama daerah yang disebut Kecamatan Taliwang sekaligus tempat tinggal pasukan Sumbawa saat konflik terjadi.
Ciri Khas Ayam Taliwang
Sebagai ikon kuliner khas Lombok, Nusa Tenggara Barat, ayam taliwang memiliki sejumlah ciri khas yakni:
- menggunakan bumbu khas taliwang yang terdiri dari ragam rempah untuk cita rasa nikmat dan berani
- harus menggunakan ayam kampung berukuran sedang
- memiliki kombinasi cita rasa manis, gurih, dan pedas khas makanan Lombok
Bumbu Ayam Taliwang Apa Saja?
Seperti yang sudah disinggung, bumbu ayam taliwang terdiri dari cabai merah kering, bawang putih, bawang merah, terasi, tomat, garam, kencur dan gula merah.
Versi lain seperti milik Dinas Pariwisata NTB menyebut bahwa bumbu ayam taliwang dibuat dari kombinasi cabai rawit, bawang merah, bawang putih, terasi, tomat, dan rempah-rempah lainnya seperti kemiri dan kunyit. Di samping itu, ditambahkan air jeruk nipis atau asam jawa agar muncul rasa segar dan asam untuk penyeimbang rasa pedas.
Seperti Apa Rasa Ayam Taliwang?
Ayam taliwang memiliki rasa pedas, gurih, dan manis. Daging ayamnya biasanya bertekstur kenyal serta memiliki sedikit sensasi smoky karena dibakar menggunakan arang.
Hidangan ini cocok disantap bersama nasi putih serta sayur seperti plecing kangkung dan beberuk terong yang segar dan pedas juga.
Kepopuleran Ayam Taliwang

Perkembangan kuliner ayam taliwang ini semakin tenar dan dikenal banyak masyarakat mulai tahun 1960. Seiring berjalannya waktu kenikmatan ayam taliwang ini mencuri banyak lidah masyarakat, sehingga mulai banyak masyarakat yang membuka warung dengan menyajikan sajian ayam taliwang ini.
Kini ayam taliwang telah dikenal di seluruh Nusantara dan dapat dengan mudah mencari serta mencicipinya tanpa perlu pergi jauh-jauh hingga ke Lombok. Namun jika kamu datang ke Pulau ini jangan lupa untuk mencicipinya langsung di tempati asal kuliner tersebut ya. Karena senikmat-nikmatnya makanan memang paling nikmat dinikmati langsung di tempat ia berasal.
Apa Bedanya Ayam Taliwang dan Ayam Betutu?
Perbedaan utama antara ayam taliwang dan ayam betutu adalah dari asal daerahnya. Ayam taliwang berasal dari Nusa Tenggara Barat dan kerap disebut sebagai ikon kuliner khas Lombok, sementara itu ayam betutu berasal dari Bali.
Selain itu, meski namanya ayam betutu, kuliner khas Bali ini bisa terbuat dari daging ayam dan bebek. Daging bebek sendiri menyiratkan simbol kebijaksanaan dan biasanya disantap para Brahmana dalam acara keagamaan.
Lebih jauh lagi, ayam taliwang biasanya harus menggunakan ayam kampung berukuran sedang. Sementara itu, ayam betutu lebih fleksibel, bisa menggunakan ayam kampung, petelur, maupun broiler.
Informasi dalam artikel ini telah diperbarui pada tanggal 8 Agustus 2026 pukul 00.42 WIB.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


