benteng tugu art kreator asal cigombong yang mengangkat potensi daerah lewat konten kreatif - News | Good News From Indonesia 2026

Benteng Tugu Art, Kreator Asal Cigombong yang Mengangkat Potensi Daerah Lewat Sketsa Komedi Kreatif

Benteng Tugu Art, Kreator Asal Cigombong yang Mengangkat Potensi Daerah Lewat Sketsa Komedi Kreatif
images info

Para talent Tugu Art, Konten Kreator Cigombong/Cijeruk saat berfoto bersama | sumber: Dok. Pribadi Belgi Alhuda


Jumat malam (3/7/2026), di sebuah saung sederhana yang menjadi basecamp Tugu Art terasa hangat. Di antara obrolan santai dan secangkir kopi, founder Tugu Art, Kang Sandi, membagikan kisah perjalanan komunitas kreatif yang ia bangun dari nol. Tidak ada panggung megah, tidak pula studio berteknologi tinggi. Dari tempat sederhana itulah berbagai ide lahir dan kemudian menjangkau ribuan penonton melalui media sosial.

Saat ditemui Belgi Alhuda, Kang Sandi mengisahkan bahwa perjalanan membangun channel Tugu Art tidak selalu berjalan mulus. Pada masa-masa awal, ia bersama rekan-rekannya lebih banyak mengandalkan semangat dibandingkan fasilitas. Mereka belajar secara otodidak, mulai dari pengambilan gambar, penyuntingan video, hingga memahami karakter audiens di platform digital.

"Yang paling penting bukan alatnya, tetapi konsisten berkarya. Kami terus belajar dari setiap konten yang dibuat," ungkap Kang Sandi dalam perbincangan tersebut.

Konsistensi itu perlahan membuahkan hasil. Konten-konten yang mengangkat kehidupan masyarakat, kreativitas lokal, hingga berbagai aktivitas di wilayah Cigombong mulai mendapat perhatian. Seiring meningkatnya jumlah penonton, berbagai peluang pun berdatangan. Kang Sandi mengaku channel yang dibangunnya beberapa kali memperoleh tawaran endorsement dari berbagai pihak sebagai bentuk kepercayaan terhadap kualitas konten yang dihasilkan.

Salah satu pengalaman yang paling berkesan adalah ketika Tugu Art dipercaya oleh pihak Kecamatan Cigombong untuk ikut memproduksi konten dalam rangka peringatan Hari Jadi Bogor di Kecamatan Cigombong pada bulan Juni kemarin. Kesempatan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri karena karya yang selama ini lahir dari komunitas lokal akhirnya mendapat ruang dalam agenda pemerintahan.

"Rasanya bangga karena karya kami bisa ikut memperkenalkan daerah sendiri. Ini menjadi motivasi agar kami terus meningkatkan kualitas konten," tutur Kang Sandi.

baca juga

Screenshot Instagram Benteng Tugu Art | sumber: Instagram/Benteng Tugu Art
info gambar

Screenshot Instagram Benteng Tugu Art | sumber: Instagram/Benteng Tugu Art


Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan apresiasi kepada Camat Cigombong yang telah memberikan dukungan kepada para kreator lokal.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Camat Cigombong yang sudah memberikan apresiasi dan kepercayaan kepada Tugu Art. Dukungan seperti ini sangat berarti bagi kami untuk terus berkarya dan menunjukkan bahwa anak-anak muda daerah juga mampu menghasilkan karya yang bermanfaat," ujarnya.

Menurut Kang Sandi, kolaborasi antara pemerintah dan komunitas kreatif dapat menjadi langkah positif untuk memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat yang lebih luas. Media digital dinilai menjadi sarana yang efektif untuk menyampaikan informasi sekaligus membangun citra positif sebuah wilayah.

Meski telah meraih berbagai pencapaian, Kang Sandi menegaskan perjalanan Tugu Art masih panjang. Ia berharap komunitas yang dibangunnya dapat terus berkembang, melahirkan lebih banyak kreator muda, serta menjadi ruang belajar bagi siapa saja yang ingin menekuni dunia konten digital.

"Kami ingin Tugu Art bukan hanya dikenal karena videonya, tetapi juga menjadi ekosistem dan tempat lahirnya kreator-kreator baru dari Cigombong yang berani berkarya dan membawa nama daerah ke tingkat yang lebih luas," katanya.

Dari sebuah saung sederhana di Cigombong, lahir cerita tentang konsistensi, kolaborasi, dan keyakinan bahwa karya-karya besar tidak selalu berawal dari tempat yang besar. Tugu Art menjadi bukti bahwa kreativitas yang tumbuh dari akar lokal dapat membuka jalan menuju berbagai kesempatan sekaligus membawa nama daerah semakin dikenal di ruang digital Indonesia.

Salah satu kekuatan yang membuat Benteng Tugu Art mudah dikenali adalah konsistensinya menggunakan bahasa Sunda dalam setiap konten komedi yang diproduksi. Dialog, celetukan, hingga improvisasi para pemain dikemas menggunakan dialek Sunda yang akrab di telinga masyarakat Cigombong dan sekitarnya. Pilihan tersebut bukan sekadar menjadi unsur hiburan, tetapi juga menjadi cara untuk menjaga identitas budaya lokal di tengah derasnya arus konten digital yang cenderung seragam.

Menurut Kang Sandi, penggunaan bahasa Sunda membuat cerita terasa lebih hidup dan dekat dengan keseharian masyarakat. Berbagai situasi sederhana yang diangkat menjadi komedi terasa lebih alami karena disampaikan dengan bahasa yang digunakan warga sehari-hari. Tak heran jika banyak penonton merasa seolah sedang menyaksikan kisah yang terjadi di lingkungan mereka sendiri.

"Bagi kami, bahasa Sunda bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga bagian dari jati diri. Lewat komedi, kami ingin menunjukkan bahwa bahasa daerah bisa tetap relevan, menghibur, dan dinikmati oleh berbagai kalangan," ujar Kang Sandi saat berbincang bersama Belgi Alhuda di basecamp Tugu Art.

Melalui pendekatan tersebut, Benteng Tugu Art tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga ikut berkontribusi dalam melestarikan bahasa daerah. Di tengah dominasi konten berbahasa Indonesia maupun bahasa asing di media sosial, mereka membuktikan bahwa karya yang berakar pada budaya lokal tetap memiliki ruang untuk berkembang dan mendapat apresiasi dari masyarakat luas.

Menjelang akhir perbincangan, Kang Sandi mengaku perjalanan Benteng Tugu Art masih jauh dari kata sempurna. Baginya, setiap video yang tayang merupakan hasil dari proses panjang yang tidak selalu berjalan mulus. Satu adegan sering kali harus diulang berkali-kali agar hasilnya terasa pas dan mampu menyampaikan cerita sebagaimana yang diharapkan. Tidak jarang proses pengambilan gambar berlangsung hingga larut malam atau harus mengulang pengambilan video karena faktor teknis maupun demi mendapatkan ekspresi yang lebih natural.

"Kalau hasilnya belum sesuai, ya kami ulang lagi. Kami hanya ingin penonton mendapatkan tontonan yang benar-benar kami kerjakan dengan sepenuh hati," tutur Kang Sandi.

Ia menegaskan bahwa Benteng Tugu Art akan terus belajar, memperbaiki kualitas produksi, dan tetap mengangkat cerita-cerita yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Menurutnya, jika karya yang dibuat dapat menghibur sekaligus membawa manfaat, itu sudah menjadi kebahagiaan tersendiri bagi seluruh tim.

baca juga

Kang Sandi juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh talenta yang selama ini menjadi bagian penting dari perjalanan Benteng Tugu Art. Secara khusus, ia mengapresiasi sosok Udin, Turam, dan Ustadz yang menjadi motor di balik berbagai karakter dan cerita yang hadir dalam setiap konten. Tidak lupa juga, tema-teman kreator Cigombong dan diluar daerah yang turut serta mendukung kami. Di balik video berdurasi beberapa menit, ada waktu, tenaga, dan kebersamaan yang mereka berikan untuk memastikan setiap adegan dapat dinikmati oleh penonton.

"Tanpa teman-teman talent, semua ini tentu tidak akan berjalan sejauh ini. Terima kasih kepada Udin, Turam, Ustadz, dan seluruh tim yang selalu meluangkan waktu, tenaga, dan pikirannya. Semoga kami bisa terus berkarya bersama dan tetap membawa nama Cigombong lewat karya-karya yang sederhana, tetapi dibuat dengan sungguh-sungguh."

Di tengah derasnya arus konten digital, Benteng Tugu Art memilih tetap berpijak pada akar budaya dan kebersamaan. Mereka membuktikan bahwa ketulusan, kekompakan, dan totalitas dalam berkarya dapat menjadi fondasi untuk terus melangkah, sembari berharap karya berikutnya mampu memberi warna bagi masyarakat dan menginspirasi lebih banyak kreator lokal untuk berani memulai.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

BA
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.