Ketika pertama kali memutuskan untuk pergi ke wilayah Sumatera Utara melalui jalur penerbangan, baik dari dalam maupun luar negeri. Bandara Kualanamu menjadi tempat persinggahan bagi para pelancong setelah turun dari pesawat.
Bandara Internasional Kualanamu termasuk ke dalam 10 besar bandara terluas di Indonesia, setelah Soekarno-Hatta dan Kertajati. Letaknya berada di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, atau berjarak 26 km dari pusat Kota Medan.
Detail informasi lebih lanjut, berikut adalah sejarah serta fasilitas yang terdapat di Bandara Internasional Kualanamu.
Sejarah Bandara Kualanamu
Resmi dioperasikan secara massal pada tanggal 25 Juli 2013. Sebelum Kualanamu didirikan, aktivitas penerbangan masih dilakukan di Bandara Polonia. Pemindahan Bandara Polonia sudah bergulir sejak tahun 1992, diusulkan oleh Menteri Perhubungan saat itu, Azwar Anas. Alasan di balik pemindahan yakni berkaitan dengan aspek keamanan.
Faktor usia Bandara Polonia yang sudah menginjak 85 tahun dan terlalu dekat dengan permukiman warga menjadi penyebab lain mengapa Bandara Kualanamu menggantikan peran bandara tersebut.
Lalu, rencana awal pembangunan terjadi pada 1 Agustus 1997. Sayangnya, krisis moneter yang melanda pada tahun yang sama mengakibatkan persiapan pembangunan terpaksa ditunda.
Sempat terhambat terkait pembebasan lahan selama bertahun-tahun. Akhirnya pada 1 Juli 2006, lahan seluas 1.650 hektar sudah selesai diurus terkait administrasinya, sementara sisa lahan yang dihuni 71 kepala keluarga (KK) tengah dilakukan negosiasi serta mediasi hingga selesai pada 1 November 2006.
Memasuki tahun 2011, pembangunan Bandara Kualanamu telah mencapai progres 70% dan ditargetkan rampung pada akhir tahun 2012, lengkap dengan jalan raya dan jalan tol.
Berselang waktu kemudian, tepatnya pada 27 Maret 2014, Bandara Internasional Kualanamu diresmikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono, yang menandakan bahwa operasional penerbangan dibuka penuh sekaligus penandatanganan di atas batu prasasti.
Fasilitas dan Infrastruktur Bandara Kualanamu
Bandara Internasional Kualanamu memiliki kapasitas penumpang yang mampu menampung sebanyak 8-9 juta penumpang per tahun, serta luas terminal penumpang sekitar 224.298 meter persegi, dan luas landas pacu sepanjang 3.750 meter, Dengan demikian, pesawat bodi lebar mudah memasuki ruang lintas seperti Boeing 777 dan Airbus A350.
Fasilitas penunjang juga tersedia di area Bandara Internasional Kualanamu dengan beragam fasilitas lengkap demi kenyamanan penumpang dan pengunjung selama menikmati layanan bandara. Salah satunya adalah akses jaringan internet Wi-Fi gratis.
Sementara dari sisi keamanan, bandar ini menyediakan layanan Lost and Found atau layanan kehilangan barang untuk memudahkan penumpang yang mengalami kehilangan barang berharga selama berada di kawasan Bandara Internasional Kualanamu.
Demi menjaga kenyamanan penumpang selama menunggu waktu boarding pass tiba, tersedia fasilitas tempat duduk di ruang tunggu. Layanan penukaran mata uang asing (money changer) juga tersedia bagi penumpang internasional.
Tak perlu khawatir, bagi penumpang pemeluk Muslim, bandara ini dilengkapi dengan sarana fasilitas ibadah, yaitu masjid, agar penumpang tidak melewatkan kewajiban salat lima waktu.
Akses Transportasi Umum Menuju Bandara Internasional Kualanamu
Menempuh jarak sekitar 40 km atau 1 jam menggunakan kendaraan pribadi dari Kota Medan. Bandara Kualanamu menawarkan banyak pilihan transportasi umum selain alat transportasi pribadi. Dikutip dari Kompas.com, terdapat sejumlah transportasi umum mulai dari kereta api, bus, hingga damri .
Pertama, Kereta Api. Memiliki layanan kereta bandara melayani rute dari Medan menuju Deli Serdang PP. Jenis kereta api ini melewati tiga stasiun pemberhentian, yakni Stasiun Medan, Stasiun Khalipah, dan terakhir Stasiun Bandara Kualanamu.
Memakan waktu perjalanan dari Medan menuju Bandara Kualanamu ialah sekitar 38 menit apabila memakai kereta bandara. Harga tiket dipatok mulai dari Rp10.000 hingga Rp70.000 per orang.
Kedua, Damri, merupakan layanan transportasi darat bagi masyarakat yang ingin bermobilitas dari Medan menuju Bandara Kualanamu, serta sebaliknya. Terdiri dari tiga rute yang tersedia, yaitu Medan Amplas, Kota Medan, dan Binjai.
Harga tiket dibanderol Rp20.000 per orang untuk tujuan Medan Amplas, Tiket tersebut tergolong terjangkau mengingat waktu dan jarak tempuh dari bandara ke terminal cukup jauh.
Sedangkan untuk trayek Plaza Medan Fair, sedikit lebih mahal, yaitu Rp35.000 per orang. Ketiga, tiket dari Binjai menuju Bandara Kualanamu maupun sebaliknya dipatok harga Rp40.000 per orang.
Ketiga, bus antarkota yang melewati Bandara Kualanamu seperti Bus Almasar, dari Kabajahe menuju Bandara Kualanamu, dan sebaliknya, dibanderol Rp40.000 per penumpang. Sedangkan, Bus ALS, dari Gagak Hitam menuju Bandara Kualanamu, sebaliknya, harga tiket dibanderol Rp20.000.
Bus Nice Trans, relasi Millenium ICT Center ke Bandara Kualanamu, dan sebaliknya, harga tiket dibanderol Rp20.000. Lalu terakhir, Bus Paradep, memiliki pilihan trayek bervariasi mulai dari Tebing Tinggi, Pematang Siantar, Perbaungan, Sei Rampah, Kampung Pon menuju Bandara Kualanamu, maupun sebaliknya, untuk tiket dibanderol harga Rp55.000.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


