Jakarta Movin kembali menyapa penikmat teater musikal melalui pertunjukan Senja Teduh Pelita. Judul ini diambil dari salah satu lagu karya MALIQ & D'Essentials yang dirilis pada 2019.
Sebelumnya, Jakarta Movin juga telah mengadaptasi lagu-lagu karya Tulus dalam musikal Interaksi (2024) serta lagu-lagu RAN melalui Pandangan Pertama (2025).
Mengusung tema fiksi ilmiah (sci-fi), Senja Teduh Pelita mengisahkan petualangan Arah, Kala, dan Pasukan Pelita dalam upaya membangun dunia yang lebih baik. Kisah ini bermula ketika orang tua mereka meninggalkan kota tempat tinggal demi menjalankan sebuah misi.
Waktu terus berlalu tanpa kabar, sementara kota yang mereka tinggali semakin porak-poranda. Kekhawatiran itu akhirnya mendorong Pasukan Pelita untuk mencari orang tua mereka sekaligus mengembalikan sesuatu yang telah hilang dari bumi.

Harapan muncul ketika Ibu Arah mengirimkan pesan samar bahwa para orang tua berada di sebuah tempat bernama Aurora. Berbekal keberanian, Pasukan Pelita mengarungi lautan menuju tempat tersebut.
Namun, badai besar menghantam kapal mereka hingga akhirnya terdampar di Teluk Pelita. Tak disangka, di sanalah mereka menemukan sebuah wilayah yang masih asri, kaya akan alam, dan nyaris belum tersentuh oleh manusia.
Pasukan Pelita dipertemukan dengan dua pilihan, kembali melanjutkan perjalanan menuju Aurora atau menikmati keindahan alam Teluk Pelita.
Pertunjukan ini juga menjadi ajang reuni bagi sejumlah pemain Musikal Petualangan Sherina (2025). Karakter Arah diperankan oleh Alf dan Daria, sementara Kala dimainkan oleh Taby dan Cio.
Masing-masing berhasil menghidupkan karakter mereka dengan kuat. Penonton seolah terhipnotis oleh interaksi para pemain sepanjang dua jam pertunjukan. Usia Pasukan Pelita memang terbilang muda, namun mereka mampu menyampaikan dinamika emosi yang kompleks dengan sangat baik.
https://


