Perayaan Rwanda Liberation Day Kwibohora 32 mengangkat tema "Rwanda's Journey Continues" dan digelar di Midaz Senayan Golf, Jakarta, pada Sabtu (18/7/2026).
Acara yang diselenggarakan Kedutaan Besar Rwanda di Indonesia ini tidak hanya menjadi peringatan hari bersejarah bagi Rwanda, tetapi juga menjadi wadah untuk memperkenalkan kekayaan budaya negara tersebut kepada masyarakat Indonesia melalui pertunjukan musik dan seni tradisional.
Rwanda merupakan negara yang terletak di kawasan Afrika Timur dan dikenal sebagai "Negeri Seribu Bukit" karena bentang alamnya yang didominasi perbukitan hijau.
Sementara itu, Liberation Day atau Kwibohora diperingati setiap 4 Juli untuk mengenang berakhirnya Genosida Rwanda 1994 sekaligus menjadi simbol dimulainya perjalanan Rwanda dalam membangun perdamaian, persatuan, dan masa depan yang lebih baik.
Dalam sambutannya, Duta Besar Rwanda menyampaikan bahwa budaya merupakan identitas yang mampu menyatukan masyarakat. Menurutnya, budaya menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter sebuah bangsa sekaligus menjaga jati diri di tengah perkembangan zaman. Karena itu, memperkenalkan budaya kepada masyarakat internasional, termasuk Indonesia, menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan antarmasyarakat melalui diplomasi budaya (cultural diplomacy).
Musik Tradisional Rwanda Diperkenalkan lewat Penampilan Ruti Joel

Ruti Joel di Midaz Senayan Golf, Jakarta, pada Sabtu (18/7/2026) | Foto: Andy Apriyono
Penampilan utama dalam perayaan Kwibohora 32 adalah konser dari Ruti Joel, penyanyi, pencipta lagu, sekaligus penari asal Rwanda yang dikenal aktif memperkenalkan budaya negaranya melalui karya musik.
Ruti Joel membawakan musik Gakondo, yaitu musik tradisional Rwanda yang dipadukan dengan sentuhan modern Afrobeat. Melalui lagu-lagunya, ia menggabungkan lirik dan melodi yang mencerminkan budaya lokal Rwanda dengan aransemen musik modern, sehingga menghasilkan pertunjukan yang tetap berakar pada tradisi namun mudah dinikmati oleh penonton dari berbagai latar belakang.
Tidak hanya menyanyi, Ruti Joel juga menampilkan koreografi tarian tradisional Rwanda. Salah satu gerakan yang paling mencuri perhatian adalah rangkaian tarian yang menyerupai kepakan sayap burung saat terbang.
Gerakan tangan yang terbuka lebar dipadukan dengan langkah kaki yang selaras mengikuti irama musik menghadirkan kesan anggun sekaligus penuh semangat. Penampilannya semakin memikat dengan balutan kostum bernuansa budaya Rwanda yang memperkuat identitas seni yang dibawakan di atas panggung.
Perpaduan musik tradisional, irama Afrobeat, tarian, dan kostum budaya menjadikan penampilan Ruti Joel sebagai daya tarik utama dalam perayaan tersebut.
Penonton tidak hanya menikmati hiburan, tetapi juga diajak mengenal lebih dekat budaya Rwanda yang dikemas secara modern tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisionalnya.
Diplomasi Budaya Rwanda dan Indonesia
Melalui penyelenggaraan Kwibohora 32 di Jakarta, Kedutaan Besar Rwanda menunjukkan bahwa hubungan antarnegara tidak hanya dibangun melalui kerja sama politik dan ekonomi, tetapi juga melalui pertukaran budaya yang mampu mempererat hubungan antarmasyarakat.
Musik menjadi salah satu media yang mudah diterima oleh masyarakat lintas negara. Dengan menghadirkan musisi seperti Ruti Joel, masyarakat Indonesia memiliki kesempatan untuk mengenal musik tradisional Rwanda yang masih jarang terdengar di Tanah Air. Pertunjukan tersebut juga menjadi ruang bagi kedua negara untuk saling memahami budaya, tradisi, dan nilai-nilai yang dimiliki masing-masing.
Melalui pendekatan diplomasi budaya, seni dapat menjadi jembatan yang menghubungkan berbagai bangsa tanpa mengenal batas bahasa. Lewat musik, tarian, dan warisan budaya yang ditampilkan dalam perayaan Kwibohora 32, Rwanda tidak hanya memperkenalkan identitas budayanya kepada masyarakat Indonesia, tetapi juga memperkuat hubungan persahabatan dan mendorong terciptanya hubungan baik di antara kedua negara.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


