Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat melalui implementasi optimalisasi branding UMKM petani melon di Dusun Lodalem, Desa Arjowilangun.
Program ini bertujuan membantu pelaku usaha meningkatkan daya saing produk sekaligus memperluas jangkauan pasar di tengah persaingan yang semakin ramai.
Arjowilangun yang dikenal dengan berbagai potensi desa yang makmur, dilapisi bentang alam serta kekayaaan yang melimpah, mengukir berbagai hasil pertanian yang bervariasi. Salah satu aspek yang pesat ialah pada buah-buah lokal.
Banyak petani melon yang turut serta dalam menaikkan pendapatan Desa Arjowilangun. Meninjau dari observasi dan wawancara yang dilakukan, salah satu yang menjadi masalah ialah pada cara promosi dan penguatan citra produk melon.
Kebanyakan melon yang dipasarkan belum ada nama atau merk produknya. Melihat kondisi tersebut, mahasiswa UM BBM kelompok 1 yang berada di Dusun Lodalem menggandeng salah satu petani melon yakni Sobik, sebagai implementasi dari penguatan branding untuk menarik jangkauan pasar yang lebih luas dan memperkuat identitas produk.
Kerja sama dilakukan dalam kurun waktu 1 bulan yaitu dari tanggal 23 Juni—23 Juli 2026. Selama ini, kualitas melon lokal telah dikenal baik oleh masyarakat sekitar. Namun, pemasarannya masih mengandalkan penjualan langsung dan promosi secara manual dari mulut ke mulut.

Ladang Gloria Melon
Tindak lanjut atas permasalahan yang terjadi, kelompok 1 UM BBM di Dusun Lodalem merancang penguatan produk melon dengan membuat nama merk, logo, pengolahan media sosial, pembuatan banner, brand tag dan teknik pengolahan marketing untuk penjualan.
Menggandeng salah satu petani melon Dusun Lodalem bernama Sobik, kelompok 1 UM BBM membuat nama brand Gloria Melon yang memiliki filosofi sebagai kejayaan atau kemuliaan. Nama brand difokuskan untuk penguatan citra produk yang singkat dan mudah diingat.
Lalu impelentasi dari visual, menggunakan logo dengan perpaduan huruf G dan L yang dilapisi tekstur melon premium untuk melambangkan kesegaran dan kualitas melon. Logo dirancang dengan ontentik dan kuat untuk diingat oleh konsumen.
Mereka menggunakan dominan warna hijau dan cokelat menyiratkan kesegaran dan kesuburan untuk menampilkan melon yang berkualitas premium dengan rasa manis alami dari tanah yang subur.
Ditanam dengan tanah alami, membuat ciri khas melon jenis inthanon dan lavender ini tumbuh subur dan memiliki cita rasa yang otentik.
Kerja sama yang dijalin salah satunya berupa pengolahan media sosial sebagai salah satu sarana promosi di era sekarang. Meninjau pesatnya media sosial pada zaman digitalisasi seperti saat ini, pembuatan akun sosial media (Instagram dan TikTok) menjadi salah satu alternatif peningkatan media penjualan produk yang sesuai.
“Menurut saya, sangat membantu dalam menjualkan produk melon kami dengan menggunakan cara di era sekarang. Saya merasa karena jangkauannya lebih luas dan memliki nama produk, distributornya juga bertambah dan nantinya saya tinggal melanjutkan dengan pengelolaan yang sudah disampaikan” (20/7/2026) ucap Sobik, petani melon yang bekerja sama dengan kelompok 1 UM BBM Arjowilangun.

Dokumentasi Bersama Petani Melon
Konsistensi dalam mengelola media sosial, memperbarui konten promosi, serta menjaga kualitas produk menjadi faktor penting untuk meningkatkan daya saing. Sinergi antara mahasiswa, petani, dan pemerintah desa juga diharapkan terus berlanjut agar UMKM melon lokal semakin dikenal, memiliki nilai tambah, serta mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan perekonomian masyarakat setempat.
Oleh karena itu, kolaborasi ini tidak hanya semata untuk kegiatan pengabdian kelompok, tetapi sebagai sarana berkelanjutan untuk mengoptimalisasikan jangkauan promosi produk Gloria Melon dengan penguatan branding di era digital.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


