kunjungan akademik unj ke ipgm malaysia perkuat kolaborasi pendidikan indonesia dan malaysia - News | Good News From Indonesia 2026

Kunjungan Akademik UNJ ke IPGM Malaysia Perkuat Kolaborasi Pendidikan Indonesia dan Malaysia

Kunjungan Akademik UNJ ke IPGM Malaysia Perkuat Kolaborasi Pendidikan Indonesia dan Malaysia
images info

dokumentasi pribadi


Komitmen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dalam memperluas jejaring akademik internasional kembali diwujudkan melalui kunjungan akademik ke Institut Pendidikan Guru Malaysia (IPGM) Kementerian Pendidikan Malaysia (IPGM KPM) pada Kamis (16/7/2026).

Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi bagi mahasiswa dan akademisi kedua negara untuk saling bertukar pengalaman mengenai inovasi pembelajaran, penguatan literasi, serta pengembangan kompetensi pendidik di era digital.

Delegasi UNJ yang mengikuti kegiatan tersebut terdiri atas 4 mahasiswa, yakni 3 mahasiswa Program Magister dan 1 mahasiswa Program Sarjana. Seluruh rangkaian kunjungan dikoordinasikan oleh N. Lia Marliana, S.Pd., M.Phil(Ing)., Ph.D., yang memfasilitasi komunikasi antarlembaga sekaligus mendampingi delegasi selama pelaksanaan kegiatan di Malaysia.

Berbeda dengan kunjungan akademik pada umumnya, kegiatan ini tidak hanya berisi observasi dan diskusi, tetapi juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengambil peran aktif sebagai penyaji materi.

baca juga

Salah satu peserta yang memperoleh kepercayaan tersebut adalah Monica Syafitri, mahasiswa Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Jakarta, yang tampil sebagai narasumber dalam sesi berbagi praktik pembelajaran.

Materi yang dipresentasikan berfokus pada pengembangan pembelajaran Bahasa Indonesia melalui pendekatan inovatif yang memanfaatkan teknologi digital. Selain membahas strategi peningkatan budaya literasi, Monica juga memperkenalkan berbagai pengalaman akademik yang diperoleh selama menempuh studi di UNJ.

Penyampaian materi tersebut memberikan gambaran mengenai bagaimana perguruan tinggi di Indonesia mendorong calon pendidik untuk mengembangkan pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan peserta didik abad ke-21.

Sesi presentasi berlangsung dalam suasana yang dinamis. Dosen dan mahasiswa IPGM KPM aktif mengajukan pertanyaan mengenai implementasi pembelajaran berbasis teknologi, strategi membangun budaya literasi di lingkungan pendidikan, hingga peluang pemanfaatan media digital dalam pembelajaran bahasa.

Diskusi tersebut memperlihatkan adanya kesamaan perhatian antara Indonesia dan Malaysia dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui inovasi yang berkelanjutan.

Selain membahas aspek pembelajaran, forum akademik ini juga menjadi wadah untuk bertukar pandangan mengenai tantangan yang dihadapi lembaga pendidikan dalam mempersiapkan calon guru menghadapi perubahan zaman.

baca juga

Perkembangan teknologi, transformasi digital, serta meningkatnya kebutuhan akan kompetensi abad ke-21 menjadi topik yang banyak mendapat perhatian dari peserta.

Melalui pertukaran pengalaman tersebut, kedua institusi memperoleh perspektif baru yang dapat menjadi bahan pengembangan kebijakan maupun praktik pembelajaran di masing-masing negara.

Keikutsertaan mahasiswa sebagai pembicara dalam forum internasional menunjukkan bahwa proses internasionalisasi perguruan tinggi tidak hanya diwujudkan melalui kerja sama kelembagaan, tetapi juga melalui pemberdayaan mahasiswa sebagai duta akademik.

Mahasiswa diberi ruang untuk menyampaikan gagasan, berbagi pengalaman, sekaligus membangun jejaring dengan sivitas akademika dari perguruan tinggi mitra.

Pengalaman semacam ini dinilai penting untuk meningkatkan kompetensi komunikasi, kepemimpinan, kemampuan berpikir kritis, serta kesiapan menghadapi lingkungan akademik global.

Dalam kesempatan tersebut, Monica Syafitri menyampaikan bahwa pengalaman menjadi narasumber memberikan kesempatan untuk belajar sekaligus memperluas jejaring akademik lintas negara.

"Kegiatan ini menjadi pengalaman yang sangat berharga karena kami tidak hanya memperkenalkan praktik pembelajaran yang diterapkan di Universitas Negeri Jakarta, tetapi juga memperoleh banyak wawasan baru dari rekan-rekan di IPGM Malaysia. Diskusi yang berlangsung menunjukkan bahwa Indonesia dan Malaysia memiliki semangat yang sama dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui inovasi dan kolaborasi," ujar Monica.

Sementara itu, koordinator kegiatan, N. Lia Marliana, S.Pd., M.Phil(Ing)., Ph.D., menjelaskan bahwa kunjungan akademik internasional merupakan salah satu program yang dirancang untuk memperluas pengalaman belajar mahasiswa sekaligus memperkuat hubungan kemitraan dengan institusi pendidikan di luar negeri.

baca juga

Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam forum internasional akan memberikan pengalaman nyata yang tidak hanya memperkaya kompetensi akademik, tetapi juga meningkatkan kemampuan beradaptasi dan berkolaborasi dalam lingkungan multikultural.

Kegiatan ini juga membuka peluang bagi kedua institusi untuk mengembangkan kerja sama yang lebih luas, seperti penelitian kolaboratif, publikasi ilmiah bersama, pertukaran mahasiswa dan dosen, penyelenggaraan seminar internasional, serta pengembangan inovasi pembelajaran yang dapat diterapkan di Indonesia maupun Malaysia.

Dengan semakin eratnya hubungan antarlembaga, diharapkan lahir berbagai program yang mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan di kawasan Asia Tenggara.

Melalui kunjungan akademik ini, Universitas Negeri Jakarta kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung internasionalisasi pendidikan tinggi melalui penguatan jejaring global dan peningkatan kapasitas mahasiswa.

Keterlibatan mahasiswa sebagai narasumber dan peserta aktif menjadi bukti bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam membangun kolaborasi pendidikan lintas negara.

Kunjungan ke Institut Pendidikan Guru Malaysia Kementerian Pendidikan Malaysia tidak hanya menjadi agenda pertukaran akademik, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan Indonesia dan Malaysia melalui pendidikan.

Kolaborasi yang terbangun diharapkan mampu menghasilkan berbagai inovasi, memperkuat diplomasi akademik, serta mendorong terciptanya ekosistem pendidikan yang lebih inklusif, adaptif, dan berdaya saing di tingkat regional maupun internasional.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

MS
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.