aquatica aiesec in ugm 2026 mengirimkan dampak positif di pantai baros - News | Good News From Indonesia 2026

AIESEC in UGM Ajak Generasi Muda Untuk Mewujudkan SDG 14: Life Below Water Melalui Aksi Penanaman Mangrove di Pantai Baros

AIESEC in UGM Ajak Generasi Muda Untuk Mewujudkan SDG 14: Life Below Water Melalui Aksi Penanaman Mangrove di Pantai Baros
images info

Dokumentasi bersama program Aquatica AIESEC in UGM 2026


Pada tahun 2015, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan 17 agenda keberlanjutan atau yang biasa disebut Sustainable Development Goals (SDGs) sebagai tujuan global untuk mewujudkan kehidupan yang berkelanjutan. Salah satu tujuan tersebut adalah SDG 14: Life Below Water yang berfokus pada pengelolaan sumber daya perairan secara berkelanjutan.

Sesuai dengan tujuan program yang selaras dengan pencapaian SDGs, AIESEC in UGM beranggapan bahwa perairan Indonesia merupakan aset yang perlu dijaga terutama oleh generasi muda. Oleh karena itu, AIESEC in UGM menghadirkan inisiatif yang mendorong kepedulian anak muda terhadap ekosistem perairan melalui aksi nyata. Upaya tersebut dapat menginspirasi banyak individu untuk turut berkolaborasi dalam menjaga kelestarian sumber daya air demi masa depan yang berkelanjutan.

Aquatica merupakan salah satu proyek AIESEC in UGM yang berada di bawah divisi Incoming Global Volunteer (IGV). Proyek ini melibatkan Exchange Participants yang berasal dari delapan negara bersama para peserta Local Volunteer untuk berkolaborasi dalam menciptakan dampak. Aquatica sendiri berisikan kegiatan yang mendukung pelestarian ekosistem perairan terutama laut.

Sebagai puncak dari rangkaian kegiatan pertamanya, pada 21 Juli 2026 Aquatica menggelar aksi penanaman pohon bakau di Pantai Baros sebagai kontribusi dalam menjaga kelestarian kawasan pesisir sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.

baca juga

Pemandangan sawah dan matahari pagi yang indah menemani perjalanan teman-teman Aquatica menuju Pantai Baros. AIESEC in UGM turut berkolaborasi dengan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Renang UGM untuk bersama-sama menciptakan dampak positif terhadap lingkungan perairan.

Kolaborasi ini juga mendapat dukungan dari berbagai mitra, di antaranya adalah GIK UGM, PLN, Cleo, Sirkel de Koffie, Kaktus Coffee Place, Konservasi Pantai Pelangi, Mangrove Pantai Baros, UKM Renang UGM, Sehat-Sehat(in), Earth Hour, Office of International Affairs UGM, Konservasi Penyu Pantai Pelangi Yogyakarta, Dinas Pariwisata DIY, serta Dinas Kelautan dan Perikanan DIY. Melalui sinergi ini, Aquatica berhasil untuk berkontribusi dalam pelestarian ekosistem pesisir melalui aksi langsung.

Setibanya di Pantai Baros, peserta Aquatica disambut oleh Nayla selaku staf Incoming Global Volunteer (IGV) dan Fina dari UKM Renang UGM yang bertugas sebagai pembawa acara. Setelah sesi pembukaan singkat, kegiatan dilanjutkan bersama Sehat-Sehat(in) yang membagikan edukasi mengenai Pantai Baros serta pentingnya menjaga kelestarian ekosistem pesisir dan laut dan dilanjutkan dengan jalan pagi.

Sepanjang perjalanan menuju area bawah Jembatan Kretek 2, peserta diberikan kantong plastik untuk mengumpulkan sampah yang mereka temui di sepanjang rute. Banyaknya sampah yang berhasil dikumpulkan menunjukkan bahwa pengelolaan sampah masih menjadi tantangan dalam menjaga kebersihan lingkungan pesisir.

Melalui kegiatan tersebut, para peserta diajak untuk menyadari bahwa kebiasaan kecil, seperti membuang sampah pada tempatnya dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi kelestarian lingkungan.

Setelah kembali ke titik kumpul, peserta Aquatica berkesempatan untuk beristirahat sejenak sambil menikmati keindahan alam Pantai Baros. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi edukasi yang dipandu oleh Mangrove Pantai Baros mengenai pentingnya pohon bakau dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir.

Dalam sesi tersebut, peserta mempelajari bahwa pohon bakau berperan sebagai habitat bagi beragam biota darat dan laut, seperti kepiting, ikan kecil, burung, dan kera. Selain itu, bakau juga berfungsi menyerap karbon dioksida, menghasilkan oksigen, serta melindungi garis pantai dari abrasi. Mengingat kondisi Pantai Baros yang mulai mengalami pengikisan, keberadaan hutan bakau menjadi penting sebagai benteng alami untuk menjaga kawasan tersebut.

baca juga

Setelah memperoleh edukasi mengenai pentingnya ekosistem mangrove, para peserta melanjutkan kegiatan dengan praktik penanaman pohon bakau di kawasan pesisir Pantai Baros. Sebanyak 70 bibit bakau yang disediakan oleh Mangrove Pantai Baros ditanam secara langsung oleh peserta Aquatica dengan mengikuti arahan dari para pendamping. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kontribusi para peserta dalam mendukung pelestarian ekosistem perairan sekaligus memperkuat kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, peserta Aquatica tidak hanya memperoleh wawasan baru mengenai pentingnya ekosistem mangrove bagi keberlangsungan lingkungan pesisir, tetapi juga menyadari bahwa menjaga alam dapat dimulai dari tindakan sederhana. Perpaduan antara edukasi dan praktik langsung memberikan pengalaman bermakna yang memperkuat pemahaman sekaligus kepedulian terhadap kelestarian ekosistem perairan. Pengalaman ini dapat menginspirasi para peserta untuk terus menerapkan nilai-nilai keberlanjutan dan mengambil peran aktif dalam menjaga lingkungan, di mana pun mereka berada.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

AZ
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.