harmoni ngaji budoyo jejak manis penutupan pengabdian santri al hikam malang di wringinanom - News | Good News From Indonesia 2026

Harmoni "Ngaji Budoyo," Jejak Manis Penutupan Pengabdian Santri Al-Hikam Malang di Wringinanom

Harmoni "Ngaji Budoyo," Jejak Manis Penutupan Pengabdian Santri Al-Hikam Malang di Wringinanom
images info

Ngaji Budoyo Besuki @Noafgani


Halo, Kawan GNFI! Pernahkah Kawan membayangkan sebuah malam perpisahan yang tidak hanya diwarnai dengan derai air mata haru, tetapi justru dipenuhi dengan alunan magis gamelan dan kajian budaya yang mendalam? Pemandangan indah dan inspiratif inilah yang terekam jelas di kawasan Desa Wringinanom, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, pada hari Kamis malam, 23 Juli 2026. Sebuah potret harmoni yang membuktikan bahwa pemuda masa kini masih sangat peduli pada akar tradisi bangsanya.

Pada malam yang diselimuti kehangatan kekeluargaan tersebut, berbagai elemen masyarakat, mulai dari deretan tokoh agama, jajaran perangkat desa, hingga para pemuda dan santri mahasiswa tumpah ruah berkumpul menjadi satu. Mereka memadati area perempatan Masjid Subulussalam (Besuki Selatan) dengan antusiasme yang begitu tinggi. Kehadiran ratusan warga bersama para santri tersebut tentu bukan tanpa alasan yang istimewa. Malam itu menjadi momen sakral berupa perhelatan akbar bertajuk "Ngaji Budoyo", sebuah acara puncak yang menandai secara resmi berakhirnya seluruh rangkaian program Pengabdian Masyarakat Pesantren Mahasiswa Al-Hikam Malang tahun 2026.

Bagi Kawan yang mungkin baru mendengar, acara penutupan ini sengaja dikonsep dengan cara yang sangat unik dan membumi. "Ngaji Budoyo" diselenggarakan bukan sekadar sebagai seremoni perpisahan biasa, melainkan sebagai wujud rasa syukur yang mendalam atas tuntasnya misi pengabdian para santri kepada masyarakat desa. Lebih dari itu, forum ini digagas menjadi momentum strategis untuk mempererat ukhuwah islamiyah (persaudaraan umat Islam) melalui pendekatan kebudayaan dan kearifan lokal yang telah lama mengakar kuat di tanah Jawa.

Sebagai sajian inti dari acara penutupan yang sarat makna ini, panitia secara khusus menghadirkan narasumber terkemuka di bidang kebudayaan, yakni Ki Ardhi Poerboantono dari Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia (Lesbumi) PBNU. Dalam pemaparannya yang teduh dan menggugah hati warga, beliau amat menekankan pentingnya langkah merawat tradisi dan budaya lokal di era modern. Menurut pemaparan beliau, pelestarian kebudayaan sejatinya adalah bagian tak terpisahkan dari pengejawantahan ajaran Islam yang ramah, toleran, dan berakar kuat di bumi Nusantara ini.

baca juga

Suasana malam penutupan di Wringinanom itu terasa semakin meriah dan magis tatkala Grup Kerawitan Tedjo Laras mengambil alih panggung hiburan. Alunan musik tradisional gamelan yang dimainkan secara syahdu, dipadukan dengan lantunan tembang-tembang Jawa yang sarat akan makna filosofis, sukses menghipnotis seluruh warga dan mahasiswa yang memadati lokasi acara.

Kolaborasi seni yang ciamik ini secara tidak langsung mencerminkan keberhasilan gemilang para Santri Mahasiswa Al-Hikam selama masa pengabdian mereka di Kecamatan Poncokusumo. Mereka berhasil membuktikan bahwa para santri tidak hanya fokus menjalankan program kerja fisik dan pendidikan agama secara formal, tetapi juga mampu melebur secara harmonis dengan dinamika sosial-kultural masyarakat setempat.

Dalam momen yang penuh khidmat tersebut, turut hadir pula Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang yang memberikan sambutan hangat sekaligus motivasi di hadapan masyarakat. Dalam sambutannya, Ia menyampaikan bahwa pengalaman pengabdian ini diharapkan menjadi bekal berharga bagi para mahasiswa agar kelak siap menjadi insan yang membawa kemaslahatan bagi umat.

Dampak positif dari kehadiran para santri selama ini rupanya sangat membekas di hati para penggerak pemuda desa. Mas Ilham, selaku Ketua Karang Taruna Desa Wringinanom, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas sinergi yang terbangun erat. "Kehadiran Kawan-kawan santri Al-Hikam selama masa pengabdian ini membawa energi yang sangat positif bagi pemuda desa. Kami berharap jejak kolaborasi dan semangat gotong royong yang telah ditularkan ini bisa terus memotivasi pemuda Wringinanom untuk lebih aktif memajukan desa ke depannya," tuturnya dengan penuh rasa bangga.

Senada dengan hal tersebut, apresiasi yang tak kalah mendalam juga datang dari jajaran pemuda penggerak kemakmuran masjid setempat. Mas Dani, Ketua Remaja Masjid (Remas) Subulussalam, membagikan kesannya terkait kolaborasi di bidang keagamaan. "Teman-teman mahasiswa Al-Hikam benar-benar memberikan contoh teladan yang baik. Selama berbulan-bulan di sini, mereka bersinergi dengan Remaja Masjid untuk memakmurkan kegiatan harian, mengajar anak-anak mengaji, hingga berbaur dalam selawatan rutin. Acara Ngaji Budoyo ini membuktikan kepada kita semua bahwa pendekatan agama yang dibalut dengan pelestarian budaya lokal bisa menjadi medium dakwah yang sangat indah dan mudah diterima oleh seluruh kalangan warga," jelas Mas Dani saat ditemui di sela-sela kemeriahan acara.

Kawan GNFI, pada akhirnya, seluruh rangkaian acara yang dipenuhi dengan nuansa keakraban dan kekeluargaan tersebut ditutup dengan pembacaan doa bersama oleh para tokoh masyarakat serta warga Desa Wringinanom. Penutupan pengabdian di kaki Gunung Semeru ini diharapkan mampu meninggalkan jejak kebaikan yang nyata dan berkelanjutan. Kita semua meyakini, nilai-nilai sosial dan luhurnya keagamaan yang telah ditanamkan selama masa pengabdian tersebut akan terus tumbuh subur di tengah denyut nadi masyarakat Poncokusumo.

baca juga

Sebagaimana pesan indah yang terus menggema di penghujung acara malam itu bahwa tugas pengabdian fisik di lapangan boleh saja usai dan para mahasiswa harus kembali ke kampus, namun tali silaturahmi, persaudaraan, dan semangat kaum muda untuk merawat tradisi Nusantara akan senantiasa abadi sepanjang masa. Mari terus dukung generasi muda Kawan, untuk selalu membawa kabar baik dari berbagai pelosok negeri Indonesia tercinta!

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

MN
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.