aiesec in ugm ajak anak muda menjelajahi ragam budaya dunia lewat global village summer peak 2026 - News | Good News From Indonesia 2026

AIESEC in UGM Ajak Anak Muda Menjelajahi Ragam Budaya Dunia lewat Global Village Summer Peak 2026

AIESEC in UGM Ajak Anak Muda Menjelajahi Ragam Budaya Dunia lewat Global Village Summer Peak 2026
images info

Dokumentasi peserta dan panitia Global Village Summer Peak 2026


Pengalaman berjalan-jalan ke luar negeri merupakan kesempatan yang diinginkan oleh banyak anak muda. Berinteraksi langsung dengan budaya asing tak hanya sekadar untuk bersenang-senang, tetapi juga menambah pengetahuan baru.

Kehadiran sosial media yang mempersempit jarak global semakin memberikan dorongan bagi anak muda untuk belajar beradaptasi dan mengenali budaya internasional.

AIESEC in UGM menyelenggarakan festival budaya semesteran mereka pada 25 Juli 2026 dengan tajuk Global Village Summer Peak 2026. Kali ini, Global Village mengangkat tema “Celestial Mosaic: A Universe of Cultures,” di mana menekankan nilai keindahan harmoni dari keberagaman budaya global.

Kegiatan ini dilaksanakan di Taman Budaya Embung Giwangan Yogyakarta dan dihadiri oleh lebih dari 300 peserta yang berasal dari berbagai daerah.

baca juga

Sebagai pembukaan, Nabilla Kusuma Vardhani, M.A. selaku pembimbing dari AIESEC in UGM dan Nia Dianti, SIP. sebagai Kepala Seksi Kerjasama dan Pemasaran UPT Pengelolaan Taman Budaya Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta memberikan sambutannya.

Suasana penuh semangat semakin terasa berkat Flo dan Farras yang memandu jalannya acara dengan interaktif. Setiap rangkaian kegiatan berlangsung dengan meriah dan penuh antusiasme. Sesi kemudian dilanjutkan dengan Exchange Participants Parade di mana para peserta pertukaran atau yang biasa disebut Exchange Participants memasuki lokasi kegiatan.

Exchange Participants hadir memamerkan budaya dari negara mereka masing-masing: Taiwan, Singapura, Cina, India, Hong Kong, dan Vietnam. Antusiasme dan dukungan yang ditunjukan oleh panitia dan peserta membuat suasana terasa suportif dan penuh kehangatan.

Tentunya, dalam lingkungan global kita tidak boleh melupakan budaya kita sendiri. Suasana yang ceria ini kemudian dilanjutkan dengan penampilan tari tradisional yang dibawakan oleh Sasoebah, UKM seni tari milik Fakultas Ilmu Budaya UGM.

baca juga

AIESEC sendiri merupakan sebuah organisasi yang mendukung anak muda untuk membangun kepemimpinan melalui pertukaran. Program pertukaran ini tidak hanya memberikan dampak bagi individu yang mengikutinya, tetapi juga bagi masyarakat negara tujuan tempat mereka berkarya.

Aktivitas tersebut bertujuan untuk membantu meningkatkan kesadaran diri, toleransi, dan potensi kepemimpinan anak muda dunia. Salah satu peserta pertukaran dari AIESEC in UGM, Winesqi, berkesempatan untuk berbagi perjalanannya dalam mewujudkan dampak positif di Korea Selatan.

Ia mengajak para peserta untuk melihat bagaimana pengalaman berkontribusi di lingkungan baru dapat menjadi perjalanan yang bermakna sekaligus menyenangkan.

Tak hanya itu, Allysa, selaku kepala divisi Outgoing Global Volunteer AIESEC in UGM, turut memvalidasi cerita Winesqi dengan membagikan cerita mengenai perjalanan pertukaran lainnya yang dikirimkan oleh AIESEC in UGM. 

Setelah itu, tibalah sesi yang paling dinantikan oleh para peserta. Mereka kemudian berkumpul sesuai kelompok masing-masing untuk mengunjungi booth negara yang telah disiapkan. Melalui interaksi langsung dengan berbagai budaya internasional, setiap peserta memperoleh pengalaman yang berkesan sekaligus memperluas wawasan mengenai keberagaman budaya dunia.

Tak hanya itu, mereka juga berkesempatan mencicipi hidangan khas dari negara yang dikunjungi sambil mengikuti berbagai permainan interaktif yang telah disiapkan, sehingga proses mengenal budaya terasa semakin menyenangkan dan berkesan.

Setelah istirahat sejenak, para peserta melanjutkan rangkaian kegiatan mereka dengan menonton pertunjukan spesial yang sudah disiapkan oleh para Exchange Participants. Dalam rangka musim FIFA World Cup 2026, mereka memilih untuk menampilkan tarian dari lagu Waka Waka (This Time for Africa) oleh Shakira.

baca juga

Kemudian para peserta bersama kelompoknya berpindah ke sesi Collaborative Space, di mana mereka dapat bercengkrama langsung dengan Exchange Participants dalam kelompok mereka. Pertukaran nama, latar belakang, dan budaya meramaikan perbincangan kelompok seraya mereka menyusun gambar budaya khas masing-masing peserta.

“Kegiatannya seru dan interaktif banget, terutama dari negara India. Mereka mengenalkan banyak budaya ke kita, seperti tarian, makanan, dan bahasa. Benar-benar seru sekali,” ucap Irfan salah satu peserta Global Village.

Kegiatan festival budaya milik AIESEC in UGM ini dapat memberikan dorongan kepada anak-anak muda untuk selalu terbuka dan menghargai keragaman budaya dan pola pikir. Inisiatif dan keberanian untuk berinteraksi dengan masyarakat global secara langsung juga dapat melatih rasa kepemimpinan para peserta.

Harapannya Global Village Summer Peak 2026 bisa memberikan memori dan pelajaran baru bagi para peserta.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

AZ
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.