Perubahan iklim yang semakin terasa, akses pendidikan yang belum merata, tantangan kesehatan masyarakat, hingga kesenjangan sosial dan isu kesetaraan gender masih menjadi berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat global hingga saat ini. Berbagai tantangan tersebut menunjukkan bahwa masih banyak upaya yang perlu dilakukan untuk menciptakan dunia yang lebih berkelanjutan dan inklusif.
Sebagai upaya menjawab berbagai permasalahan tersebut, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan Sustainable Development Goals (SDGs) sebagai agenda pembangunan bersama hingga tahun 2030. SDGs terdiri dari 17 tujuan yang mencakup berbagai aspek kehidupan, mulai dari pendidikan berkualitas, kesehatan dan kesejahteraan, aksi terhadap perubahan iklim, kesetaraan gender, hingga pengurangan kesenjangan.
Meskipun menjadi agenda global, pencapaian SDGs tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun organisasi internasional. Perubahan juga membutuhkan keterlibatan masyarakat, termasuk generasi muda yang memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak solusi melalui ide, inovasi, dan aksi nyata.
Namun, masih banyak pemuda yang memahami isu global hanya melalui ruang kelas, berita, atau media sosial. Padahal, keterlibatan secara langsung dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai bagaimana sebuah permasalahan terjadi dan bagaimana solusi dapat dibangun bersama masyarakat. Melalui pengalaman tersebut, pemuda tidak hanya menjadi individu yang peduli terhadap isu global, tetapi juga mampu mengambil peran sebagai bagian dari perubahan.
Global Volunteer merupakan program volunteering internasional yang memberikan kesempatan bagi pemuda berusia 18–30 tahun untuk berkontribusi langsung dalam proyek sosial berbasis SDGs di berbagai negara. Melalui program ini, peserta memiliki kesempatan untuk tinggal di negara tujuan selama kurang lebih enam hingga delapan minggu dan menjadi bagian dari proyek yang bekerja sama dengan organisasi lokal serta komunitas masyarakat.
Berbeda dengan pengalaman perjalanan biasa, Global Volunteer dirancang sebagai pengalaman pembelajaran berbasis kontribusi. Peserta tidak hanya mengunjungi negara lain, tetapi terlibat secara aktif dalam kegiatan sosial yang memiliki tujuan dan dampak tertentu. Setiap proyek telah disesuaikan dengan kebutuhan komunitas lokal serta berfokus pada salah satu tujuan SDGs, seperti Quality Education (SDG 4), Good Health and Well-being (SDG 3), Gender Equality (SDG 5), Climate Action (SDG 13), hingga Reduced Inequalities (SDG 10).
Dalam pelaksanaannya, peserta dapat terlibat dalam berbagai aktivitas, seperti mendukung kegiatan pendidikan bagi anak-anak dan komunitas, menjalankan kampanye mengenai lingkungan, membantu program pemberdayaan masyarakat, hingga berkontribusi dalam berbagai inisiatif sosial lainnya. Melalui keterlibatan tersebut, peserta dapat melihat secara langsung bagaimana sebuah isu global memiliki tantangan yang berbeda di setiap negara serta bagaimana solusi dapat dikembangkan berdasarkan kondisi masyarakat setempat.
Selain memberikan dampak bagi komunitas, Global Volunteer juga menjadi ruang pengembangan diri bagi peserta. Tinggal di lingkungan baru, bekerja dengan individu dari berbagai negara, serta menghadapi tantangan dalam konteks budaya yang berbeda membantu peserta mengembangkan kemampuan adaptasi, komunikasi, kolaborasi, dan problem solving.
Salah satu pengalaman utama dalam Global Volunteer adalah cross-cultural exchange, yaitu proses pertukaran budaya yang memungkinkan peserta untuk belajar dari berbagai perspektif. Selama program berlangsung, peserta akan bekerja bersama relawan internasional, berinteraksi dengan masyarakat lokal, serta memperkenalkan budaya Indonesia kepada komunitas global. Melalui interaksi tersebut, peserta tidak hanya memahami keberagaman, tetapi juga belajar membangun hubungan dan kerja sama dalam lingkungan multikultural.
Untuk memastikan pengalaman berjalan dengan baik, AIESEC memberikan pendampingan kepada peserta mulai dari tahap persiapan hingga pelaksanaan program. Sebelum keberangkatan, peserta mendapatkan informasi mengenai proyek, budaya negara tujuan, serta persiapan menghadapi pengalaman internasional. Selama menjalankan proyek, peserta juga memperoleh dukungan dari AIESEC di negara asal maupun negara tujuan.
Pada akhirnya, memahami isu global tidak cukup hanya dengan mengetahui permasalahannya, tetapi juga membutuhkan keberanian untuk mengambil tindakan. Melalui Global Volunteer, AIESEC in Universitas Brawijaya membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk berkontribusi terhadap pencapaian SDGs, mendapatkan pengalaman internasional, serta berkembang menjadi individu yang mampu membawa perubahan di lingkungan sekitarnya.
Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui Instagram @brawijayaleads.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


