Perilaku menjaga kebersihan dan pengelolaan sampah sejak usia sekolah merupakan salah satu langkah penting dalam membentuk kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan pada generasi muda.
Kebiasaan sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya dan memilah sampah berdasarkan jenisnya dapat menjadi bagian dari pembentukan karakter peduli lingkungan apabila dikenalkan dan dibiasakan sejak dini.
Namun, dalam penerapannya, masih terdapat siswa yang belum memahami perbedaan antara sampah organik dan nonorganik serta pentingnya melakukan pemilahan sampah sejak dari sumbernya.
Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa KKNT INOVASI IPB University di Desa Wangisagara menghadirkan program LESTARI (Lingkungan Asri dan Bersih) sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan sekaligus mendorong praktik pengelolaan sampah yang lebih baik di lingkungan sekolah dan masyarakat.
Program ini mengintegrasikan edukasi mengenai sampah dengan praktik pemilahan serta aksi nyata berupa penyediaan fasilitas tempat sampah organik dan nonorganik.
Program LESTARI dilaksanakan secara tatap muka di RW 10 Desa Wangisagara dengan melibatkan SD YAWAPI dan warga setempat. Kegiatan ini dilaksanakan di bawah bimbingan Rahmat Yanuar, S.P., M.Si. Program LESTARI diinisiasi oleh Cantika Havna Salsabilla dan Rizky Faturrahman sebagai Person in Charge (PIC).
Pelaksanaan kegiatan juga didukung oleh anggota tim KKN-T lainnya, yaitu Naida Syawalia Farhana, Muhammad Qashmalsyah Habibillah, Barokah Dwi Rahmayani, Sahla Zaina, Muhammad Khusnu Abdurrahman, dan Syuhada Iftikhori Al Umam.

Kegiatan LESTARI melibatkan 38 siswa sekolah dasar kelas 4—6 sebagai peserta. Pemilihan siswa sekolah dasar sebagai sasaran kegiatan didasarkan pada pentingnya membangun kebiasaan menjaga kebersihan dan mengelola sampah sejak usia dini.
Pada tahap ini, anak-anak mulai mampu memahami konsep lingkungan secara lebih konkret sehingga edukasi dapat diarahkan tidak hanya pada pengetahuan, tetapi juga pada pembiasaan perilaku.
Dalam pelaksanaannya, siswa mendapatkan penyuluhan mengenai pengertian sampah, jenis-jenis sampah, serta perbedaan antara sampah organik dan nonorganik. Sampah organik diperkenalkan sebagai sampah yang berasal dari makhluk hidup dan relatif mudah terurai, seperti sisa makanan dan daun.
Sementara itu, sampah nonorganik merupakan sampah yang membutuhkan waktu lebih lama untuk terurai, seperti plastik, botol, dan kemasan.
Edukasi tersebut kemudian diperkuat melalui praktik pemilahan sampah sehingga siswa dapat menghubungkan materi yang diberikan dengan situasi yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari.
Selain memberikan edukasi, program LESTARI juga dilengkapi dengan evaluasi untuk mengetahui perubahan pemahaman siswa setelah mengikuti kegiatan. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test yang diberikan sebelum dan setelah penyuluhan.
Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor pemahaman pada seluruh jenjang kelas yang mengikuti kegiatan.

Pada siswa kelas 4, rata-rata skor mengalami peningkatan sebesar 1,21 poin. Sementara itu, kelas 5 menunjukkan peningkatan sebesar 1,33 poin, dan kelas 6 mengalami peningkatan sebesar 1,07 poin.
Peningkatan pada ketiga kelompok kelas tersebut menunjukkan adanya perubahan pemahaman siswa setelah memperoleh edukasi mengenai sampah organik dan nonorganik serta pemilahan sampah.
Hasil tersebut menjadi salah satu indikator bahwa kegiatan edukasi LESTARI dapat membantu siswa memahami pentingnya memilah sampah berdasarkan jenisnya.
Meskipun peningkatan skor menjadi salah satu indikator keberhasilan kegiatan, tujuan LESTARI tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan.
Program ini juga diarahkan untuk mendorong siswa agar mampu menerapkan pengetahuan tersebut dalam perilaku sehari-hari, baik di sekolah maupun di lingkungan tempat tinggal.

Sebagai bentuk keberlanjutan dari kegiatan edukasi, LESTARI juga dilanjutkan dengan aksi nyata berupa penyebaran dan penempatan enam tong sampah organik dan nonorganik di RW 1 Desa Wangisagara.
Penyediaan fasilitas tersebut diharapkan dapat menjadi sarana pendukung bagi masyarakat untuk menerapkan kebiasaan memilah sampah secara langsung.
Dengan adanya tempat sampah yang dibedakan berdasarkan jenisnya, masyarakat dan anak-anak dapat lebih mudah menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh dalam kegiatan penyuluhan.
Program LESTARI dirancang sebagai inovasi yang mengintegrasikan edukasi lingkungan, peningkatan pemahaman mengenai pemilahan sampah, dan aksi nyata dalam satu rangkaian kegiatan.
Pendekatan tersebut membuat siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai jenis dan pengelolaan sampah, tetapi juga memiliki kesempatan untuk mempraktikkan langsung kebiasaan memilah sampah.
Dengan demikian, LESTARI (Lingkungan Asri dan Bersih) menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKNT INOVASI IPB University dalam mendukung terciptanya lingkungan Desa Wangisagara yang lebih bersih dan asri.
Melalui kolaborasi antara mahasiswa, sekolah, siswa, dan masyarakat, pengetahuan mengenai pengelolaan sampah diharapkan tidak berhenti sebagai materi penyuluhan, tetapi dapat berkembang menjadi kebiasaan nyata yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


