menikmati pesona wisata situ gede bogor - News | Good News From Indonesia 2026

Menikmati Pesona Wisata Situ Gede Bogor

Menikmati Pesona Wisata Situ Gede Bogor
images info

Gerbang Danau Situ Gede Bogor. Foto: Dokumen penulis


Bogor sering dikenang melalui Kebun Raya dan riuh perjalanan menuju Puncak. Padahal, kota ini menyimpan ruang hijau dengan pengalaman yang berbeda. Salah satunya Danau Situ Gede, danau sekitar enam hektare di Kelurahan Situgede, Bogor Barat.

Danau ini berdampingan dengan Hutan Penelitian Dramaga yang kini dikenal sebagai Hutan CIFOR. Perpaduan air, pepohonan, dan kehidupan warga membuat kawasan ini menarik.

Situ Gede bukan sekadar tempat berfoto atau menaiki perahu. Ia merupakan ruang ekologis, sosial, dan ekonomi yang terus berkembang. Letaknya sekitar sepuluh kilometer dari pusat Bogor dan tiga kilometer dari Terminal Bubulak.

Danau Tua yang Menyimpan Cerita

Danau Situ Gede Bogor. Foto: dokumen penulis

Sejarah Situ Gede tidak dapat dipisahkan dari kebutuhan manusia mengelola air. Portal Jadesta Kementerian Pariwisata mencatat pengembangan Situ Gede berlangsung sejak 1854.

Saat itu, pemerintah Hindia Belanda mengembangkannya untuk mendukung pengairan sawah masyarakat sekitar. Fungsi tersebut menunjukkan bahwa danau sejak awal bukan sekadar latar pemandangan.

Situ Gede memiliki hubungan erat dengan kehidupan masyarakat dan tata air kawasan. Penelitian Fatahudin, Purwanto, dan Ibrahim, Perencanaan Pengembangan Prasarana Kawasan Ekowisata Situ Gede Kota Bogor (2021), juga menempatkan kawasan ini sebagai daerah penting bagi tata air dan perlindungan lingkungan.

baca juga

Di tengah danau terdapat pulau kecil yang menambah lapisan cerita. Masyarakat mengenalnya melalui kisah lokal dan tradisi ngubek setu yang dahulu dilakukan menjelang Ramadan. Cerita masyarakat juga menghubungkan pulau tersebut dengan jejak Galuh Pakuan. Kisah semacam ini menunjukkan bahwa sebuah lanskap tidak hanya terdiri atas tanah dan air.

Di dalamnya terdapat ingatan kolektif yang memberi makna pada tempat. Penelitian Srihadi dan Rivaldo, Kajian Ekowisata dan Kearifan Lokal di Kawasan Situgede Bogor (2020), menegaskan pentingnya kearifan lokal dalam pengembangan ekowisata. Penelitian terbaru mencatat tradisi ngubek setu tidak lagi dilakukan secara rutin sejak 2019.

Daya tarik Situ Gede justru terletak pada kesederhanaannya. Pengunjung dapat duduk di bawah pepohonan, berjalan di tepi danau, menikmati air yang tenang, menaiki perahu, atau bersantai bersama keluarga. Tersedia pula wahana bebek air, jalur berjalan dan berlari, serta ruang untuk piknik.

Bagi pencinta fotografi, air dan pepohonan menawarkan lanskap yang berubah mengikuti cahaya. Pagi terasa lembut, sedangkan sore menghadirkan suasana yang berbeda. Penelitian Setiawan dan Utami, Persepsi Wisatawan Milenial terhadap Ekowisata Situ Gede Kota Bogor (2022), menunjukkan bahwa daya tarik, aksesibilitas, amenitas, dan layanan pendukung berperan dalam pengalaman wisatawan.

Pesona Situ Gede semakin kuat karena danau ini berada dalam lanskap hijau yang lebih luas. Di sisinya terbentang Hutan Penelitian Dramaga, kawasan yang memiliki sejarah panjang dalam penelitian kehutanan. Kehadiran hutan membuat pengalaman wisata tidak berhenti di tepian danau.

Pengunjung dapat menikmati keteduhan pepohonan, melihat berbagai jenis tanaman, dan mengunjungi penangkaran rusa. Temuan lapangan 2025 menunjukkan beberapa pohon bahkan dilengkapi informasi mengenai nama, tahun tanam, dan asalnya. Hutan tersebut dengan demikian bukan hanya ruang hijau, tetapi juga memiliki potensi sebagai ruang belajar tentang alam.

Hutan CIFOR memiliki cerita tersendiri. CIFOR berdiri pada 1993 dan kemudian menjadikan Bogor sebagai salah satu pusat kegiatan riset kehutanan internasional. Laporan CIFOR-ICRAF di Indonesia: Tiga Dekade Kemitraan (2022) mencatat kegiatan penelitian CIFOR di Indonesia sejak 1993. Fokusnya mencakup hutan, pohon, agroforestri, perubahan iklim, serta penghidupan masyarakat.

Karena itu, Hutan CIFOR bukan sekadar nama populer bagi kawasan hijau di sekitar Situ Gede. Ia membawa jejak panjang penelitian mengenai hubungan manusia dengan hutan dan lingkungan.

Wisata yang Bersua Ekologi

Pesona Situ Gede sebenarnya terletak pada pertemuan antara danau dan hutan. Air menghadirkan ruang terbuka, sedangkan pepohonan memberi keteduhan. Rusa, burung, vegetasi, dan kehidupan masyarakat membentuk ekosistem yang dapat menjadi sumber pembelajaran.

Wisatawan semestinya tidak hanya datang untuk menikmati pemandangan. Mereka juga dapat memahami hubungan air, hutan, manusia, dan keanekaragaman hayati. Sayangnya, potensi tersebut belum sepenuhnya menjadi pengalaman edukatif.

Penelitian Fayzano dan kawan-kawan, Analisis Penerapan Prinsip Ekowisata di Kawasan Wisata Situ Gede Bogor (2026), menemukan bahwa aspek interpretasi lingkungan masih terbatas. Program pemanduan dan tur edukatif juga belum tersedia secara memadai.

Di sinilah konsep ekowisata menjadi penting. The International Ecotourism Society melalui What Is Ecotourism? (2015) menjelaskan bahwa ekowisata merupakan perjalanan bertanggung jawab ke kawasan alami dengan tujuan mendukung konservasi dan kesejahteraan masyarakat lokal.

Daniel Fennell dalam Ecotourism edisi kelima (2020) juga menekankan keseimbangan antara pengalaman wisata, perlindungan lingkungan, dan manfaat bagi masyarakat. Dengan ukuran tersebut, Situ Gede memiliki modal penting. Masyarakat terlibat melalui kios, parkir, dan aktivitas wisata. Penelitian 2026 mencatat sekitar dua puluh kios dikelola warga setempat.

Namun, keindahan alam tidak otomatis menjadikan suatu kawasan sebagai ekowisata. Masalah paling nyata terlihat dalam pengelolaan sampah. Penelitian 2026 menemukan tumpukan sampah di sejumlah titik, termasuk rawa dan saluran air.

Peneliti juga mencatat praktik pembakaran sampah secara terbuka. Tempat sampah terpilah sebenarnya tersedia, tetapi penggunaannya belum efektif. Sampah masih bercampur dan beberapa tempat mengalami penumpukan.

baca juga

Hutan CIFOR. Foto: Dokumen penulis

Persoalan lain adalah kebisingan akibat pengeras suara bervolume tinggi. Masalah tersebut penting karena ketenangan merupakan salah satu kekuatan utama Situ Gede. Jika aktivitas wisata justru menghilangkan ketenangan, daya tarik alamnya perlahan dapat terkikis.

Situ Gede pernah mengalami revitalisasi yang menunjukkan perhatian pemerintah terhadap potensinya. Pemerintah Provinsi Jawa Barat meresmikan kawasan tersebut setelah penataan pada Januari 2023. Revitalisasi diarahkan untuk memperkuat fungsi wisata sekaligus mendorong ekonomi masyarakat.

Masa depan Situ Gede tidak seharusnya diukur dari jumlah pengunjung semata. Pertanyaan yang lebih penting adalah apa yang tersisa setelah wisatawan pulang. Apakah danau semakin bersih, hutan semakin terjaga, dan masyarakat semakin sejahtera? Apakah pengunjung pulang dengan pengetahuan baru tentang lingkungan?

Penelitian Fayzano dkk menunjukkan bahwa delapan prinsip ekowisata TIES belum diterapkan secara optimal. Pemberdayaan masyarakat relatif berjalan baik, tetapi konservasi, edukasi, interpretasi, dan pengelolaan lingkungan masih membutuhkan penguatan. Situ Gede kini berada dalam fase penting menuju ekowisata yang lebih berkelanjutan.

Situ Gede tetap layak dikunjungi karena masih menawarkan pengalaman yang semakin langka di tengah kota. Wisatawan dapat berjalan tanpa terburu-buru, duduk di bawah pohon, memandang air, atau berbincang dengan warga. Pengalaman sederhana itu justru bernilai ketika ruang hijau perkotaan terus menghadapi berbagai tekanan.

Pengunjung tentu memiliki tanggung jawab menjaga kebersihan, mengurangi kebisingan, dan menghormati ruang masyarakat. Pemerintah dan pengelola perlu memperkuat pengelolaan sampah, fasilitas dasar, informasi lingkungan, serta pembiayaan konservasi.

Situ Gede mengajari kita cara menikmati kota dengan lebih santai. Kita tidak selalu perlu pergi jauh untuk menemukan ketenangan. Kadang, kita hanya perlu menepi dan melihat ruang yang selama ini terlewat. Danau ini menyimpan sejarah pengelolaan air, kehidupan masyarakat, hutan penelitian, dan peluang ekonomi.

Hutan CIFOR menambahkan dimensi pengetahuan pada lanskap tersebut. Jika dikelola dengan serius, keduanya dapat menjadi laboratorium hidup tentang hubungan manusia dan alam. Situ Gede bukan sekadar tempat untuk dikunjungi. Ia adalah ruang yang perlu dirawat agar pesonanya tidak berhenti pada foto, tetapi tumbuh menjadi pengalaman yang meninggalkan kesadaran.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

FS
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.