Tim Kader KKNT-KP IPB University Desa Cipelang berhasil membentuk 13 orang Kader Keamanan Pangan Desa (KKPD) di Desa Cipelang, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor.
Pembentukan KKPD ini merupakan bentuk dari salah satu hasil rangkaian program kerja Kader Naik Kelas yang menyasar anggota aktif Posyandu dan Ibu Rumah Tangga sebagai calon kader keamanan pangan desa.
Kader Naik Kelas: Dari Sosialisasi dan Bimbingan Teknis hingga Terbit SK Kepala Desa
Program Kader Naik Kelas memuat tiga tahap berurutan yang mencangkup pengisian asesmen kebutuhan dan identifikasi potensi sumber daya manusia desa (pre dan post test), peresmian pembentukan kader melalui penerbitan Surat Keputusan (SK) Kepala Desa, serta pelatihan terstruktur bagi KKPD terbentuk. Dari kegiatan tersebut terbentuklah 13 orang KKPD yang melampaui target awal sebanyak 5–10 orang.
Selama pelatihan, para KKPD diberikan materi edukasi mengenai 5 Kunci Keamanan Pangan dan CEK KLIK (Kemasan, Label, Izin edar, Kadaluarsa), pembatasan konsumsi gula-garam-lemak, cara membaca Informasi Nilai Gizi (ING).
Materi edukasi dibuat dengan mengacu pada arahan dan hasil pembekalan dari pihak BPOM, tetapi penyampaian dan pelatihan disederhanakan agar mudah dipahami masyarakat desa.
Sebagai latihan sebelum terjun langsung, setiap kader turut melaksanakan sesi micro teaching, yaitu praktik menyampaikan materi secara singkat kepada sesama peserta pelatihan.
Pangan Aman Check: Edukasi dan Fasilitasi Komunitas Desa (Sekolah, PKL, dan Dapur Rumah Tangga)
KKPD yang terbentuk menjalankan program Pangan Aman Check yang didampingi oleh Tim Kader KKNT-KP Desa Cipelang melalui kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) keamanan pangan. Berbeda dengan edukasi pada umumnya hanya menyasar forum Posyandu dan PKK, program ini memperluas cakupan sasaran ke tiga komunitas desa, yaitu:
- Sekolah sebagai media edukasi keamanan pangan dan gizi sejak usia dini kepada anak-anak dan lingkungan Pendidikan melalui metode role play disertai dengan pre-post test untuk mengukur kemampuan siswa dalam menyerap materi. Tak hanya siswa, guru dan penjaga kantin juga menjadi sasaran utama komunitas desa du sekolah.
- Pedagang Kaki Lima (PKL) sebagai pelaku penyedia pangan siap saji yang bersentuhan langsung dengan konsumen di lingkungan desa.
- Dapur rumah tangga sebagai unit terkecil dalam rantai pengolahan dan penyajian pangan keluarga sehari-hari.
Melalui pendekatan ini, edukasi keamanan pangan tidak hanya menyentuh kelompok ibu hamil dan ibu balita melalui Posyandu, Namun, juga menjangkau rantai pangan yang lebih luas mulai dari lingkungan sekolah, penjual pangan siap saji, hingga dapur rumah tangga sebagai tempat pengolahan pangan yang paling dekat dengan keluarga.
Menyiapkan Keberlanjutan di Tingkat Desa
Ketua Tim Kader KKNT-KP, Khansa Farzana Pribadi menyampaikan bahwa 13 orang KKPD yang telah resmi terbentuk diharapkan dapat menjadi fondasi keamanan pangan yang berkelanjutan di Desa Cipelang, bahkan setelah program KKN berakhir.
“Kader yang telah dilatih dan diakui secara resmi melalui SK Kepala Desa ini nantinya akan menjadi penggerak edukasi keamanan pangan yang berkelanjutan di tengah masyarakat, mulai dari lingkungan sekolah, PKL, hingga dapur rumah tangga. Kolaborasi dengan Pojok Baca RW 002 juga menjadi salah satu cara agar isu keamanan pangan bisa dikenalkan kepada anak-anak sejak dini melalui kegiatan yang menyenangkan,” ujar Khansa.
Dengan terbentuknya kader resmi serta perluasan sasaran edukasi ke berbagai lapisan masyarakat, program Tim Kader KKNT-KP Desa Cipelang diharapkan dapat menumbuhkan budaya pangan aman yang melekat di seluruh lapisan masyarakat.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


