Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri Inisiatif Terprogram (MIT) ke-22 Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Posko 185 menanam 80 bibit mangrove di kawasan tanggul Kali Bodri, Desa Pidodo Wetan, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, Jumat (14/8/2026).
Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kelestarian lingkungan sekaligus upaya mitigasi bencana di kawasan pesisir. Penanaman mangrove diharapkan dapat membantu memperkuat tanggul alami yang rentan mengalami erosi, abrasi, dan luapan air pasang.
Penanaman mangrove difokuskan pada sejumlah titik rawan di sekitar tanggul Kali Bodri yang dinilai memerlukan perhatian khusus. Kawasan tersebut memiliki peran penting sebagai benteng pertahanan alami yang melindungi wilayah daratan di sekitarnya dari ancaman abrasi dan erosi akibat aliran air sungai maupun pasang air laut.
Koordinator Divisi Kesehatan dan Lingkungan KKN MIT-22, Alya Meilusi Wardhani, mengatakan penanaman mangrove tidak hanya menjadi bagian dari program kerja KKN, tetapi juga merupakan langkah awal untuk mendukung pelestarian lingkungan secara berkelanjutan.
“Tanggul Kali Bodri adalah jalur penting yang menopang keselamatan lingkungan di sekitar pesisir ini. Dengan menanam 80 bibit mangrove, kami ingin menginisiasi langkah kecil yang berdampak besar dalam menjaga kestabilan tanah dan ekosistem. Kami berharap bibit-bibit ini dapat tumbuh subur dan memperkuat benteng pertahanan pesisir secara berkelanjutan,” ujarnya.
Secara ekologis, tanaman mangrove memiliki sistem perakaran yang kuat dan kompleks. Akar-akar tersebut berfungsi mengikat sedimen lumpur, menahan hempasan gelombang air, serta membantu mencegah pengikisan tanah di sepanjang sempadan sungai dan pantai. Keberadaan mangrove juga memiliki fungsi penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir.
Selain memperkokoh struktur tanggul, pertumbuhan mangrove di kawasan Kali Bodri diharapkan mampu membantu mengembalikan fungsi ekosistem pesisir dan memulihkan keanekaragaman hayati. Kawasan mangrove juga dapat menjadi habitat bagi berbagai biota air di sekitarnya sehingga keberadaannya tidak hanya memberikan manfaat bagi kondisi lingkungan, tetapi juga mendukung keberlangsungan kehidupan di kawasan pesisir.
Kegiatan penanaman tersebut mendapat apresiasi dari warga dan tokoh masyarakat setempat. Mereka menilai keberadaan tanggul yang kokoh sangat penting untuk melindungi permukiman dan lahan warga dari potensi luapan air. Dukungan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan kawasan yang telah ditanami mangrove.
Salah satu perwakilan warga setempat, M. Dahlan Ghozali, menyampaikan rasa terima kasih atas inisiatif dan kerja keras para mahasiswa KKN UIN Walisongo. Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada proses penanaman, tetapi juga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk turut menjaga dan merawat kawasan pesisir secara bersama-sama.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN MIT-22 UIN Walisongo berharap penanaman 80 bibit mangrove dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Desa Pidodo Wetan. Upaya tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun kepedulian bersama terhadap kondisi lingkungan sekitar.
Mahasiswa juga mendorong adanya sinergi antara masyarakat, pemerintah daerah, dan berbagai pihak untuk menjaga kawasan pesisir secara berkelanjutan. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar mangrove yang telah ditanam dapat dirawat dan tumbuh dengan baik, sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Dengan adanya penanaman mangrove ini, KKN MIT-22 UIN Walisongo Posko 185 tidak hanya menjalankan program pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga berupaya menumbuhkan kesadaran mengenai pentingnya menjaga lingkungan pesisir. Kegiatan tersebut menjadi bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung terwujudnya kawasan pesisir Kendal yang lebih tangguh, lestari, dan mampu menghadapi berbagai ancaman lingkungan.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


