gropyokan hama tikus bersama warga untuk menjaga lahan pertanian sangkanayu - News | Good News From Indonesia 2026

Gropyokan Hama Tikus Bersama Warga untuk Menjaga Lahan Pertanian Sangkanayu

Gropyokan Hama Tikus Bersama Warga untuk Menjaga Lahan Pertanian Sangkanayu
images info

Tim KKNT IPB bersama masyarakat Desa Sangkanayu melakukan gropyokan hama tikus di area persawahan. | Foto: Dokumentasi Pribadi


Hama tikus menjadi salah satu gangguan yang dapat dihadapi petani dalam kegiatan budidaya padi. Keberadaannya di area persawahan dapat mengganggu tanaman dan berpotensi memengaruhi hasil budidaya apabila tidak dikendalikan. Kondisi tersebut juga menjadi salah satu perhatian masyarakat Desa Sangkanayu, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal, yang memiliki aktivitas pertanian sebagai bagian dari kehidupan masyarakat.

Melihat kondisi tersebut, Tim KKNT IPB Desa Sangkanayu bersama masyarakat melaksanakan kegiatan gropyokan hama tikus di area persawahan. Kegiatan ini dilakukan sebagai salah satu upaya pengendalian hama secara bersama-sama dengan memanfaatkan kondisi dan keberadaan lubang atau sarang tikus yang ditemukan di sekitar lahan pertanian.

Mengendalikan Hama Secara Bersama-sama

Gropyokan merupakan kegiatan pengendalian hama tikus yang dilakukan secara bersama-sama di area persawahan. Kegiatan ini dilakukan dengan menyusuri lahan untuk mencari keberadaan lubang atau sarang tikus yang berada di sekitar tanaman dan pematang sawah.

Kegiatan secara bersama-sama menjadi bagian penting dalam pelaksanaan gropyokan. Petani dan peserta kegiatan dapat saling membantu dalam menemukan titik keberadaan tikus serta melakukan pengendalian pada lokasi yang telah ditemukan. Dengan melibatkan masyarakat secara langsung, kegiatan juga menjadi ruang untuk bertukar informasi mengenai kondisi persawahan dan gangguan hama yang dihadapi.

Dalam pelaksanaannya, tim bersama masyarakat menggunakan emposan sebagai salah satu alat bantu. Emposan digunakan untuk menghasilkan asap yang kemudian diarahkan ke dalam lubang tikus. Asap tersebut membantu mengeluarkan tikus dari tempat persembunyiannya sehingga keberadaannya dapat diketahui dan ditangani.

Penggunaan emposan dalam kegiatan ini merupakan bagian dari proses pengendalian yang dilakukan setelah lubang atau sarang tikus ditemukan. Dengan demikian, emposan berperan sebagai alat yang mendukung kegiatan gropyokan, sedangkan gropyokan sendiri merupakan rangkaian kegiatan pengendalian hama yang dilakukan secara bersama-sama.

baca juga

Belajar Langsung dari Kondisi Persawahan

Kegiatan gropyokan juga memberikan kesempatan bagi Tim KKNT IPB untuk melihat secara langsung kondisi lahan pertanian dan memahami salah satu permasalahan yang dihadapi masyarakat. Melalui kegiatan di lapangan, mahasiswa dapat berinteraksi dengan masyarakat sekaligus mengetahui bagaimana pengendalian hama dilakukan berdasarkan kondisi yang ditemukan di persawahan.

Bagi masyarakat, keterlibatan dalam kegiatan bersama seperti gropyokan dapat menjadi bagian dari upaya menjaga lahan pertanian secara kolektif. Pengendalian hama yang dilakukan secara bersama-sama juga memungkinkan area persawahan diperiksa secara lebih menyeluruh dibandingkan apabila dilakukan secara individual.

Selain kegiatan pengendalian, proses di lapangan juga menjadi ruang untuk berbagi pengalaman antara petani dan mahasiswa. Masyarakat dapat menyampaikan kondisi yang mereka temui, sementara tim KKN dapat belajar mengenai praktik pengelolaan lahan dan permasalahan pertanian secara langsung.

Menjaga Produktivitas Lahan Pertanian

Pengendalian hama menjadi salah satu bagian penting dalam pengelolaan tanaman agar gangguan terhadap pertumbuhan tanaman dapat diminimalkan. Melalui gropyokan, masyarakat melakukan salah satu bentuk penanganan hama yang menyesuaikan dengan kondisi lapangan dan dilakukan secara bersama-sama.

Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pengendalian tikus, tetapi juga menunjukkan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga kondisi lahan pertanian. Kerja sama dalam menemukan dan menangani titik-titik keberadaan tikus menjadi bagian dari upaya bersama untuk menjaga area persawahan.

Bagi Tim KKNT IPB Desa Sangkanayu, kegiatan gropyokan menjadi pengalaman untuk memahami bahwa persoalan pertanian tidak hanya dapat dilihat dari sisi teknologi, tetapi juga dari kerja sama dan keterlibatan masyarakat. Pengendalian hama membutuhkan perhatian terhadap kondisi lingkungan, pemantauan di lapangan, dan tindakan yang sesuai dengan permasalahan yang ditemukan.

baca juga

Kolaborasi untuk Pertanian Desa

Kegiatan gropyokan hama tikus menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara Tim KKNT IPB dan masyarakat Desa Sangkanayu. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya hadir sebagai pelaksana program, tetapi juga ikut terlibat dalam aktivitas yang berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat.

Kegiatan ini diharapkan dapat menambah pengalaman dan wawasan mahasiswa mengenai pengelolaan pertanian di tingkat desa, sekaligus menjadi bagian dari upaya masyarakat dalam menjaga lahan persawahan dari gangguan hama. Gropyokan juga menunjukkan bahwa pengendalian permasalahan pertanian dapat dilakukan melalui kerja sama dan keterlibatan bersama.

Pada akhirnya, menjaga lahan pertanian bukan hanya menjadi tanggung jawab petani secara individual. Kerja sama antarwarga dan dukungan dari berbagai pihak dapat menjadi bagian penting dalam menghadapi gangguan yang muncul di lapangan. Melalui kegiatan sederhana seperti gropyokan, kepedulian terhadap kondisi persawahan dapat terus dibangun bersama masyarakat Desa Sangkanayu.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

OS
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.