mahasiswa kknt ipb university sosialisasikan ketahanan keluarga dan inovasi aplikasi famlink guna meningkatkan ketahanan keluarga di kelurahan kayuloko wonogiri - News | Good News From Indonesia 2026

Mahasiswa KKNT IPB University Sosialisasikan Ketahanan Keluarga dan Inovasi Aplikasi FamLink di Kayuloko, Wonogiri

Mahasiswa KKNT IPB University Sosialisasikan Ketahanan Keluarga dan Inovasi Aplikasi FamLink di Kayuloko, Wonogiri
images info

Kegiatan sosialisasi ketahanan keluarga dan inovasi aplikasi Famlink di Kelurahan Kayuloko: (Dokumentasi pribadi)


Tim mahasiswa KKN Tematik IPB University menyelenggarakan program sosialisasi "Pop-Up Ketahanan Keluarga" di Kelurahan Kayuloko, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Wonogiri.

Menariknya, kegiatan edukasi ini secara khusus menyasar kelompok ibu-ibu PKK dengan metode kunjungan langsung ke sejumlah perkumpulan rutin PKK di tingkat RW dan RT.

Pemilihan mereka sebagai sasaran utama merupakan langkah strategis. Para ibu memegang peran sentral dalam manajemen rumah tangga, mulai dari pembagian peran harian, pengasuhan anak, hingga pengelolaan keuangan.

Melalui pendekatan yang membaur dengan kegiatan warga ini, tim KKNT IPB University berupaya menyosialisasikan instrumen ketahanan keluarga agar tepat sasaran dan mudah diterima.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa memanfaatkan momen pertemuan rutin RW dan RT tersebut untuk membangun sinergi antara pemahaman tim KKNT mengenai ketahanan keluarga dengan visi program PKK dalam mewujudkan keluarga yang sejahtera.

baca juga

Pada kesempatan ini, mahasiswa secara khusus memperkenalkan media edukasi "Pop-Up Ketahanan Keluarga" dan platform FamLink (aplikasi digital berbasis smartphone).

Kedua instrumen inovatif tersebut merupakan hasil karya dan pengembangan dari Prof. Dr. Ir. Euis Sunarti, M.Si., selaku Guru Besar Ilmu Keluarga dan Konsumen IPB University.

Fokus utama dari kegiatan ini adalah peningkatan kapasitas masyarakat dalam pemanfaatan teknologi dan media edukasi keluarga. Tim mahasiswa memberikan edukasi serta simulasi tata cara penggunaan aplikasi FamLink agar anggota PKK memahami fitur dan fungsinya.

Tujuannya adalah membekali para ibu agar nantinya dapat menggunakan aplikasi FamLink dan mempraktikkan materi Pop-Up secara mandiri di rumah sebagai alat introspeksi dan evaluasi bersama anggota keluarganya masing-masing.

Setelah sosialisasi instrumen tersebut, suasana perkumpulan dilanjutkan dengan sesi edukasi praktis yang dikemas secara interaktif dan santai.

Materi yang dibahas mencakup isu-isu esensial bagi keluarga, seperti pentingnya komunikasi yang sehat, cara bijak mengatur keuangan untuk memenuhi kebutuhan harian dan masa depan, kerja sama yang harmonis antara suami, istri, dan anak, serta pentingnya menjaga pendidikan dan kesehatan keluarga.

Agung, selaku Koordinator Desa tim KKNT IPB University, menjelaskan bahwa strategi bergabung dengan perkumpulan PKK tingkat RW sangat efektif untuk memastikan pesan edukasi yang dibawa mahasiswa dapat dipahami secara maksimal.

Selain itu, strategi tersebut memungkinkan mahasiswa untuk menyesuaikan waktu dan lokasi kegiatan dengan jadwal harian masyarakat, sehingga sosialisasi dapat menjangkau audiens yang luas tanpa berbentrokan dengan kesibukan masyarakat.

"Media Pop-Up edukasi dan aplikasi FamLink ini merupakan instrumen luar biasa karya Prof. Euis Sunarti yang kami bawa untuk diimplementasikan di masyarakat. Oleh karena itu, kami turun langsung ke perkumpulan ibu-ibu PKK untuk menyelaraskan visi tentang pentingnya ketahanan keluarga. Harapannya, para ibu tidak sekadar mengetahui eksistensi instrumen ini, tetapi ke depannya benar-benar mampu menggunakannya sebagai alat bantu introspeksi dan evaluasi yang efektif saat berdiskusi bersama keluarga di rumah," jelas Agung.

baca juga

Guna memperkuat komitmen dari materi yang telah didiskusikan, ibu-ibu PKK juga diajak berpartisipasi dalam sesi "Pohon Harapan Keluarga".

Pada sesi yang penuh antusiasme ini, setiap peserta menuliskan harapan serta komitmen nyata yang akan mereka lakukan ke depannya demi meningkatkan kesejahteraan keluarganya.

Melalui pendekatan lansgung di perkumpulan PKK dan peningkatan kapasitas penggunaan teknologi interaktif FamLink, program ini diharapkan mampu menciptakan kolaborasi edukatif yang kuat antara mahasiswa dan masyarakat.

Ketahanan keluarga yang dievaluasi secara berkala pada akhirnya akan menjadi pilar utama dalam melahirkan lingkungan desa yang tangguh dan sejahtera di Kelurahan Kayuloko.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

AA
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.