memulai perjalanan global volunteer membangun kesiapan dan koneksi lintas budaya di hari pertama - News | Good News From Indonesia 2026

Memulai Perjalanan Global Volunteer: Membangun Kesiapan dan Koneksi Lintas Budaya di Hari Pertama

Memulai Perjalanan Global Volunteer: Membangun Kesiapan dan Koneksi Lintas Budaya di Hari Pertama
images info

AIESEC in UIN Jakarta memulai rangkaian perjalanan peserta Incoming Global Volunteer melalui kegiatan Incoming Preparation Seminar & Welcoming Party


AIESEC in UIN Jakarta memulai rangkaian perjalanan peserta Incoming Global Volunteer melalui kegiatan Incoming Preparation Seminar & Welcoming Party yang dilaksanakan pada Selasa, 21 Juli 2026 di Eau De Cafe. Kegiatan ini menjadi salah satu tahapan awal untuk mempersiapkan Exchange Participants (EPs) dan Local Volunteers (LVs) sebelum menjalankan rangkaian proyek Global Volunteer di Indonesia.

Mengusung semangat untuk menciptakan pengalaman pertukaran yang aman, bermakna, dan kolaboratif, kegiatan ini tidak hanya menjadi momen penyambutan bagi peserta internasional.

Berbagai sesi dirancang untuk membantu EP memahami lingkungan baru yang akan mereka hadapi, mulai dari pengenalan AIESEC, tujuan proyek, kondisi sosial dan budaya setempat, hingga informasi mengenai keamanan, transportasi, serta kehidupan sehari-hari di Indonesia.

Rangkaian acara diawali dengan proses registrasi dan persiapan peserta sebelum memasuki sesi utama. Setelah itu, peserta mengikuti penjelasan mengenai agenda dan aturan kegiatan, dilanjutkan dengan check-in melalui pertanyaan reflektif.

Di sini, peserta diajak untuk membayangkan bagaimana mereka akan menghabiskan waktu apabila memiliki kesempatan selama 24 jam tanpa batasan waktu. Suasana kemudian dibuat semakin interaktif melalui roll dance yang diikuti bersama oleh EPs dan LVs.

Aktivitas berlanjut dengan opening remark dari perwakilan AIESEC in UIN Jakarta, sebelum peserta mendapatkan pengenalan mengenai AIESEC melalui sesi AIESEC 101.

Pada sesi tersebut, peserta diperkenalkan dengan AIESEC secara lebih luas, termasuk sejarah organisasi, AIESEC Way, serta Leadership Development Model yang menggambarkan perjalanan pengembangan kepemimpinan dari sisi internal maupun eksternal.

Selanjutnya, peserta mengikuti sesi PGS Vision: Find Your Purpose yang mengajak mereka merefleksikan tujuan pribadi serta hubungan antara pengalaman Global Volunteer dengan proses pengembangan diri.

Di sini, mereka didorong untuk mengenali alasan di balik perjalanan mereka dan memahami bagaimana pengalaman yang akan dijalani dapat diterjemahkan menjadi tindakan serta kontribusi nyata.

baca juga

Pemahaman mengenai Global Volunteer kemudian diperkuat melalui sesi Pathwayto IGV: First Step to Impact. Peserta memperoleh pengenalan mengenai sejarah Incoming Global Volunteer serta fungsi yang dijalankan dalam program tersebut.

Sesi ini sekaligus menjadi pengantar sebelum peserta memasuki pengalaman proyek yang telah dipersiapkan oleh AIESEC in UIN Jakarta.

Salah satu bagian yang memperkuat interaksi antarpeserta adalah Mingle and Share. Dalam sesi ini, EPs dan LVs saling memperkenalkan diri, berbagi fun fact, serta mencoba mengingat identitas satu sama lain.

Aktivitas ini menjadi ruang awal bagi peserta untuk membangun koneksi, terutama karena mereka berasal dari latar belakang dan pengalaman yang berbeda.

Setelah membangun koneksi, peserta mendapatkan penjelasan mengenai proyek On The Map melalui sesi Mappingthe Mission. Materi mencakup gambaran proyek, job description, fokus SustainableDevelopment Goals (SDGs), jam kerja, agenda selama proyek, hingga penyelarasan ekspektasi antara peserta dan tim penyelenggara.

Melalui sesi ini, peserta mendapatkan gambaran mengenai peran serta tanggung jawab yang akan mereka jalankan selama berada di Indonesia.

Aspek kesiapan peserta juga menjadi perhatian melalui sesi Safety First dan Political & Culture Unlocked. Peserta dibekali informasi mengenai keselamatan selama berada di wilayah Tangerang Selatan, prosedur menghadapi keadaan darurat, kontak penting, fasilitas kesehatan, aturan lokal, serta berbagai norma sosial dan budaya yang perlu diperhatikan.

Pembahasan mengenai culture shock juga menjadi bagian dari persiapan agar peserta dapat lebih memahami kemungkinan perbedaan yang mereka temui selama menjalani proyek.

Setelah sesi pembekalan, peserta mengikuti One Voice Challenge, sebuah permainan kolaboratif yang mengharuskan seluruh peserta menghitung secara berurutan tanpa menentukan siapa yang akan berbicara berikutnya. Aktivitas tersebut menjadi sarana untuk melatih kemampuan mendengarkan, koordinasi, serta komunikasi nonverbal dalam suasana yang lebih santai.

Pada sesi berikutnya, peserta mendapatkan informasi praktis melalui Life Around the City dan Ride & RouteGuide. Materi tersebut memberikan gambaran mengenai kehidupan sehari-hari, makanan, kebutuhan dasar, biaya hidup, transportasi, penggunaan aplikasi, hingga cara menavigasi lingkungan sekitar. Pembekalan ini diharapkan membantu EP lebih siap menjalani kehidupan sehari-hari selama berada di Indonesia.

baca juga

Peserta kemudian diperkenalkan lebih jauh dengan proyek On The Map melalui sesi Discover Local Wonders, yang membahas agenda proyek, destinasi lokal, pemberdayaan UMKM, SDGs, serta kontribusi yang dapat diberikan peserta selama program.

Setelah sesi tanya jawab, kegiatan dilanjutkan dengan Welcoming Party melalui aktivitas Why You Choose This Journey dan permainan musik Hot Music: Soundtrack of the Legends. Kedua aktivitas tersebut memberikan ruang bagi EP dan LV untuk berbagi motivasi sekaligus mempererat hubungan dalam suasana yang lebih ringan.

Dokumentasi Pribadi
info gambar

Dokumentasi Pribadi


Salah satu peserta menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan tersebut membantunya memahami bahwa persiapan sebelum menjalani program exchange memiliki peran penting dalam membangun rasa nyaman di lingkungan baru.

“Menurut saya, kegiatan ini bukan cuma tentang penyambutan, tetapi juga membantu kita memahami apa yang akan dihadapi selama program. Saya jadi lebih siap karena mendapatkan informasi tentang budaya, keamanan, project, dan juga bisa mulai mengenal teman-teman dari berbagai latar belakang,” ujar Adam, salah satu peserta.

Peserta lainnya turut menyoroti pengalaman berinteraksi dengan EP dan LV sebagai bagian yang paling berkesan dalam kegiatan.

“Bagian yang paling saya suka adalah ketika kami mulai saling memperkenalkan diri dan bermain bersama. Dari situ suasananya terasa lebih dekat dan tidak terlalu canggung. Saya rasa koneksi seperti ini penting karena selama project kami akan bekerja bersama dan belajar dari satu sama lain,” ungkap Rajib.

Melalui IncomingPreparationSeminar & Welcoming Party, AIESEC in UIN Jakarta berupaya memastikan perjalanan Global Volunteer tidak hanya dimulai dengan aktivitas proyek, tetapi juga dengan kesiapan, pemahaman budaya, dan hubungan yang baik antarpeserta.

Pembekalan tersebut menjadi fondasi bagi EP dan LV untuk menjalani pengalaman lintas budaya dengan lebih terbuka, bertanggung jawab, dan siap berkolaborasi.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

AI
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.