tak sekadar tanam dan panen mahasiswa kknt ipb dorong warga desa pasiripis naik kelas lewat agroinovatif - News | Good News From Indonesia 2026

Tak Sekadar Tanam dan Panen, Mahasiswa KKNT IPB Dorong Warga Desa Pasiripis Naik Kelas lewat Agroinovatif

Tak Sekadar Tanam dan Panen, Mahasiswa KKNT IPB Dorong Warga Desa Pasiripis Naik Kelas lewat Agroinovatif
images info

Sosialisasi Agroinovatif : Pengenalan Varietas Benih Padi IPB 9G dan Hilirisasi Komoditas Singkong | Dokumentasi Pribadi


Mahasiswa KKN Tematik Inovasi IPB University melaksanakan program kerja sosialisasi agroinovatif di Kantor Desa Pasiripis, Kabupaten Majalengka, Jumat (7/8/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah inovasi di bidang pangan dan pertanian sebagai upaya menjawab potensi serta permasalahan yang dihadapi masyarakat desa.

Sosialisasi Agroinovatif menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKNT IPB dalam mendorong pemanfaatan potensi pertanian lokal sekaligus memperkenalkan alternatif inovasi yang dapat dikembangkan masyarakat. Acara diikuti sekitar 35 peserta yang terdiri atas perangkat desa, pelaku UMKM, petani, serta masyarakat Desa Pasiripis.

Salah satu materi utama yang diperkenalkan adalah hilirisasi komoditas singkong menjadi Modified Cassava Flour (MOCAF). Inovasi tersebut dipilih dengan mempertimbangkan potensi Desa Pasiripis yang memiliki lahan sekitar 2 ha yang ditanami singkong.

Melalui pengolahan menjadi MOCAF, mahasiswa memperkenalkan konsep bahwa komoditas pertanian tidak harus berhenti pada tahap penjualan bahan mentah.

baca juga

Singkong dapat diolah lebih lanjut menjadi produk bernilai tambah sehingga berpotensi membuka peluang pengembangan usaha dan memperkuat ekonomi lokal.

Dalam sosialisasi tersebut, peserta diperkenalkan dengan MOCAF, mulai dari pengertian, karakteristik, kandungan, hingga peluang pemanfaatannya sebagai bahan pangan. Mahasiswa juga memperkenalkan berbagai kemungkinan produk turunan yang dapat dikembangkan dari tepung MOCAF sebagai bagian dari upaya diversifikasi pangan.

Tidak hanya menyampaikan materi secara teori, mahasiswa KKNT IPB memperagakan tahapan pembuatan MOCAF secara bertahap.

Peserta diperkenalkan dengan kondisi singkong segar sebagai bahan baku, kemudian proses fermentasi, pengeringan, hingga penghalusan bahan menjadi tepung MOCAF.

Praktik tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih konkret kepada masyarakat mengenai proses hilirisasi singkong.

Masyarakat tidak hanya mengetahui konsep MOCAF. Namun, juga memperoleh pemahaman mengenai tahapan pengolahan yang dapat menjadi dasar untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai kegiatan produktif di tingkat rumah tangga maupun UMKM.

Dokumentasi Pribadi

Selain inovasi pangan, mahasiswa KKNT IPB juga mengangkat persoalan pertanian yang tengah dirasakan sebagian masyarakat Desa Pasiripis, yakni keterbatasan air pada lahan sawah.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena sebagian masyarakat Desa Pasiripis menggantungkan mata pencahariannya pada sektor pertanian. Permasalahan ketersediaan air menjadi salah satu kondisi yang perlu mendapat perhatian.

Sosialisasi juga diarahkan pada pengenalan varietas padi IPB 9G yang dikenal memiliki karakter adaptif terhadap kondisi kekeringan.

Pengenalan varietas IPB 9G dilakukan sebagai bagian dari edukasi kepada petani mengenai alternatif teknologi dan inovasi pertanian yang dapat dipertimbangkan dalam menghadapi kondisi lahan dengan keterbatasan air.

baca juga

Mahasiswa tidak hanya memperkenalkan varietas, tetapi juga menjelaskan karakteristik dan potensi pemanfaatannya dalam sistem pertanian yang menghadapi tantangan ketersediaan air.

Program tersebut disusun berdasarkan hasil pengamatan terhadap potensi dan kebutuhan masyarakat selama mahasiswa menjalankan kegiatan KKNT di Desa Pasiripis.

“Konsep Agroinovatif kami susun berdasarkan potensi dan permasalahan yang kami temukan secara langsung di Desa Pasiripis. Kami melihat adanya potensi singkong yang dapat dikembangkan melalui hilirisasi menjadi MOCAF, sekaligus mendengar keluhan petani mengenai keterbatasan air di lahan sawah,” ujar salah satu mahasiswa KKNT IPB dalam kegiatan tersebut.

Kedua materi yang telah dipaparkan memiliki tujuan yang sama, yaitu mendorong masyarakat agar dapat melihat pertanian bukan hanya sebagai aktivitas produksi bahan mentah. Namun, juga sebagai sektor yang berpeluang untuk dikembangkan melalui inovasi dan peningkatan nilai tambah.

Kegiatan Agroinovatif juga menjadi ruang dialog antara mahasiswa dan masyarakat. Para peserta diberikan kesempatan untuk berdiskusi mengenai pengolahan singkong, peluang usaha berbasis MOCAF, serta kondisi pertanian dan ketersediaan air yang dihadapi petani di Desa Pasiripis.

Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan perangkat desa, petani, pelaku UMKM, dan masyarakat dalam mengikuti rangkaian kegiatan.

Kehadiran berbagai unsur masyarakat tersebut menunjukkan bahwa inovasi pertanian dan pangan memiliki keterkaitan langsung dengan kebutuhan ekonomi serta kehidupan masyarakat desa.

Dokumentasi Pribadi

Agroinovatif pada akhirnya tidak hanya menjadi kegiatan sosialisasi, tetapi juga menjadi upaya mahasiswa untuk mempertemukan potensi lokal, inovasi teknologi, dan kebutuhan masyarakat.

Dengan pendekatan berbasis kondisi lapangan, mahasiswa KKNT IPB berupaya menghadirkan gagasan yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan oleh masyarakat Desa Pasiripis.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa IPB University dalam mendukung pengembangan potensi desa melalui inovasi pertanian dan pangan, sekaligus mendorong agar komoditas lokal memiliki nilai tambah dan dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

PR
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.