gandeng program inovasi australia indonesia kkn uin cirebon dongkrak kemampuan baca tulis siswa munjul - News | Good News From Indonesia 2026

Gandeng Program INOVASI Australia-Indonesia, KKN UIN Siber Cirebon Dongkrak Kemampuan Baca-Tulis Siswa Munjul

Gandeng Program INOVASI Australia-Indonesia, KKN UIN Siber Cirebon Dongkrak Kemampuan Baca-Tulis Siswa Munjul
images info

Kolaborasi KKN Kelompok 17 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dan Program INOVASI di SDN 1 Munjul.


Kawan GNFI pasti setuju, kemampuan membaca dan menulis adalah fondasi penting bagi siswa sekolah dasar untuk mengikuti pembelajaran di berbagai mata pelajaran lainnya. Keahlian ini menjadi bekal dasar yang akan terus dipakai anak sepanjang masa sekolahnya, mulai dari memahami soal cerita matematika hingga menangkap instruksi guru di kelas.

Sayangnya, tidak semua siswa punya kecepatan yang sama dalam mengembangkan kemampuan ini. Dengan demikian, pendampingan yang terukur dan berkelanjutan menjadi kunci penting, khususnya bagi siswa yang masih tertinggal dari teman-teman sekelasnya.

Menjawab kebutuhan itu, mahasiswa KKN Tematik Kelompok 17 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menjalankan program pemetaan dan pendampingan kemampuan baca-tulis bagi siswa SDN 1 Munjul, Desa Munjul, Kabupaten Cirebon, sebagai bagian dari kerangka kerja program INOVASI Indonesia-Australia.

baca juga

Program ini dimulai pada 20 Juli 2026, atau hari kedelapan sejak KKN Kelompok 17 resmi diberangkatkan. Pemetaan awal yang dilakukan selama 4 hari adalah untuk mengidentifikasi level kemampuan membaca dan menulis setiap siswa, dilanjutkan pengumpulan data dari seluruh kelas pada 24 dan 25 Juli 2026.

Kegiatan ini turut mendapat arahan dari Ani Suparti, M.Pd., Pengawas Sekolah yang bertugas sebagai Ketua Tim Kerja Kecamatan Astanajapura, yang berkunjung ke SDN 1 Munjul pada 16 Juli 2026 dan menyarankan pembuatan alat peraga edukatif dari barang bekas untuk menunjang proses pendampingan.

Menurut Ani, pendampingan dari mahasiswa KKN diharapkan dapat membantu program ini berjalan lebih baik dan berkelanjutan, sehingga kemampuan membaca anak-anak di Desa Munjul dapat terus meningkat.

Ia juga menyampaikan bahwa program ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Pendidikan dan INOVASI Indonesia-Australia, dengan menggunakan metode Pratham dan Teaching at the Right Level (TaRL).

Sebagai tindak lanjut, pada 27 Juli 2026 digelar pelatihan asesmen bersama Ani bagi seluruh mahasiswa KKN se-Kecamatan Astanajapura, membekali mereka dengan metode Pratham dan TaRL, serta cara pembuatan alat peraga dari barang bekas.

Kawan GNFI, penggunaan barang bekas ini bukan sekadar solusi praktis, melainkan bagian dari metode pembelajaran itu sendiri yang memang sengaja dipilih untuk melatih kreativitas anak sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya daur ulang sejak dini.

Alat peraga yang dibuat dari benda-benda yang akrab dengan keseharian anak juga dinilai lebih mudah dipahami, sehingga proses belajar membaca dan menulis terasa lebih dekat dan menyenangkan bagi siswa.

Elsandra, salah satu mahasiswa KKN Kelompok 17 yang mengikuti pelatihan asesmen tersebut, mengaku pelatihan ini banyak membantu proses pendampingan di lapangan.

baca juga

"Pelatihan ini bikin kami lebih paham cara mengelompokkan anak sesuai level kemampuan bacanya, bukan cuma berdasarkan tingkatan kelas, jadi pendampingan yang kami kasih ke anak-anak jadi lebih tepat sasaran," ujar Elsandra.

Pendampingan dilanjutkan melalui metode les hingga 15 Agustus 2026, menggunakan instrumen Form Level Kemampuan Baca yang mengklasifikasikan kemampuan membaca siswa ke dalam enam level bertahap: Huruf, Suku Kata, Kata, Paragraf/Kalimat, Cerita, dan Lancar.

Setiap level ini menggambarkan tahapan kemampuan siswa, mulai dari yang baru mengenal huruf hingga yang sudah bisa membaca lancar layaknya sebuah cerita utuh.

Dan inilah kabar baiknya, Kawan GNFI: berdasarkan perbandingan data Juli dan Agustus 2026, rata-rata level kemampuan membaca siswa naik dari 2,16 menjadi 3,01 pada skala 1 hingga 6.

Persentase siswa pada level dasar (Huruf) menurun dari 22,2% menjadi 14,3%, sementara siswa pada level lanjut (Cerita dan Lancar) meningkat signifikan dari 1,6% menjadi 22,1%.

Dari 49 siswa yang datanya dapat dibandingkan langsung antara Juli dan Agustus, sebanyak 25 siswa (51%) mengalami kenaikan level, 14 siswa (29%) bertahan pada level yang sama, dan 10 siswa (20%) tercatat mengalami penurunan level.

Kelompok KKN 17 memilih untuk menyampaikan angka ini apa adanya, termasuk siswa yang belum menunjukkan kemajuan, sebagai bentuk transparansi dalam melaporkan hasil program.

Penurunan level pada sebagian siswa bukan disebabkan kemunduran kemampuan membaca yang sesungguhnya, melainkan lebih mengarah pada variasi proses asesmen itu sendiri.

Sesi penilaian bulan Juli dan Agustus dilakukan oleh anggota KKN yang berbeda, sehingga standar penangkapan kemampuan siswa antarpenilai bisa sedikit berbeda satu sama lain.

Selain itu, kondisi siswa saat asesmen berlangsung, seperti kurang fokus, lelah, atau terburu-buru, turut memengaruhi hasil yang tercatat pada sesi tersebut.

Tak hanya program pendampingan di sekolah, Kelompok KKN 17 juga menginisiasi Pojok Baca di SDN 1 Munjul, melengkapi keberadaan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Sibuana Putih yang sudah lebih dulu ada di desa tersebut. Kehadiran Pojok Baca ini diharapkan bisa menjadi ruang tambahan bagi siswa untuk mengakses bacaan.

Bagi Kelompok KKN 17, program ini menjadi bukti bahwa penguatan literasi bisa tumbuh dari ketekunan dan kreativitas, bukan semata dari besarnya anggaran.

Semoga kolaborasi lintas negara lewat program INOVASI Indonesia-Australia seperti ini bisa terus menginspirasi lebih banyak desa lain di Indonesia untuk turut memperkuat literasi generasi mudanya.

Mahasiswa KKN Tematik Kelompok 17 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berharap dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas) di tingkat lokal, bahwa penguatan literasi dasar bukan sekadar program tambahan, melainkan fondasi utama bagi anak-anak Desa Munjul untuk menggapai masa depan yang lebih baik.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

GM
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.