Pernahkah Kawan mendengar salah satu nama kudapan khas daerah Indonesia, yakni ketan urap? Kudapan tradisional yang satu ini merupakan salah satu makanan khas yang berasal dari masyarakat Betawi.
Makanan tradisional yang satu ini sudah berkembang sejak lama di tengah masyarakat. Bahkan ketan urap sering kali menjadi salah satu menu pilihan sarapan sebelum memulai aktivitas harian.
Tidak heran mengapa ketan urap menjadi pilihan sarapan oleh sebagian masyarakat. Sebab kudapan tradisional yang satu ini memiliki kandungan karbohidrat yang berasal dari bahan dasar pembuatannya, sehingga bisa menjadi sumber energi untuk memulai hari.
Bagaimana ulasan lengkap terkait kudapan tradisional khas Betawi tersebut? Simak pembahasan terkait ketan urap dalam artikel berikut ini.
Mengenal Ketan Urap, Kudapan Tradisional Khas Betawi
Disitat GNFI dari buku Ensiklopedi Makanan Tradisional (di Pulau Jawa dan Pulau Madura), ketan urap merupakan salah satu makanan tradisional yang berkembang di tengah masyarakat Betawi. Tidak diketahui secara pasti kapan pertama kali kuliner yang satu ini mulai dikonsumsi oleh masyarakat.
Hanya saja, ketan urap sudah dikonsumsi masyarakat sejak lama. Bahkan keberadaan ketan urap masih bisa dijumpai hingga saat sekarang.
Seperti namanya, ketan urap merupakan kuliner yang terbuat dari bahan dasar beras ketan. Kandungan karbohidrat kompleks yang tinggi dari beras ketan membuat kudapan yang satu ini cukup mengenyangkan jika dikonsumsi dalam jumlah tertentu.
Pemilihan beras ketan sebagai bahan utama berkaitan dengan keberadaannya dahulu. Dalam buku tersebut dijelaskan jika beras ketan banyak ditanam oleh masyarakat di Jakarta dulunya.
Oleh sebab itu, beras ketan cukup mudah untuk didapatkan. Atas dasar inilah, beras ketan digunakan sebagai bahan dasar utama dalam pembuatan kudapan tersebut.
Pilihan Menu Sarapan
Bagi masyarakat Betawi, sarapan menjadi salah satu aktivitas yang kental akan makna. Dinukil dari laman Seni & Budaya Betawi, sarapan atau nyarap menjadi kegiatan yang kental dengan nuansa kekeluargaan di tengah masyarakat.
Namun masyarakat biasanya tidak langsung memulai sarapan dengan makanan berat. Biasanya sarapan dibuka dengan menyantap kue-kue tradisional bersama kopi atau teh.
Ketan urap menjadi salah satu pilihan menu yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Betawi sebagai menu sarapan dulunya. Ketan urap sering menjadi pengganjal perut di pagi hari terlebih dahulu sebelum nantinya mengonsumsi makanan berat.
Apalagi cita rasa gurih yang terdapat dari kuliner tradisional ini menjadikannya cocok sebagai teman minum kopi atau teh hangat. Tidak heran mengapa ketan urap masih banyak dijual oleh para pedagang hingga saat sekarang.
Cara Membuat Ketan Urap
Jika Kawan penasaran dengan cita rasa kuliner tradisional yang satu ini, maka bisa mencoba untuk membuatnya di rumah masing-masing. Apalagi bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat ketan urap cukup mudah didapatkan.
Adapun bahan-bahan yang digunakan untuk membuat ketan urap adalah beras ketan, air, garam, dan parutan kelapa muda. Setelah semua bahan tersedia, maka proses membuat ketan bisa langsung dimulai.
Pada awalnya, Kawan bisa mencuci beras ketan hingga bersih terlebih dahulu. Setelah itu, masak beras ketan bersama air dan garam.
Tunggu proses pemasakan hingga setengah matang. Jika air sudah terserap, maka pindahkan adonan ke dandang dan kukus hingga matang.
Setelah adonan matang, selanjutnya kukus parutan kelapa yang sudah dicampur dengan garam. Jika semua adonan sudah matang, maka selanjutnya bentuk adonan ketan menjadi bulat.
Terakhir, taburi ketan yang sudah matang dengan taburan kelapa parut. Nantinya ketan urap sudah bisa dinikmati sesuai dengan selera masing-masing
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


