bukan hanya sekadar target inilah makna kepuasan sejati dalam memimpin - News | Good News From Indonesia 2026

Bukan Hanya Sekadar Target: Inilah Makna Kepuasan Sejati dalam Memimpin

Bukan Hanya Sekadar Target: Inilah Makna Kepuasan Sejati dalam Memimpin
images info

sumber: AIESEC in UNS


Ketika target tercapai, strategi berjalan mulus, angka-angka di laporan terlihat sempurna. Mungkin bagi beberapa orang, hal itu adalah tujuan utama ketika memimpin. Namun, bagi Revo Alfajri atau yang kerap dipanggil sebagai Revo, semua itu ternyata bukan jaminan bahwa seorang pemimpin benar-benar merasa puas.

Sebagai Local Committee Vice President (LCVP) yang membawahi Departemen External Relations dan Business Development di AIESEC in Universitas Sebelas Maret, Revo punya definisi kepuasan yang jauh berbeda dari yang biasa dibayangkan orang apabila berbicara soal sukses dalam memimpin.

Perjalanannya dimulai jauh sebelum menjabat LCVP. Dulu, ia pernah menjadi Team Leader di salah satu fungsi ExternalRelations, sebuah pengalaman yang mendorongnya untuk selalu terbuka dengan cara-cara baru dalam menghadapi tantangan.

Revo juga memaparkan bahwa ketangguhannya juga tumbuh di fase itu. Ketika rencana tidak berjalan mulus, Revo belajar untuk tetap melangkah maju dan menghadapi tantangan di depannya.

Namun, ketika akhirnya dipercaya memegang dua departemen sekaligus, keraguan datang menghampiri. Ia sempat mempertanyakan dirinya sendiri. Mampukah ia membawahi dua departemen sekaligus yang pada dasarnya merupakan tulang punggung exchange di AIESEC in UNS.

Menurutnya, ada rasa takut yang lebih personal, yaitu takut caranya memimpin justru membuat anggota tim merasa tidak puas. Namun, dari rasa takut itu, timbul pemahaman baru yang mengubah cara Revo memandang orang-orang di sekitarnya.

baca juga

Revo mulai sadar bahwa setiap anggota punya motivasi, kebutuhan, dan cara merespons yang berbeda. Karena itu, cara membimbing dan berkomunikasi pun tidak bisa disamaratakan. Bagi Revo, tidak ada satu formula yang cocok untuk semua orang. Ada anggota yang butuh diskusi mendalam sebelum bertindak, ada pula yang justru berkembang lewat kepercayaan penuh tanpa banyak instruksi. Memahami perbedaan ini, menurutnya, adalah bagian terpenting dari proses menjadi pemimpin yang baik.

Namun, memahami orang lain secara mendalam bukan berarti seorang pemimpin harus selalu bersikap pasif. Ada kalanya, Revo harus mengambil sikap tegas dan antisipatif sebelum persoalan kecil berkembang menjadi masalah yang lebih besar bagi tim.

Di sini, cara Revo memaknai kepuasan dalam memimpin mampu mendorong perubahan persepsinya mengenai leadership selama ini.

Baginya kini, pencapaian target bukan lagi tolok ukur yang sesuai untuk kepuasan sebagai pemimpin. Kepuasan sejati justru muncul ketika arahan yang ia berikan benar-benar dipahami oleh anggota timnya. Ketika mereka tahu persis alasan di balik setiap langkah yang mereka jalani, bukan sekadar menjalankan instruksi.

Dan ketika ilmu serta pengalaman yang mereka dapatkan terasa sepadan dengan usaha yang mereka keluarkan, di situlah Revo merasa benar-benar berhasil sebagai pemimpin.

"Leadership itu sendiri adalah seni. Seni menggerakkan lautan manusia untuk melakukan sesuatu yang mereka yakini, berdasarkan arahan yang kita berikan," ujarnya.

Saat ini, Revo percaya bahwa menjadi pemimpin berarti membuka ruang bagi orang lain untuk berkembang, seiring dengan tujuan pribadi mereka dan tentunya selaras dengan tujuan yang dipegang AIESEC in UNS.

Tak hanya itu, ia ingin menciptakan pencapaian yang bermakna. Sesuatu yang ketika teman-teman satu timnya menengok kembali, mereka sadar bahwa mereka tidak hanya berhasil bagi organisasi, tetapi juga bertumbuh sebagai pribadi yang lebih baik.

baca juga

Kisah Revo ini menjadi pengingat sederhana namun kuat, bahwa kepemimpinan yang baik tidak selalu diukur dari seberapa besar pencapaian di atas kertas, melainkan dari seberapa dalam makna yang tertinggal pada orang-orang yang pernah dipimpin.

Karena, setiap pemimpin pasti punya perjalanannya sendiri untuk memahami apa yang benar-benar berarti dalam peran yang mereka jalani.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

AI
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.