Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) IPB University periode Juli–Agustus 2026 melaksanakan program pengabdian masyarakat berupa pendampingan digitalisasi bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Puncak, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Program ini diinisiasi untuk mendorong para pelaku usaha lokal agar mampu memanfaatkan ekosistem dan teknologi digital dalam memperluas jangkauan pasar, meningkatkan visibilitas merek, serta mempermudah transaksi keuangan harian.
Kegiatan pendampingan ini dilaksanakan di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Asep Taryana, S.T.P., M.M. Seluruh rangkaian program dirancang secara terstruktur dan terintegrasi melalui tiga tahapan utama, yaitu pemetaan serta identifikasi kebutuhan, pendampingan implementasi langsung di lapangan, hingga monitoring dan evaluasi berkala.
Pemetaan Potensi dan Identifikasi Kebutuhan UMKM
Pada tahap awal yang berlangsung pada 9–17 Juli 2026, tim mahasiswa KKNT IPB University terjun langsung melakukan sensus dan pemetaan potensi UMKM di enam wilayah dusun, yaitu Dusun Ciwuni I, Ciwuni II, Karang Anyar, Pakembaran, Mulyaasih I, dan Mulyaasih II. Dari hasil pendataan komprehensif tersebut, tercatat sebanyak 45 pelaku UMKM yang bergerak di beragam sektor usaha, mulai dari pengolahan makanan tradisional, warung makan, kuliner cepat saji, hingga penyedia jasa perbengkelan.
Setelah melalui proses analisis kebutuhan dan tingkat kesiapan digital masing-masing pelaku usaha, sebanyak 18 UMKM terpilih untuk mendapatkan pendampingan intensif. Pendekatan door-to-door atau kunjungan langsung dari rumah ke rumah diterapkan guna memahami kendala teknis yang dihadapi secara mendalam serta memberikan solusi yang tepat sasaran.
Pendampingan Digitalisasi Sesuai Kebutuhan Spesifik Pelaku Usaha
Memasuki tahap implementasi pada 20–21 Juli 2026, tim mahasiswa memberikan pendampingan adaptif yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik dan kesiapan masing-masing mitra usaha. Pendampingan ini mencakup beberapa program utama:
- Pendaftaran dan Optimalisasi Google Maps (13 UMKM): Mahasiswa membantu pendaftaran serta verifikasi titik lokasi usaha pada platform peta digital Google Maps. Langkah ini bertujuan agar profil toko, warung kelontong, dan bengkel warga mudah ditemukan oleh calon pelanggan, baik masyarakat lokal maupun wisatawan luar daerah yang melintasi kawasan Desa Puncak.
- Aktivasi Pembayaran Digital QRIS (1 UMKM): Fasilitasi registrasi dan integrasi sistem pembayaran nontunai menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) DANA. Inovasi ini mempermudah transaksi keuangan yang lebih praktis, higienis, dan terhindar dari kendala ketiadaan uang kembalian.
- Produksi Media Promosi Visual Banner & Video Promosi (15 UMKM): Guna memperkuat daya tarik visual, mahasiswa merancang media promosi fisik dan digital. Sebanyak 5 UMKM menerima banner toko fisik dengan desain informatif, 7 UMKM dibuatkan video profil promosi untuk media sosial, dan 3 UMKM memperoleh paket lengkap berupa banner sekaligus video promosi.
- Penyusunan Katalog Digital & Desain Kemasan Produk (Branding): Mahasiswa menyusun katalog produk digital untuk 5 UMKM dan merancang label stiker kemasan yang menarik bagi 4 UMKM guna menaikkan nilai jual (added value) produk olahan rumahan di mata konsumen.

Dokumentasi Pribadi
Dosen Pembimbing Lapangan, Dr. Asep Taryana, S.T.P., M.M., menegaskan pentingnya pendekatan personal dalam transformasi digital masyarakat desa.
"Setiap pelaku UMKM di tingkat desa memiliki latar belakang dan tingkat literasi teknologi yang beragam. Oleh karena itu, strategi pendampingan yang disesuaikan dengan kebutuhan riil masing-masing pelaku usaha menjadi kunci efektivitas program. Kami berharap pendampingan ini membantu mereka memanfaatkan instrumen digital secara optimal dan berkelanjutan guna mendongkrak omzet penjualan."

Dokumentasi Pribadi
Monitoring, Evaluasi, dan Penguatan Keberlanjutan Usaha
Pada tahap pemungkas yang berlangsung pada 3–6 Agustus 2026, tim mahasiswa KKNT IPB melaksanakan sesi monitoring dan evaluasi terhadap pemanfaatan perangkat digital yang telah dipasang. Selain memantau trafik pencarian di Google Maps dan penggunaan transaksi QRIS, mahasiswa turut memberikan pembekalan edukatif mengenai tata cara mengelola, mengedit, serta memperbarui informasi profil usaha secara mandiri tanpa ketergantungan pada pihak luar.
Para pelaku usaha di Desa Puncak menyambut positif inisiatif ini. Mereka mengungkapkan bahwa pencantuman lokasi di peta digital memudahkan pelanggan menemukan gerai mereka, sementara pembaruan desain visual kemasan dan banner toko berhasil menarik perhatian konsumen baru.
Melalui sinergi antara akademisi dan masyarakat pedesaan ini, mahasiswa KKNT IPB University berharap pendampingan digitalisasi ini menjadi fondasi awal yang kokoh bagi pelaku UMKM di Desa Puncak untuk terus berdaya saing tinggi, mandiri secara ekonomi, dan adaptif terhadap percepatan era ekonomi digital.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


