Bali memiliki keanekaragaman makanan tradisional. Jika harus memilih salah satu makanan tradisional Bali, tentu sangat sulit untuk menentukannya.
Namun, jika terdapat satu hidangan yang bisa merangkum kekayaan rasa kuliner Pulau Dewata ini, maka jawabannya adalah nasi campur Bali.
Konsep nasi campur ini, sebenarnya sama dengan konsep nasi campur dari daerah lainnya di Indonesia. Namun, yang membedakannya adalah isian lauk-pauknya yang didominasi oleh makanan Bali.
Masakan tradisional khas Bali memiliki bumbu dasar yang disebut basa genep, bumbu ini terdiri dari belasan jenis rempah yang dicampur menjadi satu. Hal inilah yang membuat makanan khas Bali bercita rasa yang kuat dan pedas.
Mengenal Lauk-pauk Pendamping Nasi Campur Bali
Sesuai dengan namanya, nasi campur, makanan ini berisi nasi dengan berbagai macam lauk dan sayuran khas masakan Bali. Nasi campur Bali, biasanya berisi ayam sisit (ayam suwir), lawar (urap), sate lilit, dan sambal matah.
Namun, tidak jarang juga berisi telur pindang dan kacang goreng sebagai pelengkapnya. Jika Kawan ingin mencoba nasi campur khas Bali, berikut penjelasan singkatnya.
1. Ayam Sisit
Daging ayam tanpa tulang yang direbus, dikukus, atau dibakar sampai matang kemudian disuwir-suwir kasar dan dimasak dengan bumbu basa genep hingga matang dan meresap sempurna.
Bumbu yang digunakan adalah cabe, bawang merah dan putih, lengkuas, jahe, kunyit, kencur, kemiri, merica hitam, ketumbar, dan terasi.
2. Lawar
Sayuran khas Bali yang terdiri dari nangka muda, kacang panjang, daging cincang, dan parutan kelapa yang diaduk merata dan ditambahkan dengan bumbu basa genep.
Bahan yang digunakan tidak jauh berbeda dengan ayam sisit, yaitu bumbu genep, kacang panjang yang dipotong kecil-kecil lalu direbus sebentar, nangka muda yang direbus hingga matang dan disuwir, kelapa parut yang sudah disangrai hingga harum dan kecoklatan, daun jeruk, dan daun salam.
3. Sate Lilit
Sate lilit merupakan menu yang wajib ada di hidangan masakan Bali. Sate ini biasanya terbuat dari daging ikan, tetapi ada juga yang terbuat dari daging ayam, sapi atau babi.
Bahan yang digunakan untuk membuat sate lilit ini adalah daging yang yang dicincang sampai halus, kemudian dicampur dengan parutan kelapa, santan, dan bumbu rempah basa genep, lalu dililitkan pada batang serai atau tusuk bambu pipih sebelum dibakar.
4. Telur Pindang
Telur pindang adalah olahan telur yang direbus dengan bumbu sehingga telur ini memiliki warna kecoklatan.
Cara membuatnya terbilang mudah, cukup siapkanbumbu genep dantelur ayam yang sebelumnya telah direbus dan dikupas bersih dari cangkangnya. Jika bahan sudah disiapkan, selanjutnya masukkan rebus telur kedalam panci yang sudah berisi air, bumbu genep, garam, dan gula. Tunggu hingga kecoklatan, telur pindang siap disajikan.
5. Sambal Matah
Nasi campur Bali tidak lengkap tanpa adanya sambal matah. Sambal khas Bali ini terbuat dari bahan yang sedarhana, seperti irisan bawang merah, cabai, serai, jeruk nipis, daun jeruk, garam dan gula secukupnya. Kemudian semua bahan tersebut disiram dengan minyak kelapa panas, bisa juga dicampur bersamaan dengan terasi agar aromanya lebih nikmat.
Nasi campur Bali adalah satuan harmoni yang sempurna dalam satu piring. Kawan akan merasakan rasa gurihnya sate lilit, pedasnya ayam sisit dan lawar, ditambah aroma wangi dari sambal matah. Dimakan dalam satu suapan merupakan kenikmatan tiada tara.
Menyantap nasi campur Bali adalah cara terbaik untuk mengenal berbagai jenis masakan Bali tanpa harus bingung mencari menu makanan satu persatu.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


