tim pkm pm inside out um sukses rampungkan seluruh rangkaian program pemberdayaan anak marginal berbasis teori psychological well being di panti asuhan miftahul huda blitar - News | Good News From Indonesia 2026

Terapkan Psychological Well-Being, Tim PKM-PM INSIDE OUT UM Tuntaskan Program Pemberdayaan di Blitar

Terapkan Psychological Well-Being, Tim PKM-PM INSIDE OUT UM Tuntaskan Program Pemberdayaan di Blitar
images info

@pkm_insideout


Program INSIDE OUT resmi menuntaskan seluruh rangkaian pelaksanaannya setelah menempuh empat tahap kegiatan yang berlangsung sejak 17 Juli hingga 16 Agustus 2026. Program PKM-PM yang dikembangkan oleh tim mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) ini berhasil menjangkau 22 anak binaan Panti Asuhan Miftahul Huda, Balerejo, Wlingi, Kabupaten Blitar, melalui rangkaian kegiatan yang sarat kreativitas, kolaborasi, dan makna, sekaligus menandai keberhasilan alih peran penuh kepada mitra dalam menjalankan program secara mandiri.

Program berjudul "Pemberdayaan Anak Marginal Menuju Kesejahteraan Berkelanjutan Berbasis Teori Psychological Well-Being di Komunitas Berbagi Peduli Blitar" ini lahir dari keprihatinan terhadap kondisi mitra, yaitu Komunitas Berbagi Peduli Blitar.

Selama ini, komunitas tersebut telah aktif memberikan bantuan fisik kepada anak-anak binaannya. Namun, belum memiliki program yang dapat menjangkau sisi psikologis mereka. Padahal, kebutuhan psikologis anak, khususnya kepercayaan diri, kemampuan sosial, dan kemandirian sama pentingnya dengan kebutuhan fisik dalam menentukan kualitas tumbuh kembang mereka.

Berangkat dari kondisi tersebut, tim yang diketuai oleh Yunita Sindi Rahmasari (S1 PGSD) bersama empat anggota, Anggriyan Esa Ramadani (S1 PGSD), Ika Nuralia Parameswari (S1 PGSD), Lendisa Roudlotul Khusna (S1 PGSD), dan Aulia Retno Ayu Salsabila Putri (S1 Bimbingan dan Konseling), di bawah dampingan Sigit Wibowo, S.Pd., M.Pd., merancang program INSIDE OUT. 

baca juga

Adapun tujuannya untuk melatih pengurus dan relawan Komunitas Berbagi Peduli Blitar agar mampu melaksanakan program secara mandiri dan berkelanjutan sebagai upaya peningkatan psychological well-being anak-anak binaan Panti Asuhan Miftahul Huda.

Program INSIDE OUT dirancang dalam empat tahap pelaksanaan berdasarkan model Gradual Release of Responsibility (GRR) menurut Fisher dan Frey (2008), yang mengalihkan tanggung jawab secara bertahap dari tim kepada mitra, mulai dari demonstrasi, pelaksanaan bersama, hingga kemandirian penuh. Keempat tahap tersebut:

  • Fase Pertama: Observasi dan Pengenalan (I Do) pada 17-19 Juli 2026;
  • Fase Kedua A dan Fase Kedua B: Pelaksanaan Bersama (We Do) pada 24-26 Juli dan 7-9 Agustus 2026; serta
  • Fase Ketiga: Kemandirian Mitra (You Do) pada 14-16 Agustus 2026. Pada setiap tahap, tim konsisten menghadirkan tiga rangkaian aktivitas inti, yaitu Joy in Action, Social Island, dan Memory in Motion, dengan kompleksitas dan porsi keterlibatan mitra yang terus meningkat di setiap fasenya.

Fase Pertama (17—19 Juli 2026): I Do. Pada tahap pembuka ini, tim bertindak sebagai pelaksana utama, sementara mitra mengamati dan mempelajari alur program.

Dalam aktivitas Joy in Action, anak-anak diajak menjawab pertanyaan reflektif bertema “Jika aku adalah sebuah bunga, bunga apa yang menggambarkan diriku?” sebagai sarana mengenali dan mengekspresikan gambaran diri. Sesi ini dilanjutkan dengan membuat gantungan kunci dari tutup botol bekas, literasi digital melalui website Inside Out Well-being, presentasi karya, serta pembuatan label afirmasi diri.

Aktivitas Social Island menghadirkan permainan outbound KIM Melihat sebagai latihan penguasaan lingkungan, serta Standing Race beserta kuis bertema kerja sama melalui website program untuk memupuk hubungan positif antaranak.

Rangkaian fase ini ditutup dengan Memory in Motion berupa pameran gantungan kunci hasil karya anak-anak, yang digelar secara luring di lingkungan panti sekaligus daring melalui website program.

Fase Kedua A (24—26 Juli 2026): We Do tahap awal. Memasuki fase ini, pengurus dan relawan Komunitas Berbagi Peduli Blitar mulai dilibatkan secara aktif mendampingi dan melaksanakan kegiatan bersama tim, tidak lagi sekadar mengamati.

Pada Joy in Action, pertanyaan reflektif dikembangkan menjadi “Jika aku adalah sebuah warna, warna apa yang sesuai dengan diriku?” dengan pilihan warna yang disesuaikan dengan karakter emosi pada film Inside Out, yaitu kuning (senang), biru (sedih), merah (marah), dan hijau (tidak suka atau merasa kurang nyaman).

baca juga

Anak-anak kemudian membuat kreasi tempat pensil, dilanjutkan literasi digital, presentasi karya, dan pembuatan label afirmasi diri. Social Island diisi permainan Mission X untuk penguasaan lingkungan, serta estafet tempat pensil beserta kuis bertema empati melalui website program.

Fase ini ditutup dengan Memory in Motion berupa pameran tempat pensil hasil karya anak-anak.

Fase Kedua B (7—9 Agustus 2026): We Do lanjutan. Melanjutkan capaian Fase Kedua A, mitra menunjukkan peningkatan keterlibatan yang signifikan dengan mengambil porsi tanggung jawab yang lebih besar dalam memandu jalannya Joy in Action, Social Island, dan Memory in Motion, sementara tim mulai menempatkan diri sebagai pendamping.

Rangkaian aktivitas yang telah dibangun pada Fase Kedua A, yaitu eksplorasi diri melalui warna, kreasi tempat pensil, permainan Mission X, estafet tempat pensil, dan pameran karya, kembali diperkuat pada fase ini sebagai latihan bagi mitra sebelum mengambil alih pelaksanaan program secara penuh pada fase berikutnya.

Fase Ketiga (14-16 Agustus 2026): You Do. Sebagai puncak sekaligus penutup program, Komunitas Berbagi Peduli Blitar melaksanakan seluruh rangkaian kegiatan secara mandiri, sementara tim berperan penuh sebagai pemantau dan evaluator. Pada Joy in Action, pertanyaan reflektif berkembang menjadi “Jika aku adalah seekor hewan, hewan apa yang memiliki karakter seperti diriku?”, dilanjutkan dengan pembuatan kreasi pot, literasi digital, presentasi karya, dan label afirmasi diri.

Social Island menghadirkan permainan Clue Tanaman untuk penguasaan lingkungan, serta Labirin Pensil beserta kuis bertema komunikasi melalui website program.

Program ditutup dengan Memory in Motion berupa pameran pot hasil karya anak-anak, yang sekaligus menjadi simbol tumbuhnya kemandirian anak dan mitra sepanjang pelaksanaan program.

Secara keseluruhan, program ini memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Melalui penguatan psychological well-being anak-anak panti asuhan, program ini mendukung SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), terkait peningkatan kesehatan mental dan kesejahteraan psikologis.

baca juga

Selain itu, program ini turut mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan literasi digital anak yang terintegrasi dalam Joy in Action di setiap fase, serta penggunaan website Inside Out Well-being sebagai media pameran daring yang memperkenalkan anak-anak pada ekosistem digital yang positif dan produktif.

Rampungnya seluruh rangkaian program INSIDE OUT ini menandai tercapainya dua sasaran utama yang sejak awal dicanangkan tim, yaitu peningkatan kapabilitas pengurus dan relawan Komunitas Berbagi Peduli Blitar dalam menjalankan program secara mandiri dan berkelanjutan, serta peningkatan psychological well-being anak-anak marginal binaan Panti Asuhan Miftahul Huda.

Dengan berpindahnya tanggung jawab sepenuhnya ke tangan mitra pada Fase Ketiga, program INSIDE OUT diharapkan dapat terus berjalan secara mandiri oleh Komunitas Berbagi Peduli Blitar, sehingga manfaatnya bagi tumbuh kembang psikologis anak-anak binaan dapat dirasakan secara berkelanjutan jauh melampaui masa pelaksanaan program oleh tim.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

IN
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.