mahasiswa um terapkan mesin pengering tertutup untuk tingkatkan produksi umkm kerupuk bawang malang - News | Good News From Indonesia 2026

Mahasiswa UM Terapkan Mesin Pengering Tertutup untuk Tingkatkan Produksi UMKM Kerupuk Bawang Malang

Mahasiswa UM Terapkan Mesin Pengering Tertutup untuk Tingkatkan Produksi UMKM Kerupuk Bawang Malang
images info

Implementasi Mesin Pengering


Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) melalui Program Kreativitas Mahasiswa Penerapan IPTEK (PKM-PI) berhasil menerapkan inovasi teknologi tepat guna berupa mesin pengering berbasis forced convection drying untuk membantu meningkatkan efisiensi dan produktivitas UMKM Kerupuk Bawang Malang milik Nur Salam di Kabupaten Malang. Inovasi tersebut dikembangkan oleh Tim KONVERA sebagai upaya memberikan solusi terhadap permasalahan pengeringan yang selama ini masih bergantung pada kondisi cuaca.

UMKM Kerupuk Bawang Malang merupakan salah satu usaha yang memproduksi kerupuk bawang mentah untuk memenuhi permintaan konsumen di wilayah Malang dan sekitarnya. Dalam proses produksinya, tahap pengeringan menjadi salah satu bagian penting karena berpengaruh terhadap kualitas kerupuk sebelum dipasarkan. Sebelum adanya penerapan teknologi, proses pengeringan masih dilakukan secara konvensional dengan memanfaatkan panas matahari.

Berdasarkan hasil observasi dan identifikasi permasalahan di lapangan, metode pengeringan secara manual membutuhkan waktu sekitar 16 jam dalam kondisi cuaca cerah. Waktu tersebut dapat menjadi lebih panjang ketika kondisi cuaca kurang mendukung, terutama saat musim hujan. Ketergantungan terhadap cuaca menyebabkan proses produksi menjadi kurang fleksibel dan berpotensi menghambat pemenuhan permintaan konsumen.

baca juga

Kondisi tersebut kemudian mendorong Tim KONVERA untuk merancang teknologi yang dapat membantu mitra mengatasi kendala pada tahap pengeringan. Tim mengembangkan mesin pengering dengan sistem forced convection drying atau pengeringan konveksi paksa. Sistem tersebut memanfaatkan kombinasi pemanas (heater) dan kipas (blower) untuk menghasilkan serta mengalirkan udara panas secara lebih merata di dalam ruang pengering.

Ketua Tim KONVERA menjelaskan bahwa nama KONVERA merupakan singkatan dari Konveksi Paksa dan Kontrol Otomatis. Sesuai dengan namanya, mesin tidak hanya menggunakan sistem sirkulasi udara panas, tetapi juga dilengkapi sistem pengendalian suhu otomatis. Sistem tersebut dirancang untuk membantu menjaga kestabilan suhu selama proses pengeringan sehingga pengoperasian mesin menjadi lebih mudah dan terkontrol.

“Tujuan utama kami adalah membantu mitra meningkatkan produktivitas melalui penerapan mesin pengering kerupuk tanpa mengubah alur produksi yang telah diterapkan. Teknologi ini dirancang sebagai alat pendukung yang mempermudah pekerjaan, bukan sebagai pengganti tenaga manusia,” ujar Ketua Tim KONVERA.

Dalam proses pengembangannya, Tim KONVERA tidak hanya berfokus pada pembuatan mesin, tetapi juga menyesuaikan desain dengan kebutuhan dan kondisi produksi mitra. Tahapan pelaksanaan dimulai dari identifikasi permasalahan, perancangan desain, pemilihan material, pembuatan rangka, pemasangan komponen pemanas dan kipas, perakitan sistem kelistrikan, hingga pengujian mesin.

Setelah mesin selesai dirakit, tim melakukan pengujian untuk memastikan sistem pengering dapat bekerja sesuai dengan rancangan. Pengujian dilakukan dengan memperhatikan kinerja sirkulasi udara panas, kestabilan suhu, serta kondisi hasil pengeringan kerupuk. Hasil pengujian tersebut kemudian menjadi dasar untuk melakukan penyesuaian sebelum mesin diterapkan secara langsung pada proses produksi mitra.

Penerapan teknologi juga disertai dengan kegiatan pendampingan kepada pemilik dan pekerja UMKM. Tim memberikan pelatihan mengenai tata cara pengoperasian mesin, pengaturan suhu, prosedur penggunaan, serta keselamatan kerja. Selain itu, mitra juga memperoleh buku pedoman penggunaan dan alat pendukung perawatan mesin agar teknologi dapat digunakan secara berkelanjutan.

Pemilik UMKM Kerupuk Bawang Malang, Nur Salam, menyampaikan bahwa kehadiran mesin KONVERA memberikan kemudahan dalam proses produksi, khususnya pada tahap pengeringan. Menurutnya, penggunaan mesin dapat membantu mengurangi ketergantungan terhadap kondisi cuaca yang sebelumnya menjadi salah satu kendala dalam proses produksi.

“Dengan adanya mesin ini, pekerjaan menjadi lebih ringan dan proses produksi dapat berjalan lebih maksimal karena tidak lagi sepenuhnya bergantung pada cuaca,” ungkap Nur Salam.

Penerapan mesin KONVERA juga membuka peluang bagi mitra untuk meningkatkan kapasitas produksi secara lebih fleksibel. Sebelum menggunakan mesin, keterbatasan proses pengeringan membuat produksi mitra rata-rata hanya dapat dilakukan sekitar tiga kali dalam satu minggu. Dengan adanya mesin pengering, proses produksi memiliki peluang untuk dilakukan lebih sering karena tahap pengeringan tidak lagi sepenuhnya bergantung pada tersedianya panas matahari.

Selain meningkatkan fleksibilitas produksi, teknologi tersebut diharapkan dapat membantu mitra memenuhi permintaan pasar secara lebih konsisten. Pengeringan yang lebih terkendali memungkinkan proses produksi direncanakan dengan lebih baik sehingga mitra memiliki peluang untuk meningkatkan jumlah produksi tanpa harus mengubah tahapan utama pembuatan kerupuk bawang yang selama ini telah dijalankan.

baca juga

Program PKM-PI yang dilaksanakan Tim KONVERA tidak berhenti pada penyerahan mesin, tetapi juga menekankan keberlanjutan pemanfaatan teknologi oleh mitra. Pendampingan dan pelatihan diberikan agar pemilik UMKM dapat memahami cara kerja mesin sekaligus melakukan perawatan secara mandiri. Dengan demikian, mesin diharapkan dapat menjadi bagian dari kegiatan produksi sehari-hari dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.

Melalui penerapan teknologi tepat guna ini, Tim KONVERA berharap inovasi mesin pengering berbasis forced convection drying dengan thermostat control dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan produktivitas dan daya saing UMKM Kerupuk Bawang Malang. Inovasi tersebut juga menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menjawab permasalahan nyata yang dihadapi pelaku usaha.

Ke depan, Tim KONVERA berharap pengembangan teknologi serupa dapat terus dilakukan dengan menyesuaikan kebutuhan masing-masing pelaku UMKM. Teknologi pengering dengan sistem konveksi paksa dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan dan diterapkan pada berbagai industri kecil, khususnya sektor pangan olahan yang menghadapi kendala serupa dalam proses pengeringan. Melalui kolaborasi antara mahasiswa, perguruan tinggi, dan pelaku UMKM, inovasi teknologi diharapkan tidak hanya menghasilkan sebuah mesin, tetapi juga mampu mendorong proses produksi yang lebih efektif, adaptif, dan berkelanjutan.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

AS
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.