benarkah ratu galuh mangku alam istri prabu siliwangi - News | Good News From Indonesia 2026

Benarkah Ratu Galuh Mangku Alam, Istri Prabu Siliwangi?

Benarkah Ratu Galuh Mangku Alam, Istri Prabu Siliwangi?
images info

Papan Kompleks Makam Keramat Kebun Raya Bogor. Foto: Fabian S.R.


Di tengah rindangnya Kebun Raya Bogor, terdapat sebuah kompleks makam yang selama puluhan tahun dipercaya masyarakat sebagai tempat peristirahatan tokoh-tokoh Kerajaan Pajajaran. Salah satu nama yang paling dikenal adalah Ratu Galuh Mangku Alam, yang oleh masyarakat setempat disebut sebagai istri Prabu Siliwangi. Namun, benarkah sosok yang dimakamkan di sana benar-benar istri penguasa Pajajaran tersebut?

Kompleks makam itu berada tidak jauh dari Jembatan Gantung Kebun Raya Bogor dan terdiri atas beberapa makam. Ratu Galuh Mangku Alam menjadi tokoh utama yang paling banyak disebut dalam berbagai kisah lokal.

Sejumlah sumber populer menyebutnya sebagai istri kedua Prabu Siliwangi, sementara sumber lainnya menyebutnya istri pertama. Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa kisah mengenai identitas Ratu Galuh belum memiliki satu versi yang benar-benar disepakati.

Kawan GNFI, persoalan menjadi menarik ketika cerita masyarakat dibandingkan dengan sumber sejarah tertulis. Keberadaan Kerajaan Sunda atau Pajajaran di Pakuan memang memiliki dasar sejarah yang kuat. Prasasti Batutulis dan Piagam Kebantenan menjadi sumber penting yang menyebut Sri Baduga Maharaja sebagai penguasa Pakuan Pajajaran pada akhir abad ke-15 hingga awal abad ke-16.

baca juga

Prasasti Batutulis bahkan menyebut nama dan gelar Sri Baduga dengan cukup jelas. Dalam kajian arkeologi, tokoh tersebut dikenal sebagai Sang Ratu Jayadewata atau Sri Baduga Maharaja, yang memerintah sekitar 1482–1521 Masehi.

Dengan demikian, keberadaan Sri Baduga sebagai tokoh sejarah bukan sekadar cerita rakyat karena didukung oleh sumber tertulis dari masa yang berkaitan dengan pemerintahannya.

Persoalannya berbeda ketika kita berbicara tentang Ratu Galuh Mangku Alam. Sampai sejauh sumber sejarah tertulis yang dapat ditelusuri, belum ditemukan prasasti atau dokumen sezaman yang secara tegas menyatakan bahwa seorang perempuan bernama Ratu Galuh Mangku Alam adalah istri Sri Baduga dan dimakamkan di lokasi yang sekarang berada di Kebun Raya Bogor.

Lantas, dari mana keyakinan tersebut berasal? Salah satu sumbernya adalah tradisi lisan masyarakat dan keterangan juru kunci makam. DetikTravel, misalnya, pernah mencatat keterangan juru kunci bahwa makam tersebut dipercaya sebagai makam Ratu Galuh Mangku Alam, istri kedua Prabu Siliwangi, dan telah dikenal masyarakat sebagai makam tua selama beberapa generasi.

Keterangan serupa juga muncul dalam pemberitaan RRI. Kompleks tersebut disebut sebagai makam Ratu Galuh Mangku Alam, yang dipercaya sebagai istri kedua Prabu Siliwangi. Akan tetapi, kata dipercaya menjadi penting karena informasi tersebut merupakan bagian dari tradisi dan penuturan masyarakat, bukan hasil pembuktian melalui prasasti yang menyebut identitas makam secara langsung.

Menariknya, terdapat pula versi berbeda. Sebuah tulisan MerahPutih yang mengutip pendapat seorang pemerhati sejarah lokal menyatakan bahwa Ratu Galuh Mangku Alam justru dikaitkan dengan Sri Baduga Maharaja Prabu Linggabuana, bukan istri Sri Baduga yang biasa disebut Prabu Siliwangi. Versi tersebut memperlihatkan bahwa nama “Ratu Galuh” memiliki lapisan tradisi yang kompleks dan tidak dapat langsung disamakan dengan satu tokoh sejarah tertentu.

Karena itu, jawaban atas pertanyaan “Benarkah Ratu Galuh Mangku Alam adalah istri Prabu Siliwangi?” belum dapat diberikan secara mutlak. Berdasarkan tradisi lokal, masyarakat memang meyakininya demikian, tetapi secara historiografis identitas tersebut masih membutuhkan bukti yang lebih kuat.

Kawan GNFI, justru di sinilah nilai penting kompleks makam tersebut. Ia tidak hanya menjadi tempat yang dihormati masyarakat, tetapi juga membuka ruang untuk memahami bagaimana sejarah, ingatan kolektif, dan tradisi lisan berkembang dari generasi ke generasi.

Ratu Galuh Mangku Alam boleh jadi merupakan tokoh sejarah yang sesungguhnya, tetapi untuk memastikan siapa dirinya dan hubungan keluarganya dengan Sri Baduga, penelitian arkeologis dan sejarah yang lebih mendalam masih diperlukan.

Dengan demikian, makam Ratu Galuh Mangku Alam sebaiknya tidak buru-buru disebut sebagai bukti pasti keberadaan makam istri Prabu Siliwangi. Lebih tepat jika situs tersebut dipahami sebagai warisan sejarah dan tradisi masyarakat Bogor yang menyimpan sebuah pertanyaan sejarah yang hingga kini belum sepenuhnya terjawab.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

FS
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.