legenda asal usul bukit kancah cerita rakyat dari jambi - News | Good News From Indonesia 2026

Legenda Asal Usul Bukit Kancah, Cerita Rakyat dari Jambi

Legenda Asal Usul Bukit Kancah, Cerita Rakyat dari Jambi
images info

Legenda Asal Usul Bukit Kancah, Cerita Rakyat dari Jambi | Pexels/Denniz Futalan


Ada sebuah cerita rakyat dari Jambi yang menceritakan tentang asal usul Bukit Kancah. Menurut legendanya, bukit ini tercipta dari seorang anak bungsu yang terjebak oleh ilmu kakak tertuanya.

Berikut kisah lengkap dari legenda asal usul Bukit Kancah dalam artikel berikut.

Legenda Asal Usul Bukit Kancah, Cerita Rakyat dari Jambi

Disitat GNFI dari buku Parasian Simamora yang berjudul Cerita Rakyat Daerah Bangko Kabupaten Merangin Provinsi Jambi, alkisah pada zaman dahulu ada sebuah negeri bernama Tanjung. Di sana hidup tiga orang bersaudara yatim piatu.

Dua anak tertua merupakan laki-laki. Sementara itu, adik bungsu mereka merupakan perempuan.

Ketiga saudara ini selalu hidup bersama sejak kecil. Hanya saja, masyarakat yang ada di sana tidak pernah membantu ketiga anak yatim piatu tersebut.

Untungnya para siluman di hutan berbaik hati merawat mereka. Walaupun berasal dari makhluk beda alam, para siluman tetap membesarkan mereka layaknya anak sendiri.

Alhasil ketiga saudara ini, khususnya anak tertua memiliki ilmu sakti layaknya para siluman. Perlahan mereka pun memiliki kemampuan yang mumpuni dan mulai dikenal seantero negeri.

Ketika mulai dewasa, masyarakat pun mulai segan pada mereka. Kemampuan kedua kakak beradik ini diakui oleh masyarakat secara luas.

baca juga

Pada suatu masa, negeri Tanjung tengah terancam musuh dari luar. Peperangan pun pecah dan tidak terelakkan.

Saat peperangan ini, sang raja kemudian teringat dengan kemampuan kedua kakak beradik tersebut. Mengingat keduanya baru berusia 17 dan 15 tahun, akhirnya sang raja mengeluarkan peraturan agar mereka bisa ikut dalam pasukan.

Sang raja mewajibkan anak berusia 15 tahun ke atas untuk ikut dalam peperangan. Karena mendapatkan titah sang raja, kedua anak laki-laki ini mesti memenuhi perintah tersebut.

Namun kebimbangan terjadi di antara mereka. Sebab jika ikut dalam pasukan, maka mereka berpisah dengan adik perempuannya.

Mereka tentu juga khawatir dengan keadaan sang adik. Oleh sebab itu, kedua anak laki-laki itu mencari cara agar bisa menyelamatkan sang adik.

Akhirnya anak tertua memutuskan untuk memakai ilmu saktinya. Dia menyuruh sang adik bersembunyi di bawah periuk besar.

Setelah itu, dirinya mengucapkan beberapa mantra. Dalam sekejap, sang adik menghilang dari pandangannya.

Kedua anak laki-laki ini kemudian yakin jika adik mereka akan aman nantinya. Mereka pun bergabung bersama pasukan raja dan ikut berperang.

Berkat kesaktian yang mereka miliki, pasukan musuh bisa dikalahkan dengan mudah. Namun, kesaktian mereka justru menimbulkan rasa iri dari para hulubalang.

Baru saja perang mereda, pemberontakan pun terjadi di antara mereka. Alhasil sang raja kembali meminta bantuan pada dua kakak beradik tersebut.

baca juga

Kedua anak laki-laki ini kembali turun ke medan perang. Namun malang, anak tertua tewas dalam pertempuran tersebut.

Untungnya anak kedua mampu meredam pemberontakan itu. Walau kehilangan sang kakak, dirinya bisa kembali menghadirkan kedamaian di negeri Tanjung.

Sebagai balasan, sang raja mengangkat anak kedua sebagai hulubalang istana. Selain itu, dia juga dinikahkan dengan salah seorang putrinya.

Walau hidup berkecukupan, anak kedua ini tidak lupa dengan adik bungsunya. Dirinya pun pamit kepada sang raja untuk melihat keberadaan adiknya.

Begitu tiba di kediamanan, dirinya langsung memanggil nama sang adik. Panggilan itu pun dijawab oleh sang adik.

Hanya saja, wujud fisik dari adik bungsunya tidak terlihat. Dirinya baru ingat jika sebelumnya sang kakak sudah memberikan ilmu pada adiknya agar tidak terlihat.

Ilmu ini hanya bisa dibatalkan oleh sang kakak. Hanya saja, kakak tertuanya itu sudah meninggal dunia.

Kedua bersaudara ini hanya bisa meratapi nasib mereka. Lambat laun, periuk tempat sang adik pun berubah menjadi bukit yang kemudian dikenal dengan nama Bukit Kancah.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Irfan Jumadil Aslam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Irfan Jumadil Aslam.

IJ
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.