Dua mahasiswa program magister Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) UGM, berhasil menciptakan stiker pintar yang mampu mendeteksi tingkat kesegaran daging ayam secara langsung. Inovasi ini mengantarkan Nur Afni Rezkika dan Fiki Nimatul Jannah meraih prestasi gemilang dalam ajang 2nd International Student Summit (ISS) di Kuala Lumpur, Malaysia.
Dalam kompetisi yang diikuti oleh 1.002 mahasiswa dari enam negara tersebut, tim UGM membawa pulang tiga penghargaan sekaligus, yakni Medali Emas Sub-tema Pangan, Presentasi Terbaik, dan Juara Ketiga. Keberhasilan ini diraih setelah melalui rangkaian seleksi mulai dari penulisan makalah hingga presentasi final di Malaysia pada pertengahan Februari lalu.
Inti dari inovasi ini adalah pengembangan kemasan biologi cerdas (intelligent biopackaging) yang memanfaatkan ekstrak kulit buah naga. Stiker tersebut mengandung senyawa pigmen betalain yang memiliki sensitivitas tinggi terhadap perubahan tingkat keasaman atau pH pada permukaan daging.
“Teknologi ini, dirancang untuk memantau kualitas daging ayam secara real-time,” kata Afni dalam keterangannya.
Inovasi ini bekerja secara terintegrasi dengan aplikasi ponsel pintar bernama MeatSafe. Aplikasi tersebut menggunakan kamera ponsel untuk mendeteksi perubahan warna pada stiker, sehingga konsumen mendapatkan data objektif mengenai kualitas daging tanpa harus menebak-nebak secara visual.
Selain memberikan kepastian bagi konsumen, penggunaan bahan organik dari kulit buah naga menjadikan stiker ini ramah lingkungan. Sifatnya yang mudah terurai menjadi keunggulan tersendiri dibandingkan label kemasan berbasis plastik yang umum ditemukan di pasaran saat ini.
“Karena konsepnya biopackaging, material yang kami gunakan sifatnya biodegradable. Selain ramah lingkungan ini sekaligus berpotensi menjadi alternatif kemasan yang lebih ekonomis,” tutur Afni.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


