Presiden pertama India, Rajendra Prasad diketahui pernah melakukan kunjungan resmi kenegaraan di Indonesia pada 1958. Dalam kunjungannya tersebut, Rajendra menghabiskan beberapa hari untuk mengunjungi daerah-daerah yang ada di Indonesia.
Kedatangan Rajendra Prasad ke Indonesia ini sendiri merupakan undangan langsung dari Ir. Soekarno. Bahkan presiden pertama Indonesia tersebut turut mendampingi Rajendra Prasad ketika menyambangi beberapa daerah.
Terdapat berbagai rangkaian kegiatan yang diikuti oleh Rajendra Prasad selama 12 hari kunjungannya di Indonesia. Rangkaian kunjungan ini ditutup dengan diadakannya rapat umum persahabatan yang digelar di Istana Merdeka sebelum kepulangan rombongan dari presiden India tersebut.
Kedua pemimpin negara turut memberikan pesannya dalam rapat umum yang dihadiri ratusan ribu masyarakat tersebut. Lantas bagaimana momen dan pesan apa saja yang disampaikan dalam rapat umum persahabatan pada waktu itu?
Rangkaian Kegiatan Terakhir Rajendra Prasad di Indonesia
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, kedatangan Rajendra Prasad ke Indonesia bertujuan untuk memenuhi undangan langsung dari Ir. Soekarno pada waktu itu. Rombongan dari presiden pertama India ini memulai kunjungannya begitu mendarat di Bandara Kemayoran, Jakarta pada 8 Desember 1958.
Selama 12 hari kunjungannya, Rajendra Prasad melawat ke beberapa daerah, mulai dari Jakarta, Bogor, Bandung, Yogyakarta, Bali, dan Surabaya, sebelum kembali lagi ke ibu kota. Berbagai kegiatan juga diikuti oleh presiden pertama India tersebut selama kunjungan negara ini.
Misalnya, Rajendra Prasad diketahui turut hadir pada rapat MPRS pertama yang digelar di Bandung pada waktu itu. Tidak hanya itu, Rajendra juga sempat melakukan ziarah ke makam Jendral Sudirman.
Dari semua rangkaian kegiatan ini, rapat umum persahabatan yang digelar di Istana Merdeka menjadi aktivitas terakhir yang dilakukan Rajendra Prasad sebelum meninggalkan Indonesia. Dikutip dari artikel "Setengah Djuta Manusia Hadiri Rapat Umum Persahabatan, Selamat Djalan Presiden Prasad dan Romongannja" yang terbit di surat kabar Nasional edisi 19 Desember 1958, rapat umum ini digelar pada Kamis pagi, 28 Desember 1958.
Ratusan ribu masyarakat turut hadir menyaksikan rapat umum yang digelar di istana negara tersebut. Ratusan ribu masyarakat yang hadir turut mendengarkan pesan dan pidato dari kedua pemimpin negara, baik Ir. Soekarno dan Rajendra Prasad.
Pesan dalam Rapat Umum Persahabatan
Secara umum, kedua presiden menyerukan agar kemajuan teknologi yang terjadi pada saat itu digunakan untuk hal-hal perdamaian. Kedua presiden juga menyinggung tentang negara-negara yang sudah mengembangkan senjata nuklir pada waktu itu.
Ir. Soekarno menyerukan bahwa setiap manusia di mana pun mereka berada pada hakekatnya akan sama antara satu sama lain. Perbedaan warna kulit dan latar belakang tidak serta merta membedakan setiap orang di mana saja.
Selain itu, Ir. Soekarno juga menyinggung bahwa kedatangan 12 hari Rajendra Prasad ke Indonesia tidak hanya sekadar kunjungan kenegaraan saja. Bapak proklamator tersebut kembali mengulang pesan yang dia sampaikan ketika menyambut kedatangan Rajendra Prasad, bahwa kunjungan ini merupakan wujud persaudaraan antara kedua negara.
Rajendra Prasad juga membuka pidatonya dengan perasaan gembira. Dia merasa senang dapat memenuhi keinginannya untuk bisa mengunjungi Indonesia.
Presiden pertama India tersebut juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh masyarakat Indonesia yang memberikan sambutan hangat padanya di berbagai daerah. Rajendra juga menyampaikan kekaguman yang tinggi atas kebudayaan Indonesia.
Dia menjelaskan bahwa pengalamannya mengunjungi beberapa daerah di Indonesia menjadi kesempatan untuk menyaksikan keindahan yang ada di tanah air, baik dalam bentuk materi maupun spiritual.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


