ASEF atau Asia-Europe Foundation adalah sebuah organisasi nonprofit/nirlaba antarpemerintah negara-negara Asia dan Eropa yang berkantor pusat di Singapura. Didirikan pada 1997, ASEF bertujuan untuk mempromosikan kerja sama antarmasyarakat (people-to-people) Asia dan Eropa di berbagai bidang.
ASEF menjadi forum yang dapat menjadi ruang kerja sama dan dialog masyarakat Asia dan Eropa di bidang-bidang strategis, seperti kepemudaan, pendidikan, ekonomi, dan pembangunan berkelanjutan. Selain itu, organisasi ini juga fokus di bidang kesehatan masyarakat, budaya, dan transisi energi.
ASEF memegang peran penting sebagai platform 2nd track diplomacy yang menjembatani kontak antarmasyarakat lewat diskusi, kajian ilmiah, dan kolaborasi di berbagai isu penting, termasuk perubahan iklim dan transisi hijau yang saat ini banyak menjadi fokus banyak negara.
Punya Lebih dari 50 Negara Mitra
Merangkum dari situs resmi ASEF, organisasi ini bermula saat kepala negara dan pemerintahan dari 10 negara Asia dan 15 negara Eropa, Presiden Dewan Uni Eropa, serta Presiden Komisi Eropa berkumpul di Bangkok, Thailand, pada Maret 1996 untuk melaksanakan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Pertemuan Asia-Eropa (ASEM) yang pertama. Di pertemuan inilah seluruh perwakilan sepakat untuk mendirikan ASEF sebagai lembaga untuk mempererat kerja sama mereka.
Akhirnya, setahun setelahnya, perwakilan tiap negara yang diwakili oleh Menteri Luar Negeri masing-masing resmi mengadopsi deklarasi yang menjadi dasar pemebentukan ASEF. Pertemuan ini digelar di Singapura yang juga kemudian menjadi lokasi kantor ASEF berada.
Seiring berjalannya waktu, jumlah anggotanya bertambah. Pada pertemuan di Hanoi, Vetnam, pada 2004, jumlah negara yang bergabung dalam helatan KTT-nya bertambah menjadi 39. Hal ini berlanjut hingga 2007, di mana saat itu Sekretariat ASEAN juga secara resmi diterima menjadi salah satu bagian ASEM.
Pada 2010, jumlah anggota ASEF bertambah kembali menjadi 48, hingga akhirnya pada 2012, empat negara lainnya turut bergabung. Kini, ASEF memiliki sekitar 53 negara—termasuk organisasi regional, yakni Uni Eropa dan ASEAN.
ASEF memiliki tiga departemen program, yaitu Budaya, Pendidikan, serta Tata Kelola dan Pembangunan Berkelanjutan. Ada juga departemen pendukung lainnya, yakni Keuangan dan Sumber Daya Manusia.
ASEF memiliki Dewan Gubernur. Tiap negara menunjuk seorang wakil untuk menjadi perwakilan di ASEF. Umumnya, mereka yang ditunjuk menjadi Gubernur adalah Duta Besar di negaranya masing-masing. Mereka memiliki pertemuan rutin setahun sekali yang membahas kebijakan strategis dan tetap sejalan dengan prinsip organisasi.
Dewan Gubernur ini juga bertugas untuk memiliki Ketua dan Wakil Ketua ASEF. Uniknya, agar tetap memiliki representasi yang adil, ASEF membuat sistem jika ketua dipegang oleh orang Eropa, maka wakilnya adalah orang Asia, dan sebaliknya. Para Dewan juga bertanggung jawab untuk menunjuk Direktur Eksekutif dan Wakil Direktur Eksekutif.
Sebagai tambahan informasi, ASEF didanai oleh kontribusi sukarela tahunan dari seluruh mitranya. Selain itu, masyarakat sipil, sektor publik, hingga swasta di Eropa dan Asia ikut dilibatkan di dalamnya.
Indonesia di ASEF
Indonesia merupakan salah satu mitra penting di ASEF. Melansir dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Brussels, Indonesia memiliki peran penting di organisasi tersebut.
Sudah banyak peran dan ide yang diberikan secara konsisten dan konstruktif ke dalam ASEF. Salah satu contoh keterlibatan aktif Indonesia adalah menjabat sebagai Ketua Komite Keuangan & Audit (FAC). Tak hanya itu, Indonesia turut aktif menjadi tuan rumah pertemuan Dewan Gubernur ASEF, membantu mengarahkan program, dan memperkuat kerja sama.
Melalui perwakilan Indonesia yang disebut dengan Gubernur, Indonesia secara konsisten terus memperkuat peran penting seluruh perwakilan negara demi meningkatkan visibilitas ASEF dan mendorong kerja sama yang berwawasan ke depan di seluruh Asia dan Eropa.
Lebih lanjut, dengan peran penting ASEF yang dapat menjembatani interaksi antarmasyarakat negara mitranya, Indonesia disebut menjadi salah satu negara yang amat aktif dan berperan sebagai agenda setter di dalam organisasi tersebut.
Indonesia sendiri baru saja memilih Gubernur Indonesia dalam Dewan ASEF yang mulai efektif bekerja per 1 Januari 2026. Jabatan itu kini diemban oleh Andri Hadi, mantan Duta Besar RI untuk Singapura 2012-2016.
Andri menggantikan Soemadi Brotodiningrat yang sudah menjabat sebagai Gubernur Indonesia di ASEF sejak 2009 silam.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


