Harga minyak dunia hari ini 3 Maret 2026 terus melonjak naik pasca perang Iran dan Amerika Serikat-Israel. Harga minyak dunia per barel hari ini menembus nilai US$80 dan angkanya masih konsisten naik.
Sementara itu, UMKTO atau United Kingdom Maritime Trade Operations kembali melaporkan serangan oleh dua buah proyektil tak dikenal pada sebuah kapal di Pelabuhan Bahrain. Pasca serangkaian serangan yang terjadi sejak 1 Maret 2026 lalu, UMKTO terus mengimbau kapal-kapal untuk tetap waspada dan melaporkan aktivitas mencurigakan.
Insiden terbaru di dekat Selat Hormuz dan situasi geopolitik yang memanas di kawasan Timur Tengah secara langsung memberikan tekanan pada suplai energi global, menyebabkan pasar bereaksi negatif dan harga minyak mentah dunia hari ini menunjukkan kenaikan.
Tabel Harga Minyak Dunia Hari Ini (3/3/2026)
Berdasarkan data terbaru Trading Economics, berikut adalah rincian harga minyak dunia hari ini Selasa, 3 Maret per pukul 14.50 WIB:
| Jenis Minyak | Harga 2 Maret 2026 | Harga 3 Maret 2026 | Kenaikan Harian | Kenaikan Tahunan |
| Brent Crude | $78,6 | $73,957 | 4.00% | 12.93% |
| WTI Crude | $72 | $81,058 | 3.64% | 7,14% |
Brent dan WTI (West Texas Intermediate) merupakan dua acuan untuk menentukan harga minyak dunia saat ini.
Dikutip dari laman organisasi Seputar Forex, Brent atau Brent Crude merupakan nama yang diambil dari lahan tambang minyak di Laut Utara (Eropa) yang dibuka tahun 1970. Mulai tahun 1971 hingga sekarang, harga minyak Brent menjadi patokan untuk hampir 40% harga minyak dunia.
Sejak tahun 2007, ketika produksi minyak Amerika meningkat dan berkontribusi pada pasar minyak dunia, harga minyak WTI (minyak produksi Amerika Utara) mulai digunakan. WTI sendiri banyak diminati di Amerika Serikat dan pasar Asia karena sifatnya yang lebih ringan dan mudah diolah.
Efek Domino Serangan Selat Hormuz
Harga minyak dunia terpantau mengalami lonjakan pasca membesarnya konflik Timur Tengah, tepatnya imbas serangan yang terjadi di Selat Hormuz.
Selat Hormuz sendiri merupakan "urat nadi" energi dunia, di mana hampir seperlima konsumsi minyak global melintas melewati selat ini setiap harinya. Gangguan yang terjadi di area ini menghambat laju distribusi minyak dunia.
Selat Hormuz berada di wilayah strategis di antara Oman, Arab Saudi, dan Iran di sisi lain. Energy Information Administration (EIA) dan Al Jazeera menyebut ada sekitar 20 juta barel minyak atau bernilai setara 500 miliar dolar Amerika yang melewati selat ini pada tahun 2024 lalu.
Enmund King, yang dikutip dari BBC, memperingatkan lonjakan harga imbas gangguan distribusi minyak global pasca serangan di Selat Hormuz. Lonjakan harga itu pun diprediksi dapat berlangsung lama jika konflik Iran dan US-Israel berlangsung lebih panjang.
Mengapa Anak Muda Harus Peduli?
Mungkin Kawan bertanya, "Saya tidak trading minyak, apa pengaruhnya untuk hidup saya?"
Jawabannya ada pada biaya hidup. Kenaikan harga minyak hari ini berpotensi memicu inflasi pada berbagai sektor. Mulai dari harga tiket pesawat, biaya logistik belanja online, hingga harga barang kebutuhan pokok yang diangkut menggunakan kendaraan bermesin diesel.
Minyak adalah komoditas hulu, jika hulu bergejolak maka kehidupan di hilir pasti akan terdampak.
Sebagai contoh, harga emas hari ini (02/03/2026) pun tampak mulai melonjak dibandingkan dengan pekan sebelumnya, di mana emas mulai naik turun di angka normal, bahkan nilainya bisa stabil/tidak berubah.
Jadi, yuk tetap pantau update harga minyak mentah dunia hari ini secara berkala untuk menyesuaikan strategi keuangan Kawan. Di era informasi cepat seperti sekarang, menjadi relevan dan melek data adalah bentuk pertahanan ekonomi terbaik bagi generasi muda!
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


