Saat ini tidak sedikit generasi muda yang kurang memperhatikan terhadap isu-isu penting di sekitar mereka seperti isu lingkungan, kesetaraan gender, pemberantasan korupsi, dan hak asasi manusia. Menyadari akan hal tersebut, Kawula17.id hadir berkolaborasi dengan AIESEC in Unsoed menghadirkan Kawula17 Goes to School 2026 yaitu sebuah program yang dirancang untuk mengajak generasi muda khususnya siswa-siswi SMA berkontribusi lebih aktif kepada masyarakat.
Melalui pemikiran yang kritis dan program menyediakan ruang bagi siswa-siswi SMA untuk menyampaikan pendapat dan solusi yang dimana hal ini mendukung peran pelajar dalam Sustainable Development Goals (SDGs). Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk workshop pada tanggal 8 Juni 2026 yang berlokasi di Aula Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Universitas Jenderal Soedirman.
Kawula17.id adalah program dibawah Yayasan Peolopor Pilihan Tujuhbelas (PP17) yang berfokus pada tujuan meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap isu-isu sekitar dalam kehidupan bermasyarakat. Melalui pendekatan yang dekat dengan keseharian anak muda, Kawula17 berkomitmen untuk menciptakan ruang belajar yang mendorong tumbuhnya kesadaran, kepedulian, serta keberanian untuk berkontribusi dalam membawa perubahan positif bagi masyarakat.
Kawula17.id fokus pada empat area utama, yaitu pendidikan kewarganegaraan anak muda, pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan partsipasi mereka, mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), serta mendorong transparansi dan akuntabilitas dalam kebijakan pemerintah. Selain itu, berfokus pula dalam isu-isu yang ada disekitar seperti isu lingkungan, kesetaraan gender, pemberantasan korupsi, dan hak asasi manusia.
Dalam pelaksanaan Kawula17 Goes to School 2026, AIESEC in Unsoed turut mengambil peran dalam menghadirkan pengalaman belajar yang dekat dengan keseharian siswa. Melalui sesi diskusi dan workshop yang interaktif, peserta diajak untuk melihat berbagai isu sosial yang selama ini mungkin terasa jauh, padahal hadir dan berdampak di lingkungan sekitar mereka.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang untuk menerima informasi, tetapi juga ruang untuk bertanya, menyampaikan pandangan, dan bertukar pendapat dengan peserta lainnya. Dari proses tersebut, siswa diharapkan dapat lebih berani menyuarakan gagasannya serta mulai menyadari bahwa setiap pendapat dan tindakan kecil yang mereka lakukan dapat menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan di masyarakat. Kolaborasi antara Kawula17 dan AIESEC in Unsoed ini diharapkan dapat membuka ruang yang lebih luas bagi generasi muda untuk terlibat, peduli, dan mengambil peran dalam isu-isu yang ada di sekitar mereka.
Selama kegiatan ini berlangsung para partisipan sangat antusias dilihat dari keaktifan siswa dalam berdiskusi pasa sesi Focus Group Discussion (FGD), yang dimana pada sesi ini memiliki output yaitu minimal 1 solusi sebagai hasil diskusi dalam setiap grup dan antusias dari para partisipan pun terlihat dengan banyaknya para partisipan yang bertanya pada saat sesi workshop dan pesan positif pun datang dari salah satu partisipan dari SMAN 5 Purwokerto
“Kawula17 asik parah aku baru tahu ada event kaya gini dan mau ikut lagi di tahun depan!”. Setelah menjalankan kegiatan ini diharapkan generasi muda yang hadir dalam Kawula Goes to School 2026 ini dapat memiliki serta mengembangkan kemampuan untuk berkontribusi dalam Sustainable Development Goals (SDGs) yang dimana kali ini difokuskan terhadap Quality Education, berani menyampaikan pendapat, diskusi grup secara efektif, sadar akan pentingnya dunia digital, mengasah berpikir kritis, serta dapat menyelesaikan suatu masalah.
Tidak hanya mendapat respons positif dari para peserta, dukungan dan antusiasme juga datang dari berbagai pihak yang turut menyukseskan penyelenggaraan Kawula17 Goes to School 2026. Kehadiran Kepala Baperrida Kabupaten Banyumas, Dedy Noerhasan, S.T., M.Si., beliau mengatakan bahwa “Kita semua punya peran penting dalam pembangunan daerah” hal ini menjadi salah satu bentuk dukungan dari sektor pemerintahan terhadap upaya membangun generasi muda yang lebih peka terhadap isu-isu sosial di sekitarnya. Kolaborasi yang melibatkan berbagai pihak ini juga sejalan dengan semangat yang dibawa oleh Kawula17.
"Relasi dan koneksi itu sangat penting, maka dari itu kita perlu mengajak seluruh pihak dalam kegiatan untuk berpartisipasi," ujar Maria Angelica, Co-Founder & Program Manager Kawula17, baginya, kegiatan seperti ini akan jauh lebih bermakna ketika banyak pihak ikut terlibat dan bergerak bersama.
Semangat kolaborasi tersebut turut diperkuat oleh para community partner, yaitu Muda Tani, Youth Advisory, Comotz, dan Ramah ke Bumi, yang memiliki visi serupa dalam menciptakan ruang belajar yang mendorong anak muda untuk berani bertanya, berdiskusi, dan terlibat dalam berbagai persoalan yang ada di masyarakat.
Dukungan juga datang dari media partner, yakni FUR, GNFI, Kompasiana, dan Purwokerto 24 Jam, yang membantu menyebarluaskan semangat serta pesan yang dibawa melalui kegiatan ini agar dapat menjangkau lebih banyak generasi muda.
Kegiatan ini turut didukung oleh Pringsewu Baturraden sebagai vendor konsumsi dan Emerald sebagai vendor dokumentasi yang mengabadikan setiap momen selama acara berlangsung. Melalui kolaborasi berbagai pihak tersebut, Kawula17 Goes to School 2026 diharapkan tidak hanya menjadi sebuah acara yang selesai ketika rangkaian kegiatan berakhir, tetapi juga meninggalkan kesan dan dorongan bagi para peserta untuk lebih peduli, berani menyuarakan pendapat, serta menyadari bahwa perubahan dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana yang dilakukan di lingkungan terdekat mereka.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


