pelatihan pengolahan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi anti nyamuk berbasis ekstrak bunga lavender - News | Good News From Indonesia 2026

Pelatihan Pengolahan Minyak Jelantah jadi Lilin Aromaterapi Anti Nyamuk Berbasis Ekstrak Bunga Lavender

Pelatihan Pengolahan Minyak Jelantah jadi Lilin Aromaterapi Anti Nyamuk Berbasis Ekstrak Bunga Lavender
images info

foto bersama seluruh peserta kegiatan @magangberdampakuns2026


Mahasiswa Magang Pembelajaran Berdampak PLB 23 UNS menyelenggarakan kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan pengolahan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi anti nyamuk berbasis ekstrak bunga lavender.

Kegiatan yang bertema "Dari Limbah Menjadi Manfaat" ini dilaksanakan pada Minggu (12/4/2026), bertempat di Posko PKK Kelurahan Jebres RT 01 RW 25, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta, dan diikuti dengan antusias oleh ibu-ibu PKK setempat.

Minyak jelantah merupakan salah satu jenis limbah rumah tangga yang kerap kali diabaikan penanganannya. Sebagian besar masyarakat masih terbiasa membuang minyak bekas pakai langsung ke saluran pembuangan atau selokan tanpa menyadari dampak jangka panjang yang ditimbulkan.

Padahal, minyak jelantah yang masuk ke saluran air dapat menyebabkan penyumbatan, mengganggu ekosistem perairan, serta mencemari sumber air bersih yang menjadi kebutuhan pokok warga.

Berangkat dari keprihatinan tersebut, tim Mahasiswa Magang PLB 23 UNS merancang program pemberdayaan yang tidak hanya memberikan solusi atas masalah limbah, tetapi juga membuka wawasan masyarakat mengenai potensi yang tersembunyi di balik limbah rumah tangga.

baca juga

Program ini dibuat dengan mempertimbangkan kebutuhan nyata masyarakat Kelurahan Jebres yang selama ini belum memiliki wadah edukasi mengenai pengelolaan limbah secara mandiri.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan limbah rumah tangga, khususnya minyak jelantah, agar tidak dibuang sembarangan ke selokan maupun saluran air yang dapat mencemari lingkungan.

Selain itu, program tersebut juga memberikan keterampilan praktis kepada masyarakat dalam mengolah limbah menjadi produk yang lebih bermanfaat.

Tidak hanya berdampak pada aspek lingkungan, pelatihan ini juga diharapkan mampu membuka peluang usaha bagi ibu-ibu PKK untuk memproduksi dan memasarkan lilin aromaterapi secara mandiri.

Kegiatan dibuka dengan sesi pemaparan materi yang disampaikan secara interaktif oleh anggota tim mahasiswa.

Dalam sesi ini, peserta memperoleh edukasi mengenai dampak negatif pembuangan minyak jelantah terhadap lingkungan, mulai dari pencemaran tanah dan air, gangguan terhadap ekosistem perairan, hingga ancaman jangka panjang terhadap kualitas air tanah di sekitar permukiman.

Peserta juga diperkenalkan pada konsep dasar ekonomi sirkular, yaitu pendekatan di mana limbah tidak dipandang sebagai sesuatu yang harus dibuang, melainkan sebagai bahan baku yang dapat dimanfaatkan kembali untuk menghasilkan produk baru.

Konsep tersebut disambut baik oleh para peserta yang merasa mendapatkan sudut pandang baru dalam memandang limbah rumah tangga sehari-hari.

Setelah sesi materi selesai, peserta diajak mempraktikkan secara langsung proses pembuatan lilin aromaterapi anti nyamuk dengan tambahan ekstrak bunga lavender.

Pemilihan bunga tersebut bukan tanpa alasan — selain aromanya yang menenangkan, lavender mengandung senyawa alami yang efektif mengusir nyamuk tanpa bahan kimia berbahaya.

Suasana kegiatan berlangsung dengan sangat antusias dan interaktif. Ibu-ibu PKK terlibat aktif dalam setiap tahapan pembuatan produk. Mulai dari penyaringan minyak jelantah untuk memisahkan kotoran dan sisa makanan, pencampuran minyak dengan bahan pengeras dalam takaran yang tepat, penambahan ekstrak lavender sebagai pewangi dan pengusir nyamuk alami, hingga proses penuangan ke dalam cetakan dan pendinginan lilin hingga mengeras sempurna.

baca juga

Setiap tahapan dijelaskan secara rinci oleh mahasiswa pendamping agar peserta benar-benar memahami teknik di balik setiap langkah. Pertanyaan demi pertanyaan mengalir dari para peserta yang antusias, menandakan tingginya minat mereka terhadap ilmu baru yang sedang dipraktikkan. Beberapa ibu bahkan mengaku baru pertama kali mengetahui bahwa minyak jelantah dapat diolah menjadi produk bermanfaat seperti ini.

Hasil dari kegiatan ini berupa lilin aromaterapi anti nyamuk yang berhasil dibuat sendiri oleh para peserta. Produk yang dihasilkan tidak hanya estetis dan wangi, tetapi juga fungsional sebagai pengusir nyamuk alami yang aman digunakan di dalam ruangan.

Setiap peserta pulang membawa hasil karya mereka sendiri sebagai bukti nyata bahwa limbah rumah tangga benar-benar dapat disulap menjadi produk bernilai.

Lebih dari sekadar produk fisik, kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan limbah rumah tangga yang bertanggung jawab.

Peserta menjadi lebih memahami bahwa minyak jelantah yang selama ini sering dibuang dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat sehingga mengurangi risiko pencemaran lingkungan.

"Minyak jelantah yang sering dianggap sebagai limbah ternyata masih memiliki nilai guna yang tinggi apabila diolah dengan cara yang tepat. Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat dapat lebih peduli terhadap lingkungan serta mampu memanfaatkan limbah rumah tangga menjadi produk yang bermanfaat, bahkan bernilai ekonomis," ungkap salah satu perwakilan mahasiswa.

Tim juga berharap agar keterampilan yang dipelajari dalam pelatihan ini dapat terus dikembangkan oleh ibu-ibu PKK Kelurahan Jebres. Ke depan, tidak menutup kemungkinan produk lilin aromaterapi ini menjadi salah satu produk unggulan PKK yang dapat dipasarkan secara lebih luas.

Melalui kegiatan ini, ibu-ibu PKK Kelurahan Jebres diharapkan semakin terberdayakan dalam mengelola limbah rumah tangga secara kreatif dan berkelanjutan.

Pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi tidak hanya membantu menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam mendukung gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.

 

 

 

Penulis: Tim Mahasiswa Magang PLB 23 Universitas Sebelas Maret.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

AY
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.