bapaknya ngojol ibunya jual nasi di warung rumahan syahla sang anak lolos ugm kuliah gratis pula - News | Good News From Indonesia 2026

Bapaknya Ngojol, Ibunya Jual Nasi di Warung Rumahan: Syahla Sang Anak Lolos UGM, Kuliah Gratis Pula

Bapaknya Ngojol, Ibunya Jual Nasi di Warung Rumahan: Syahla Sang Anak Lolos UGM, Kuliah Gratis Pula
images info

Syahla, sejak kelas 10 sudah menargetkan tembus kuliah lewat jalur SNBP


Syahla Nabilah Junita Wibawa tidak pernah ikut bimbingan belajar. Tidak pernah juga ikut les privat atau langganan aplikasi belajar berbayar. Ia cuma memaksimalkan fasilitas yang ada: buku pelajaran dan guru yang mau direpotkan dengan berbagai pertanyaan.

Syahla juga punya dan tekad yang kuat untuk mengubah nasib setelah melihat usaha orang tuanya tiap hari. Maka dari itu, ia berusaha dengan sungguh-sungguh untuk bisa tembus ke perguruan tinggi tanpa membayar.

Bapak Syahla adalah pengemudi ojek online. Ibunya masak dan jual nasi di warung kecil yang menyatu dengan rumah mereka di Nogotirto, Sleman. Syahla anak sulung dari empat bersaudara. Kombinasi ini agaknya cukup untuk membuat banyak orang memilih pasrah. Tapi Syahla tidak pilih itu.

“Saya tidak mau mengecewakan orang tua karena perjuangan mereka sampai saya bisa berada di titik ini. Itu yang memotivasi saya untuk terus belajar,” katanya.

baca juga

Kuliah di UGM, Gratis Pula

Pada penerimaan mahasiswa baru 2026, Syahla diterima di Program Studi Teknologi Industri Pertanian (TIP) Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mad. Ia berhasil lolos lewat jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).

Bukan hanya diterima, ia bahkan mendapat beasiswa UKT Pendidikan Unggul Bersubsidi 100%. Artinya, kuliah di UGM, Syahla tidak bayar sepeser pun.

TIP— begitu biasanya disingkat—adalah jurusan yang berdiri di persimpangan antara teknik, bisnis, dan sains pangan. Kalau pertanian mengurus bagaimana cara menanam, TIP mengulik tentang apa yang bisa dilakukan pasca panen.

Misalnya saja, bagaimana singkong bisa jadi tepung mocaf yang bernilai ekspor, kulit pisang yang biasanya dibuang bisa diolah jadi produk bernilai, atau limbah industri tahu tidak berakhir di sungai tapi menjadi biogas.

Jurusan ini sangat relevan di Indonesia karena setiap tahun jutaan ton sampah makanan (food waste) masih menjadi masalah utama. Syahla paham betul akan itu.

"Saya tertarik dengan bidang pangan dan lingkungan. Saya ingin mengembangkan sesuatu yang bermanfaat, terutama terkait pengolahan sampah dan lingkungan," katanya, Rabu (24/6).

Sebelumnya, Syahla sebenarnya sempat bercita-cita jadi ahli gizi. Tapi setelah menimbang minat dan kemampuan akademiknya, Syahla memilih TIP UGM sebagai jalan yang dirasa lebih cocok.

baca juga

Sudah Punya Strategi Sejak Kelas 10

Keberhasilan Syahla masuk UGM adalah buah dari usaha dan perjalanan panjang. Sejak kelas 10 SMA, ia bahkan sudah punya proyeksi agar bisa tembus ke perguruan tinggi ternama. Artinya, Syahla sudah ada bayangan kedepan ketika baru duduk di bangku SMA.

Lebih khusus lagi, Syahla sudah menargetkan tembus lewat jalur SNBP. Makanya, ia mati-matian menjaga nilai rapor dan memilih program studi secara strategis.

"Saya memang dari awal sudah mengincar jalur SNBP. Jadi sejak kelas 10 SMA, saya berusaha menaikkan nilai dan memikirkan strategi supaya bisa lolos," tuturnya.

Apa yang ia lakukan semata-mata tidak ingin membuat orang tuanya kecewa. Dan benar saja, sang ibu, Nurjanah mengaku sangat bangga dengan pencapaian anaknya ketika dikabarkan lolos di kampus besar di Yogyakarta itu.

“Saya senang sekali anak saya punya semangat belajar yang tinggi dan punya cita-cita yang tinggi juga. Sebagai orang tua saya mendukung apa yang menjadi cita-cita anak saya,” terangnya.

Harapan ibunya pun tidak muluk-muluk. Ia hanya ingin melihat putrinya mengalami apa yang dinamakan “sukses”.

“Saya hanya ingin melihat anak saya sukses di dunia maupun di akhirat, itu saja,” pungkas Nurjanah.

baca juga

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Aslamatur Rizqiyah lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Aslamatur Rizqiyah.

AR
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.