mengenal cara leluhur mengabadikan waktu melalui sengkalan - News | Good News From Indonesia 2026

Mengenal Cara Leluhur Mengabadikan Waktu melalui Sengkalan

Mengenal Cara Leluhur Mengabadikan Waktu melalui Sengkalan
images info

Prasasti Kamalagyan. Dokumentasi Pribadi


Apakah Kawan GNFI termasuk orang yang suka dengan teka-teki? Pasti ada suatu kepuasan tersendiri ketika kita berhasil memecahkan teka-teki. Namun, Kawan tahu tidak kalau teka-teki menjadi menjadi bagian yang telah mengakar di sejarah Nusantara?

Ketika menuliskan waktu, khususnya tahun, Kawan GNFI terbiasa menuliskan secara gamblang dengan menggunakan angka. Misal untuk menulis tahun ini, kita akan menuliskannya dengan 2026 masehi. Cukup biasa bukan?

Namun, mari kita melihat bagaimana leluhur kita menuliskan tahun dalam sejarah. Ketika menuliskan tahun berakhirnya Kerajaan Majapahit, leluhur kita tidak begitu saja menuliskan tahun secara gamblang menggunakan angka, melainkan menggunakan sebuah frasa yang puitis, sirna ilang kertaning bumi, atau berarti “lenyapnya kemakmuran di dunia”. Frasa ini yang disebut sengkalan.

Pada tulisan ini Kawan akan diajak untuk mengenal sengkalan, cara yang digunakan leluhur kita untuk mengabadikan waktu dengan cara yang puitis.

Sengkalan, Sebuah Teka-Teki Waktu

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, sengkalan adalah sebuah teka-teki waktu, isinya berupa rangkaian kata yang menggambarkan sebuah bilangan tahun. Jika kawan GNFI membalik susunan katanya, kamu akan menemukan tahun yang dimaksud.

Sengkalan yang menceritakan kejatuhan Kerajaan Majapahit berbunyi sirna ilang kertaning bumi. Kata sirna dan ilang sama-sama melambangkan angka 0. Kata kerta melambangkan bilangan 4, sedangkan kata bumi melambangkan angka 1.

Cara membaca sengkalan adalah dengan membalik susunan katanya. Maka kita akan menemukan angka 1400 saka atau bertepatan dengan 1478 masehi.

Sengkalan tidak hanya menunjukkan waktu, tetapi juga melambangkan semboyan, harapan, fenomena yang sedang terjadi, atau semacamnya.

baca juga

Sederhananya, sengkalan adalah cara bagaimana leluhur kita menuliskan tahun dengan menceritakannya dalam susunan kata yang puitis.

Sengkalan tertua yang pernah ditemukan dituliskan dalam Prasasti Canggal. Prasasti ini terletak di Gunung Wukir, dan selatan daerah Kedu, Jawa Tengah.

Prasasti tersebut mengabadaikan kisan Raja Sanjaya yang berkuasa di Kerajaan Mataram Kuno. Sengkalan yang terdapat dalam prasasti tersebut berbunyi surti indra rasa, yang melambangkan 654 saka atau 732 masehi.

Macam-Macam Bentuk Sengkalan

Secara garis besar terdapat dua macam sengkalan jika dilihat dari bentuknya. Sengkalan yang pertama disebut dengan sengkalan lamba. Sengkalan lamba adalah sengkalan yang berupa susunan kata. Ini adalah sengkalan yang umum ditemukan di karya sastra ataupun terukir dalam prasasti.

Dua sengkalan yang telah dijelaskan sebelumnya merupakan salah satu bentuk dari sengkalan lamba. Sengkalan ini lebih mudah untuk dipecahkan karena kita tinggal mencari padanan kata dengan angkanya.

Bentuk sengkalan yang kedua adalah sengkalan memet, penanda waktu yang memiliki bentuk visual. Sengkalan memet dapat berbentuk patung, relief, atau gambar. Sengkalan memet akan lebih susah ditafsirkan karena pembaca harus dapat mengetahui apa yang digambarkan dalam karya visual yang dimaksud.

Sengkalan Memet di Petirtaan Belahan. Dokumentasi Pribadi
info gambar

Sengkalan Memet di Petirtaan Belahan. Dokumentasi Pribadi


Gambar di atas merupakan salah satu contoh sengkalan memet dalam bentuk arca. Sengkalan ini ditemukan di Petirtaan Belahan yang terletak di kaki Gunung Penanggungan, Kabupaten Pasuruan.

Arca ini menggambarkan sosok raksasa yang menelan tubuh dewa bulan, sesuai dengan legenda gerhana bulan.

Stutterheim membaca ilustrasi tersebut sebagai candra sinahut kala, yang berarti bulan ditelan raksasa. Sengkalan ini melambangkan tahun 931 saka atau 1009 masehi.

Tahun di sini menunjukkan bahwa situs Petirtaan Belahan dibangun pada masa Prabu Airlangga dari Kerajaan Kahuripan.

baca juga

Mencoba Menulis Sengkalan

Sengkalan adalah bagaimana cara leluhur kita mengabadikan tahun dengan cara yang indah. Kawan GNFI pun bisa mencoba sendiri untuk membuat sengkalan sendiri untuk mengabadikan tahun-tahun penting.

Hal yang harus Kawan GNFI lakukan adalah tentukan terlebih dahulu tahun yang akan Kawan buat sengkalannya. Selanjutnya susun terbalik susunan tahunnya. Setelah itu, silakan cari kata yang melambangkan nilai angka dari tahun tersebut.

Sebagai contoh, sengkalan tahun 2026 yang saya buat berbunyi rasa asta akasa netra. Rasa melambangkan angka 6 yang berarti rasa atau niat. Asta melambangkan angka 2 dan melambangkan tangan, tindakan, atau pekerjaan. Akasa melambangkan angka 0 yang berarti langit atau tidak terbatas. Sedangkan netra melambangkan angka 2 yang berarti mata atau harapan.

Secara harfiah, rasa asta akasa netra berarti rasa dan karya di angkasa harapan. Sengkalan ini merupakan harapan pada tahun 2026 agar niat tulus dan kerja keras kita selama tahun ini dapat mencapai visi atau harapan kita.

Jadi, apakah Kawan GNFI tertarik untuk membuat sengkalan sendiri?

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

MR
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.