mengintip jiks sekolah korea di jakarta yang memadukan kurikulum korea cambridge dan bahasa indonesia - News | Good News From Indonesia 2026

Mengintip JIKS, Sekolah Korea di Jakarta yang Memadukan Kurikulum Korea, Cambridge, dan Bahasa Indonesia

Mengintip JIKS, Sekolah Korea di Jakarta yang Memadukan Kurikulum Korea, Cambridge, dan Bahasa Indonesia
images info

Jakarta Indonesia Korean School


Dalam waktu 50 tahun, Jakarta Indonesia Korean School (JIKS) telah meluluskan hampir 8.500 siswa dari tiga jenjang pendidikan. Padahal, saat sekolah ini pertama kali dibuka pada 1976, hanya ada 26 anak yang duduk di bangku kelas. Itu pun baru mencakup tiga tingkat sekolah dasar.

Perjalanan JIKS dari sekolah kecil komunitas ekspatriat Korea menjadi institusi pendidikan lintas jenjang yang diakui dua negara ini, menyimpan cerita menarik. Kisahnya tentang bagaimana sebuah komunitas migran membangun identitas sambil beradaptasi dengan negeri yang mereka tinggali.

JIKS berdiri pada 1976 dengan persetujuan resmi Pemerintah Korea Selatan. Saat itu, sekolah ini murni ditujukan untuk anak-anak keluarga Korea yang bekerja dan menetap di Indonesia, dengan skala yang masih sangat terbatas.

baca juga

Butuh 14 tahun sebelum sekolah ini benar-benar mendapat pengakuan penuh dari negara tempatnya berdiri. Baru pada 1990, Pemerintah Indonesia resmi memberikan izin operasional. Status ini penting karena artinya JIKS kini diakreditasi oleh dua pemerintah sekaligus, Korea Selatan dan Indonesia, menurut informasi di situs resmi sekolah.

Fase ekspansi tak lama setelah itu. Pada 1993, sekolah pindah ke gedung baru. Setahun berikutnya, jenjang SMP dibuka, disusul SMA pada 1997. Gedung SMA kemudian diperluas lagi pada 2012 untuk menampung jumlah siswa yang terus bertambah.

Kini, sekolah berdiri di atas lahan seluas 23.851 meter persegi di Jalan Bina Marga, Kelurahan Ceger, Jakarta Timur, dengan total luas lantai bangunan mencapai 17.411 meter persegi. Bangunan itu dilengkapi dengan lapangan olahraga, kolam renang, lapangan tenis, hingga pusat pembelajaran alam seluas 300 meter persegi, berdasarkan data resmi JIKS per Maret 2026.

baca juga

Ini Bukan Sekadar Sekolah Korea di Indonesia

Yang membedakan JIKS dari sekolah nasional yang dipindah ke luar negeri adalah desain kurikulumnya yang sengaja dibuat dwiarah. Sekolah ini menjalankan program yang menggabungkan kurikulum pendidikan Korea dengan karakteristik lokal Indonesia.

Untuk tahun ajaran 2026, JIKS mengacu pada Kurikulum Revisi 2015 dan Kurikulum Revisi 2022 dari Korea Selatan. Pada kurikulum ini, porsi bahasa asing semakin diperbanyak.

Jam pelajaran bahasa Inggris ditingkatkan menjadi 11 hingga 16 jam per minggu, dengan sistem kurikulum Cambridge. Kelas ini menghadirkan dua guru sekaligus. Satu guru penutur asli dan satu guru Korea.

Kelas bahasa Indonesia juga diwajibkan di semua tingkatan sebagai bekal siswa menghadapi masyarakat tempat mereka tinggal.

Di sisi lain, identitas Korea tetap dijaga ketat. Mata pelajaran Sejarah Korea wajib diambil di SMP dan SMA, masing-masing 102 jam, ditambah pelajaran Etika 34 jam. Sekolah juga rutin menggelar Lomba Menulis Patriotisme dan peringatan Hari Hangeul, hari yang merayakan aksara Korea.

baca juga

Menyiapkan Anak Diaspora untuk Era Digital

JIKS juga mendorong literasi teknologi sejak dini. Siswa kelas 7 dan 8 menjalani 136 jam pembelajaran teknologi informasi, sementara siswa kelas 12 bisa mengambil mata kuliah pilihan lanjutan seperti Grafik Komputer dan Dasar-Dasar Pemrograman.

Ada pula Pusat Pendidikan Anak Berbakat yang menggabungkan program matematika-sains terpadu dengan pelatihan berpikir algoritmik dan pengkodean fisik untuk siswa berbakat.

Pendekatan ini mencerminkan kesadaran sekolah bahwa lulusannya kelak akan bersaing di pasar kerja global, bukan hanya di Korea atau Indonesia saja.

Selama hampir lima dekade, JIKS tidak hanya berperan sebagai sekolah bagi anak-anak warga Korea Selatan di Indonesia, tetapi juga menjaga kesinambungan identitas budaya para siswanya.

Kurikulumnya dirancang dengan perpaduan pendidikan Korea, penguasaan bahasa Inggris, serta pembelajaran bahasa dan budaya Indonesia. Melalui pendekatan tersebut, sekolah berupaya membentuk lulusan yang tetap berakar pada identitas kebangsaannya, sekaligus memiliki kemampuan untuk berkiprah di lingkungan internasional.

Di saat yang sama, JIKS juga menanamkan tiga nilai utama yang menjadi fondasi pendidikan mereka, yakni rasa hormat, keseimbangan, dan tanggung jawab.

"Kami menjalankan program pendidikan yang khas yang mencakup pendidikan bahasa Korea dan identitas nasional untuk memungkinkan siswa hidup sebagai warga Korea yang bangga di dunia..,” sebagaimana dikutip dari Sambutan Kepala pada laman resminya.

JIKS memiliki filosofi pendidikan yang menekankan keseimbangan antara identitas dan wawasan global. Sekolah ini tidak hanya membekali siswa dengan pendidikan bahasa Korea untuk mempertahankan jati diri mereka, tetapi juga memperkuat kemampuan bahasa Inggris dan bahasa Indonesia agar mampu beradaptasi di lingkungan internasional.

Nilai-nilai seperti rasa hormat, keseimbangan, dan tanggung jawab pun menjadi bagian yang terus ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari di sekolah.

"Dengan keyakinan bahwa titik awal pendidikan adalah minat, vitalitas pendidikan adalah pembelajaran berkelanjutan, dan kehidupan pendidikan adalah cinta," katanya.

baca juga

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Aslamatur Rizqiyah lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Aslamatur Rizqiyah.

AR
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.