Tembang Jawa "Lelo Ledung" mengalun saat No Na manggung di Los Angeles. Ternyata ada makna mendalam dalam syairnya.
Bagi masyarakat Jawa yang kental dengan nilai tradisi, tembang "Lelo Ledung" mungkin bukan hal asing. "Lelo Ledung" kerap dijadikan lagu pengantar tidur yang disenandungkan orang tua kepada anaknya agar sang buah hati lekas terlelap.
Baru-baru ini, "Lelo Ledung" mengalun di tengah suasana yang berbeda. Bukan di kamar tidur yang tenang, melainkan di panggung festival musik Head In The Clouds (HITC) Los Angeles 2026.
Alunan "Lelo Ledung" terdengar dari panggung HITC tatkala No Na membuka penampilannya pada Sabtu, 8 Agustus 2026 lalu. Tak ayal, ribuan penonton yang memadati Brookside at the Rose Bowl, Pasadena, California, tempat festival berlangsung pun ikut diajak menikmati merdunya "Lelo Ledung".
Lantas, apa sebenarnya makna "Lelo Ledung" hingga tembang itu dijadikan lagu pengantar tidur?

Mengungkap Asal-usul dan Makna "Lelo Ledung"
"Lelo Ledung" diciptakan Markasan, sosok yang dikenal sebagai pimpinan Orkes Keroncong Aneka Warna yang berdiri tahun 1960. "Lelo Ledung" kemudian mendapat popularitas setelah dinyanyikan oleh Waldjinah, penyanyi legendaris Indonesia asal Surakarta yang mendapat julukan sebagai "Ratu Keroncong".
Jika diperhatikan, "Lelo Ledung" punya makna mendalam berupa doa-doa berisi harapan untuk sang anak. Misalnya saja, terdapat ungkapan "hidup berkecukupan" dan "memiliki kehormatan". Selain itu ada pula "menjadi orang sukses", mengharumkan nama keluarga, serta "berguna bagi nusa dan bangsa". Semuanya mencerminkan hal yang diharapkan kelak ada pada diri sang anak.
Menariknya, ungkapan berisi harapan dalam tembang "Lelo Ledung" tidak hanya yang tersampaikan secara gamblang seperti beberapa contoh di atas. Ada pula harapan yang disampaikan secara simbolis.
Dalam salah satu pemenggalan syair "Lelo Ledung", ada kalimat yang menyebut "slendang batik kawung". Nah, di sinilah harapan yang bersifat simbolis itu terkandung.
Filosofi Jawa mengenal batik kawung sebagai motif batik yang bermakna kesucian hati, kebijaksanaan, pengendalian diri, dan harapan agar seseorang senantiasa mampu membawa kebaikan bagi orang lain. Dengan demikian, orang tua yang melantunkan "Lelo Ledung" berarti menyampaikan harapan agar sang anak memiliki sifat seperti makna batik kawung.
Kembali ke penampilan No Na di HITC, saat "Lelo Ledung" mengalun, latar video memperkenalkan setiap personel, yaitu Christy Gardena, Esther Geraldine, Baila Fauri, dan Shazfa Adesya. No Na kemudian membawakan sejumlah lagu mereka seperti “Superstitious”, “Shoot”, dan “Honk!”.
Bukan cuma "Lelo Ledung" yang jadi kejutan di HITC. Christy juga sempat melakukan aksi akrobatik berupa salto satu tangan sambil tetap memegang mikrofon serta dibawakannya “Seafood Diet”, lagu yang sebetulnya belum dirilis secara resmi.


