Desa Jatinom memiliki potensi sumber daya lokal yang cukup besar dari bidang pertanian dan peternakan yang dijalankan masyarakat. Bagi sebagian warga, memelihara hewan ternak seperti sapi dan kambing menjadi bagian dari keseharian, berdampingan dengan aktivitas mengelola lahan pertanian.
Di sisi lain, aktivitas peternakan juga menghasilkan limbah berupa kotoran ternak yang belum sepenuhnya dimanfaatkan. Kotoran ternak masih kerap dibiarkan menumpuk di sekitar kandang sebelum digunakan atau dibuang. Padahal, jika dikelola dengan tepat, limbah tersebut dapat diolah menjadi pupuk kandang yang bermanfaat untuk meningkatkan kandungan bahan organik tanah.
Melihat potensi tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Inovasi IPB University menghadirkan program SAHABAT (Satu Langkah Olah Limbah Ternak). Program ini mendorong masyarakat untuk mengolah limbah ternak menjadi pupuk kandang yang dapat dimanfaatkan kembali dalam kegiatan pertanian.
Program SAHABAT dilaksanakan pada 29 Juli 2026 dan 3 Agustus 2026 di dua dusun di Desa Jatinom, yaitu Dusun Mojoroto dan Dusun Ngemplak. Kegiatan ini menyasar para petani, khususnya masyarakat yang menjalankan aktivitas pertanian sekaligus memelihara ternak. Sebanyak 38 petani Desa Jatinom mengikuti rangkaian kegiatan yang mencakup penyampaian materi, diskusi, serta praktik langsung pengolahan kotoran ternak menjadi pupuk kandang.

Pembuatan pupuk kandang dari limbah ternak
Mengenalkan Potensi Limbah Ternak
Selama ini, kotoran ternak sering dipandang sebagai limbah yang perlu disingkirkan dari sekitar kandang. Melalui program SAHABAT, masyarakat diajak melihatnya sumber bahan organik yang masih memiliki nilai guna bagi tanah dan tanaman apabila dikelola dengan tepat.
Dalam sesi penyampaian materi, masyarakat diperkenalkan pada pengertian pupuk kandang, manfaatnya bagi tanah, serta karakteristik pupuk kandang yang telah matang dan siap digunakan.
Pupuk kandang dapat membantu memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kemampuan tanah menyimpan air, menyumbangkan unsur hara, serta mendukung aktivitas organisme tanah. Dengan demikian, pemanfaatan pupuk kandang tidak hanya menjadi salah satu cara untuk mengelola limbah peternakan, tetapi juga merupakan upaya memanfaatkan sumber daya yang tersedia di lingkungan masyarakat.
Belajar Membuat Pupuk Kandang Secara Langsung
Agar pengetahuan yang diberikan tidak berhenti pada tahap sosialisasi, program SAHABAT dilanjutkan dengan praktik langsung pembuatan pupuk kandang bersama masyarakat. Melalui praktik ini, masyarakat juga dapat mempraktikkan secara langsung tahapan pembuatan pupuk kandang yang dapat diterapkan secara mandiri di lingkungan masing-masing.
Para petani diajak mengenali bahan yang digunakan, memahami tahapan pengolahan, serta mengetahui ciri-ciri pupuk kandang yang telah matang. Praktik ini memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk melihat secara langsung bagaimana limbah ternak dapat diolah menjadi bahan yang lebih bermanfaat bagi lahan pertanian. Selain menjadi sarana pembelajaran, kegiatan ini juga menjadi ruang bertukar pengalaman antara mahasiswa dan petani mengenai pengelolaan ternak, lahan, serta pemanfaatan bahan organik yang tersedia di sekitar mereka.
Dari Kandang Kembali ke Lahan
Pemanfaatan pupuk kandang dapat menjadi salah satu bagian dari upaya mengurangi ketergantungan terhadap input pupuk kimia. Penggunaan pupuk kandang bukan berarti menggantikan seluruh kebutuhan pupuk kimia, tetapi dapat melengkapi pengelolaan kesuburan tanah dengan memanfaatkan sumber bahan organik yang tersedia secara lokal.
Bagi petani yang juga memiliki ternak, pendekatan ini memberikan peluang untuk mengoptimalkan sumber daya yang sudah tersedia. Limbah dari kandang tidak lagi hanya menjadi sesuatu yang harus disingkirkan, tetapi dapat diolah menjadi bahan yang kembali memberikan manfaat bagi lahan pertanian.
Melalui program SAHABAT, mahasiswa KKNT IPB University berupaya mendorong masyarakat Desa Jatinom untuk melihat kembali potensi sumber daya yang ada di sekitar mereka.
Kegiatan di Dusun Mojoroto dan Dusun Ngemplak diharapkan tidak berhenti setelah program KKNT selesai. Pengetahuan dan praktik pembuatan pupuk kandang yang telah diperoleh dapat diterapkan secara mandiri sesuai dengan kondisi lahan dan ketersediaan limbah ternak di lingkungan masing-masing.
Pada akhirnya, pemanfaatan limbah ternak bukan hanya tentang mengurangi limbah, tetapi juga menciptakan siklus pemanfaatan sumber daya yang lebih bijak.
Dari kandang ke lahan, dari limbah menjadi manfaat. SAHABAT menjadi satu langkah kecil menuju pertanian Desa Jatinom yang lebih berkelanjutan.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


