kenapa lomba panjat pinang menggunakan pohon pinang - News | Good News From Indonesia 2026

Kenapa Lomba Panjat Pinang Menggunakan Pohon Pinang?

Kenapa Lomba Panjat Pinang Menggunakan Pohon Pinang?
images info

Kenapa Lomba Panjat Pinang Menggunakan Pohon Pinang? | Foto: (Antonyus Bunjamin | Pexels)


Di sebuah lapangan, warga mulai berkumpul. Anak-anak berlarian, sementara hadiah warna-warni menggantung di atas batang tinggi yang telah dilumuri pelumas. 

Pemandangan tersebut begitu lekat dengan perayaan 17 Agustus. Itulah lomba panjat pinang, ketika peserta harus bekerja sama memanjat batang licin untuk mengambil hadiah di bagian atas. Namun, pernahkah Kawan terpikir mengapa yang digunakan justru pohon pinang?

Mengapa Harus Pohon Pinang?

Pohon pinang (Areca catechu) memiliki batang yang tumbuh lurus dan tinggi tanpa banyak cabang. Bentuk tersebut membuatnya cocok digunakan sebagai tiang yang harus dipanjat peserta.

Batangnya juga memiliki ukuran yang memungkinkan peserta memeluk dan menjadikannya tumpuan tangan maupun kaki. Setelah kulit luarnya dikupas dan permukaannya dibersihkan, batang pinang menjadi relatif mulus.

Dalam perlombaan, batang tersebut biasanya dilumuri bahan pelicin, seperti oli atau minyak, agar semakin sulit dipanjat. Jadi, permukaan licin yang menjadi ciri khas panjat pinang bukan hanya berasal dari kondisi batang, tetapi juga menjadi tantangan bagi peserta lomba.

Pohon pinang sendiri telah lama dikenal dan dibudidayakan di wilayah tropis Nusantara. Kemudahannya ditemukan di berbagai daerah juga membuatnya cukup praktis digunakan sebagai tiang perlombaan.

Meski begitu, belum ada catatan yang dapat memastikan bahwa karakteristik tersebut merupakan alasan awal mengapa pohon pinang dipilih.

baca juga

Dari Batang yang Licin, Lahir Perlombaan yang Menuntut Kekompakan

Ketika perlombaan dimulai, peserta biasanya langsung mencoba memanjat batang. Beberapa orang mengambil posisi di bawah untuk membentuk pijakan, sementara peserta lain berusaha naik secara perlahan.

Tidak jarang tubuh peserta kembali melorot karena batang terlalu licin. Mereka kemudian menyusun ulang posisi, mencoba strategi lain, lalu kembali memanjat.

Hadiah yang tergantung di bagian atas memang menjadi tujuan utama perlombaan. Namun, proses untuk mendapatkannya membuat panjat pinang menjadi permainan yang membutuhkan strategi dan kerja sama.

Ketika Sebatang Pinang Jadi Bagian dari Perayaan Kemerdekaan

Panjat pinang memiliki sejarah yang lebih panjang daripada sekadar menjadi lomba 17 Agustus. Sejumlah sumber menyebut permainan memanjat batang atau tiang licin untuk mendapatkan hadiah telah dikenal di Indonesia sejak masa kolonial Belanda.

Pada masa itu, lomba panjat pinang digelar dalam berbagai acara yang diselenggarakan masyarakat kolonial, seperti pesta, pernikahan, hingga perayaan ulang tahun Ratu Belanda.

Masyarakat pribumi menjadi peserta yang berusaha mencapai hadiah di bagian atas, sedangkan kegiatan tersebut menjadi tontonan bagi masyarakat kolonial.

Sejumlah sumber juga menyebut lomba panjat pinang memiliki kemiripan dengan tradisi di Tiongkok yang dikenal sebagai qiang-gu.

Setelah Indonesia merdeka, permainan ini hadir dalam konteks yang berbeda. Panjat pinang kemudian berkembang menjadi salah satu hiburan rakyat yang sering digelar untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan RI.

Mungkin Bukan Soal Siapa yang Sampai di Puncak

Jika hanya melihat hasil akhirnya, panjat pinang memang terlihat seperti perlombaan untuk mendapatkan hadiah. Namun, perjalanan menuju puncak justru memperlihatkan bagaimana setiap peserta memiliki peran.

Orang yang berada di bagian bawah mungkin tidak terlihat ketika hadiah berhasil diambil. Padahal, tanpa mereka, peserta di atas tidak akan memiliki pijakan untuk mencapai tujuan.

Ada peserta yang memiliki tenaga lebih besar untuk menopang. Ada yang lebih mudah memanjat karena tubuhnya ringan. Ada pula yang mengatur posisi agar susunan tim tetap seimbang.

Perbedaan kemampuan tersebut membuat peserta harus saling menyesuaikan. Tujuan yang sama hanya dapat dicapai ketika setiap orang menjalankan perannya.

Di situlah gotong royong terlihat dalam bentuk yang sederhana. Bukan sekadar istilah, tetapi sesuatu yang terjadi ketika seseorang membantu mengangkat orang lain agar dapat mencapai tempat yang lebih tinggi.

baca juga

Dari Pohon Pinang, Kita Bisa Melihat Cara Indonesia Merayakan Kebersamaan

Setiap Agustus, perayaan kemerdekaan tidak hanya berlangsung melalui upacara dan pengibaran bendera. Di berbagai lingkungan, warga juga berkumpul untuk mengikuti beragam perlombaan dan kegiatan bersama.

Panjat pinang menjadi salah satu bagian dari suasana tersebut. Belum ada jawaban pasti mengenai alasan awal pohon pinang dipilih untuk perlombaan ini. Namun, bentuk batangnya yang tinggi, lurus, dan dapat dibuat licin bisa menjadi pentunjuk.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Andy Apriyono lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Andy Apriyono.

AA
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.