Pemanfaatan lahan pekarangan menjadi salah satu peluang yang dapat dikembangkan masyarakat untuk mendukung kegiatan bercocok tanam di lingkungan rumah. Namun, keterbatasan ruang membuat kegiatan budidaya secara konvensional tidak selalu mudah dilakukan. Kondisi tersebut mendorong munculnya alternatif pemanfaatan lahan secara vertikal melalui konsep urban farming.
Melihat peluang tersebut, Tim KKNT IPB Desa Sangkanayu melaksanakan kegiatan pembuatan Garden Tower bersama masyarakat Desa Sangkanayu, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal, pada Sabtu, 25 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk memperkenalkan metode budidaya yang dapat diterapkan pada lahan pekarangan dengan ruang yang terbatas.
Mengenal Garden Tower
Garden Tower merupakan media tanam vertikal yang dirancang untuk mengoptimalkan pemanfaatan ruang. Berbeda dengan metode bercocok tanam yang membutuhkan lahan secara horizontal, sistem vertikal memungkinkan tanaman disusun ke atas sehingga penggunaan ruang dapat menjadi lebih efisien.
Konsep tersebut menjadi relevan untuk diterapkan pada lingkungan rumah yang memiliki keterbatasan pekarangan. Dengan memanfaatkan ruang secara vertikal, beberapa tanaman sayuran dapat dibudidayakan dalam satu media tanam.
Bagi masyarakat, metode seperti ini juga dapat menjadi alternatif untuk mulai memanfaatkan ruang di sekitar rumah. Pekarangan yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal dapat digunakan sebagai tempat menanam tanaman pangan skala rumah tangga.
Belajar dan Praktik Bersama Masyarakat
Kegiatan pembuatan Garden Tower diawali dengan penjelasan mengenai konsep, manfaat, serta cara kerja media tanam vertikal tersebut. Tim KKNT IPB kemudian memperkenalkan alat dan bahan yang diperlukan kepada masyarakat sebelum masuk ke tahap praktik.
Setelah mendapatkan penjelasan, masyarakat bersama Tim KKNT IPB melakukan proses pembuatan Garden Tower secara langsung. Kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari mempersiapkan media yang digunakan, menyusun bagian-bagian Garden Tower, hingga melakukan proses penanaman.
Keterlibatan masyarakat dalam proses praktik menjadi bagian penting dari kegiatan ini. Masyarakat tidak hanya mendapatkan penjelasan secara teori, tetapi juga dapat melihat dan mencoba secara langsung bagaimana Garden Tower dibuat dan digunakan sebagai media tanam.
Suasana kegiatan berlangsung secara interaktif. Masyarakat dan mahasiswa saling berdiskusi selama proses pembuatan, terutama mengenai cara penggunaan media, penempatan tanaman, serta pemanfaatannya di lingkungan rumah.
Memanfaatkan Pekarangan secara Lebih Produktif
Penerapan Garden Tower di Desa Sangkanayu diharapkan dapat menjadi salah satu contoh sederhana dalam memanfaatkan lahan pekarangan. Keterbatasan luas lahan tidak selalu menjadi penghalang untuk melakukan kegiatan bercocok tanam apabila ruang yang tersedia dapat dimanfaatkan dengan metode yang sesuai.
Konsep urban farming secara vertikal juga memberikan alternatif bagi masyarakat yang ingin menanam sayuran tanpa membutuhkan lahan yang luas. Dengan memanfaatkan ruang ke atas, area yang terbatas tetap dapat digunakan untuk kegiatan budidaya.
Kegiatan ini juga sejalan dengan kondisi Desa Sangkanayu yang memiliki kedekatan dengan aktivitas pertanian. Selain sawah sebagai bagian dari aktivitas pertanian masyarakat, pemanfaatan pekarangan dapat menjadi salah satu bentuk pengembangan kegiatan bercocok tanam dalam skala rumah tangga.
Langkah Awal untuk Keberlanjutan
Pembuatan Garden Tower tidak hanya diarahkan sebagai kegiatan praktik selama pelaksanaan KKNT IPB. Media yang telah dibuat bersama masyarakat diharapkan dapat terus dimanfaatkan dan dirawat setelah kegiatan selesai.
Keberlanjutan Garden Tower tentunya membutuhkan keterlibatan masyarakat, terutama dalam perawatan tanaman dan pemanfaatan media tanam yang telah dibuat. Dengan adanya praktik secara langsung, masyarakat telah mendapatkan gambaran mengenai cara membuat serta memanfaatkan sistem pertanian vertikal tersebut.
Melalui kegiatan ini, Tim KKNT IPB Desa Sangkanayu berharap pemanfaatan pekarangan dapat terus dikembangkan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat. Garden Tower menjadi salah satu contoh bahwa keterbatasan ruang dapat diatasi dengan pendekatan sederhana dan kreatif dalam kegiatan bercocok tanam.
Pada akhirnya, pemanfaatan lahan tidak selalu bergantung pada seberapa luas ruang yang tersedia, tetapi juga pada bagaimana ruang tersebut dapat digunakan secara optimal. Garden Tower menjadi salah satu langkah kecil untuk memperkenalkan alternatif urban farming yang dapat diterapkan di lingkungan Desa Sangkanayu.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


