impact circle 120 dreams on paper menguasai seni menulis esai - News | Good News From Indonesia 2026

Impact Circle 12.0: "Dreams on Paper" Menguasai Seni Menulis Esai

Impact Circle 12.0: "Dreams on Paper" Menguasai Seni Menulis Esai
images info

Impact Circle 12.0: "Dreams on Paper" Menguasai Seni Menulis Esai


AIESEC in UIN Jakarta sukses menyelenggarakan Impact Circle 12.0 dengan tema Dreams on Paper: Mastering the Art of Essay Writing yang sejalan dengan fokus SDG 4: Pendidikan Berkualitas.

Acara ini dirancang sebagai ruang belajar dan diskusi mendalam bagi mereka yang ingin mengasah kemampuan analisis, menuangkan ide secara sistematis, dan menghasilkan esai yang meyakinkan sebagai bekal meraih berbagi kesempatan nasional maupun internasional mulai dari beasiswa, kompetisi global, hingga program-program lainnya.

Acara yang berlangsung pada 29 November 2025 di Teater Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Syarif Hidayatullah ini dihadiri oleh 162 peserta yang terdiri dari mahasiswa/i aktif UIN Jakarta serta peserta umum yang memiliki ketertarikan pada penulisan esai. Antusiasme peserta terlihat sejak awal acara, menciptakan atmosfer produktif dan kolaboratif sepanjang kegiatan berlangsung.

Impact Circle 12.0 ini menghadirkan tiga pembicara profesional yang memiliki pengalaman luas di bidang kepenulisan dan pengembangan karier, yaitu M. Alfasya Syabil – Djarum Scholarship Awardee, Belinda Azzahra – Founder Talenta Akademi, Herlino – Mentor Study abroad, Schoters.

Masing-masing pembicara membawa materi dengan fokus yang berbeda, namun tetap saling melengkapi. Mulai dari memahami akar penulisan esai, teknik membangun narasi yang kuat, hingga menyusun motivation letter yang persuasif, seluruh sesi dirancang secara runtut sehingga membentuk pemahaman menyeluruh bagi para peserta.

Pembicara pertama, M. Alfasya Syabil membuka sesi dengan menyampaikan bahwa menulis esai bukan sekedar menyusun daftar prestasi. Esai adalah ruang untuk menampilkan karakter, tujuan, dan kontribusi yang ingin kita berikan.

Selain itu, Alfasya juga menekankan pentingnya membedakan antara isi esai dan CV. Menurutnya, esai tidak boleh sekadar mengulang isi CV secara mentah. Alih-alih menyalin daftar kegiatan atau pencapaian, penulis perlu mengembangkan cerita, memberikan konteks, atau menampilkan sisi diri yang tidak tertuang di CV agar esai menjadi lebih hidup dan menarik.

Menurut Alfasya, proses menulis esai selalu dimulai dari pemahaman diri. Peserta diajak untuk menggali pengalaman paling signifikan, menganalisis ketidaknyamanan atau masalah yang pernah dihadapi, hingga menemukan turning point yang mengubah cara pandang mereka. Narasi seperti inilah yang membuat esai menjadi compelling, personal, dan berbeda dari ratusan kandidat lainnya.

Pada sesi berikutnya, pembicara kedua, Belinda Azzahra, memperkenalkan struktur pembuatan esai salah satunya menggunakan metode Past-Present-Future. Para peserta diajak langsung mempraktikkan metode ini dengan membuat outline esai mereka selama acara berlangsung, sehingga peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya secara nyata.

Pembicara berikutnya, Herlino, melanjutkan rangkaian materi dengan pembahasan mengenai motivation letter, mulai dari struktur, hingga membangun tone yang relevan dan profesional. Materi yang disampaikan bukan sekedar teori yang diambil dari internet melainkan juga dari pengalaman pribadi pembicara. Peserta juga diajak untuk memahami kesalahan-kesalahan umum yang sering terjadi, serta cara memperbaikinya agar menjadi motivation letter yang lebih kuat.

Dokumentasi Pribadi

Impact Circle 12.0 tidak hanya menyajikan paparan materi, tetapi juga memberi ruang praktik langsung. Peserta diberi kesempatan untuk membuat draft outline esai mereka, berdiskusi dengan pembicara, dan menerima feedback langsung di tempat. Interaksi yang intens ini membuat suasana menjadi hidup, menarik, serta menciptakan alur diskusi yang dinamis. 

Salah satu peserta, Mahirah Rinjani menyampaikan kesannya terhadap acara Impact Circle 12.0 ini, “Acara ini sangat bermanfaat bagi saya karena aku bisa mendapatkan ilmu yang lebih dalam tentang pembuatan esai. Saya juga senang sekali karena cerita-cerita dari para pemateri benar-benar menginspirasi aku untuk terus maju ke depannya. Saya berharap suatu hari nanti bisa study abroad seperti mereka” ujarnya.

Sementara itu, salah satu pembicara, M Alfasya Syabil turut memberikan apresiasinya, “Anak-anaknya sangat antusias. Semoga materi yang telah disampaikan oleh ketiga speakers bisa mereka implementasikan untuk kompetisi, scholarship, dan program-program lainnya, especially international exposure. Terima kasih teman-teman” ujarnya.

Acara ini tidak hanya memberikan wawasan baru, tetapi juga menghadirkan long-lasting impact dengan mendorong peserta untuk tidak sekadar hadir, melainkan benar-benar membawa pulang keterampilan yang dapat mereka terapkan dalam perjalanan karier. Impact Circle 12.0 juga menjadi ruang yang hangat dan inklusif, di mana para peserta dapat menemukan motivasi baru untuk berkembang. 

Melalui rangkaian kegiatan Impact Circle 12.0, energi positif yang tumbuh diharapkan dapat terus berlanjut dan mendorong para peserta untuk berani mengejar lebih banyak peluang global sehingga lahir generasi muda yang lebih siap dan percaya diri menghadapi tantangan masa depan.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

AI
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.