anggi wahyuda akan daki gunung kilimanjaro siap bikin film dokumenter pendakian lagi - News | Good News From Indonesia 2026

Anggi Wahyuda Akan Daki Gunung Kilimanjaro, Siap Bikin Film Dokumenter Pendakian Lagi

Anggi Wahyuda Akan Daki Gunung Kilimanjaro, Siap Bikin Film Dokumenter Pendakian Lagi
images info

Anggi Wahyuda. (Foto: YouTube/Good News From Indonesia)


Anggi Wahyuda adalah creator content yang saat ini menjadi sering muncul kontennya dalam sejumlah platform media sosial. Konten-konten yang diciptakannya berupa hobinya yang menguras tenaga seperti lari dan mendaki gunung dari satu tempat ke tempat lainnya.

Namun, Anggi tidak seperti pelari dan pendaki gunung pada umumnya. Ia hanya memiliki satu kaki setelah kakinya diamputasi seusai kecelakaan menimpanya semasa SMA pada 2015 lalu. Untuk berjalan terlebih mendaki gunung, Anggi pun mesti menggunakan sepasang kruk yang dibawanya ke mana saja.

Kekurangan justru tidak membuat Anggi terpuruk. Semangatnya untuk hidup masih dan bahkan terus menyala sehingga ia menjadi pelari dan pendaki gunung yang istimewa bermodalkan satu kaki yang tersisa.

Tetap Ceria

Kehilangan salah satu anggota tubuh karena insiden jelas membuat siapapun akan bersedih. Termasuk juga Anggi yang mengaku merasakan masa-masa depresi selama dua tahun pascakecelakaan yang menimpanya.

Kondisi psikologisnya semakin berat tatkala Anggi harus memupuskan cita-citanya. Beban bertambah pula karena ia harus beradaptasi dan menenangkan kerabatnya dengan kondisinya yang tidak seperti dulu lagi.

“Orang-orang paling banyak depresi adalah orang yang disabilitasnya karena kecelakaan bukan dari lahir. Kalau dia dari lahir sudah dikuatkan keluarganya. Nah, kalau dia kecelakaan dan sebagainya, dia yang harus nguatin keluarganya dan sebagainya. Makanya berat banget,” ujar Anggi kepada Good News From Indonesia dalam segmen GoodTalk.

Akan tetapi, Anggi berupaya untuk bangkit. Keceriaan terus dibagikannya melalui akun media sosialnya tempat ia berbagi, bertumbuh sekaligus belajar. Kegiatan berlari hingga mendaki gunung memberi pembuktian bahwa ia tetap kuat meskipun berstatus difabel.

“Semakin kita depresi kan enggak buat kita jadi lebih baik, tapi buat kita jadi lebih buruk. Makanya kalau ada masalah udah ketawa aja. Dibilang orang gila enggak apa-apa, kan kita enggak di jalan,” kata Anggi yang kini sudah memiliki ratusan ribu pengikuti di sejumlah platform.

Film Dokumenter

Dalam aktivitasnya mendaki gunung, Anggi juga mengabadikannya melalui lensa kamera video. Hasil rekamannya itu pun dijadikannya film dokumenter yang meraih penghargaan di Festival Film Indonesia dalam kategori Film Dokumenter Terbaik.

Untuk sementara ini film dokumenter mengenai dirinya belum bisa ditonton oleh masyarakat Indonesia. Namun, ia meyakini di beberapa negara film tersebut sudah bisa disaksikan melalui siaran OTT.

“Film dokumenternya belum kita publikasi karena sekarang lagi kita kelilingi ke festival-festival film di dunia. Tapi kayaknya sekarang lagi login di Prancis atau Belanda,” kata Anggi.

Anggi rupanya tidak stop dalam memproduksi film dokumenter pendakian gunung. Ia berencana akan mendaki sejumlah gunung dan mengabadikannya dalam format yang sama. Rencananya dalam waktu dekat ia akan mendaki Gunung Kilimanjaro yang merupakan gunung tertinggi di benua Afrika.

“Mohon doanya teman-teman. Insyaallah bulan ini kita bakal start untuk film dokumenter kedua itu ke Gunung Bukit Raya. Itu gunung tertinggi di Pulau Kalimantan, masuk seven summit Indonesia. Dan finalnya kita bakal ke Gunung Kilimanjaro di Afrika, gunung tertinggi di benua Afrika dan masuk seven summit dunia,” katanya.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dimas Wahyu Indrajaya lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dimas Wahyu Indrajaya.

DW
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.