aiesec in bandung bawa rafy selangkah lebih dekat pada mimpi pergi ke luar negeri - News | Good News From Indonesia 2026

AIESEC in Bandung Bawa Rafy Selangkah Lebih Dekat pada Mimpi Pergi ke Luar Negeri

AIESEC in Bandung Bawa Rafy Selangkah Lebih Dekat pada Mimpi Pergi ke Luar Negeri
images info

Sumber: Dokumentasi Pribadi


Bagi sebagian orang, bertemu dengan orang dari negara lain mungkin menjadi pengalaman yang datang setelah melakukan perjalanan jauh ke luar negeri. Namun, bagi Rafy Muhammad Fathsa, kesempatan itu justru hadir lebih dekat dari yang ia bayangkan.

Melalui Global Village 2026 yang diselenggarakan AIESEC in Bandung, mahasiswa semester 5 Program Studi Ilmu Hukum UIN Sunan Gunung Djati Bandung ini berkesempatan berinteraksi dengan exchangeparticipants dari berbagai negara sekaligus mengambil langkah kecil menuju mimpinya untuk pergi ke luar negeri.

Mimpi tersebut sebenarnya sudah tumbuh sejak Rafy masih kecil. Ia memiliki keinginan untuk dapat bersekolah di luar negeri, terutama Jepang. Ketertarikannya bahkan telah ia mulai sejak SMP dengan mempelajari bahasa Jepang dan mencari informasi mengenai kesempatan untuk melanjutkan pendidikan di luar negeri.

Karena itu, ketika mendapat kesempatan mengikuti Global Village, Rafy melihatnya bukan sekadar sebagai kegiatan untuk mengenal budaya dari berbagai negara. Baginya, Global Village dapat menjadi titik awal untuk memperoleh pengalaman dan membiasakan diri berinteraksi dengan orang-orang dari latar belakang yang berbeda sebelum suatu hari benar-benar menginjakkan kaki di luar negeri.

“Aku rasa Global Village ini merupakan a good start buatku untuk get to know about other cultures, tentang dunia,” ungkap Rafy.

baca juga

Salah satu pengalaman yang paling membekas baginya justru datang dari sesuatu yang dekat dengan budaya Indonesia, yaitu pertunjukan wayang. Rafy awalnya membayangkan wayang sebagai pertunjukan yang sangat tradisional.

Namun, ia terkejut ketika melihat pertunjukan tersebut dikemas secara lebih santai dengan pembawaan yang dekat dengan penonton, termasuk pembahasan mengenai AIESEC.

Pengalaman tersebut membuatnya tertarik untuk mengenal wayang lebih jauh hingga mendapat kesempatan naik ke atas panggung dan belajar secara langsung.

Pengalaman Global Village kemudian semakin berarti ketika Rafy berinteraksi dengan exchange participants dari China, Portugal, Vietnam, dan Pakistan. Percakapan dengan mereka membuat Rafy merasa semakin dekat dengan mimpi yang selama ini ia bayangkan.

Ia tidak hanya bertukar cerita dan informasi, tetapi juga mulai melihat keberagaman secara langsung. Bahkan, ia sempat mengajarkan sedikit bahasa Sunda kepada exchange participants yang ditemuinya.

Interaksi tersebut menjadi pengalaman baru bagi Rafy yang sebelumnya belum pernah tinggal di lingkungan dengan mahasiswa internasional. Ia pun merasa lebih berani menggunakan bahasa Inggris ketika berkomunikasi dengan orang dari negara lain. Baginya, keberanian tersebut menjadi salah satu perubahan penting yang ia rasakan setelah mengikuti Global Village.

Selain berinteraksi dengan exchange participants, Rafy juga menikmati pengalaman mengunjungi berbagai booth negara dalam rangkaian EP Parade. Booth China menjadi salah satu yang paling menarik perhatiannya karena permainan yang diberikan menantang kemampuan berpikirnya.

Sementara itu, interaksi dengan peserta dari Vietnam juga meninggalkan kesan tersendiri karena menurutnya suasana yang terbangun terasa menyenangkan. Berbagai makanan dari negara lain yang ia coba turut melengkapi pengalaman tersebut dan membuatnya semakin terbuka terhadap keberagaman.

baca juga

Dari seluruh pengalaman itu, Rafy menyadari bahwa mimpi besar tidak harus selalu dimulai dari langkah yang besar. Global Village menjadi salah satu langkah kecil yang membantunya mengenal dunia sebelum benar-benar berkesempatan pergi ke luar negeri untuk belajar, bekerja, atau sekadar berwisata.

Ia juga melihat bahwa kesempatan untuk mengenal dunia dapat dimulai dengan keberanian untuk keluar dari zona nyaman. Bagi Rafy, Global Village bukan hanya tentang melihat budaya dari negara lain, tetapi juga tentang membangun keberanian berkomunikasi, memperluas relasi, dan memahami bahwa setiap orang memiliki latar belakang serta cara pandang yang berbeda.

Pada akhirnya, pengalaman tersebut terasa semakin istimewa ketika Rafy berhasil meraih penghargaan Best Delegates dalam Global Village 2026. Pencapaian itu menjadi bagian dari perjalanan yang sebelumnya hanya ia bayangkan sebagai langkah kecil menuju mimpi yang lebih besar.

If you really want to chase your dream then you have to start with the smallest thing. Dan aku merasa Global Village ini adalah langkah awal aku supaya aku bisa meraih mimpi aku untuk bisa go abroad,” tutur Rafy.

Baginya, Global Village menjadi sebuah pengalaman yang membuka pandangan bahwa mimpi untuk pergi ke luar negeri tidak harus selalu dimulai dengan benar-benar pergi ke luar negeri.

Terkadang, langkah pertama cukup dengan berani bertemu orang baru, berbicara dengan mereka, mendengarkan cerita mereka, dan mulai memahami dunia dari sudut pandang yang berbeda.

Pengalaman tersebut menjadi pengingat bahwa kesmpatan bisa datang dalam bentuk yang sederhana. Yang membedakan hanyalah keberanian untuk mengambilnya dan mengubahnya menjadi langkah nyata menuju sesuatu yang selama ini ingin dicapai.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

AI
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.