nomor 1 di dunia kenapa masyarakat negara berkembang seperti indonesia percaya agama membawa manfaat bagi mereka - News | Good News From Indonesia 2026

Nomor 1 di Dunia, Kenapa Masyarakat Negara Berkembang Seperti Indonesia Percaya Agama Membawa Manfaat Bagi Mereka?

Nomor 1 di Dunia, Kenapa Masyarakat Negara Berkembang Seperti Indonesia Percaya Agama Membawa Manfaat Bagi Mereka?
images info

Tokoh keagaamaan di Indonesia | Kemenag RI


Rasanya hampir mustahil untuk melepaskan peran agama dari denyut nadi aktivitas masyarakat Indonesia. Mulai dari rutinitas ibadah, kebiasaan hangat di dalam keluarga, hingga tradisi gotong royong di lingkungan terkecil, nilai-nilai keagamaan seolah selalu hadir mengisi ruang hidup masyarakat. Identitas keagamaan ini telah lama mengakar kuat dan membentuk karakter yang khas dalam bersosialisasi dan bermasyarakat di tanah air.

Di tengah arus modernisasi dunia yang begitu cepat, banyak masyarakat di berbagai belahan bumi, utamanya di negara-negara berkembang, yang masih memandang institusi keagamaan sebagai ‘penopang’ sekaligus ‘penolong’ kehidupan. Banyak yang masih menganggap bahwa agama menjadi dasar utama yang menjaga keharmonisan tatanan sosial.

Indonesia sendiri merupakan salah satu negara yang dikenal religius. Hidup dengan pluralitas yang tinggi, masyarakatnya masih banyak yang mempercayai nilai-nilai agama. Bahkan, mereka juga yakin bahwa agama bisa memberikan ‘manfaat’ untuk mereka.

Daftar Negara yang Paling Yakin Agama Bermanfaat bagi Masyarakat

Berdasarkan data yang dirangkum Seasia Stats dari World Visualized, ternyata masih banyak negara di dunia, utamanya yang berkembang, yang sangat mempercayai bahwa agama memiliki manfaat bagi mereka. Berikut adalah daftarnya:

  1. Indonesia: 100 persen
  2. Tailan: 94 persen
  3. Kenya: 91 persen
  4. Sri Lanka: 90 persen
  5. Brasil: 86 persen
  6. Filipina: 85 persen
  7. Afrika Selatan: 81 persen
  8. Kolombia: 80 persen
  9. India: 79 persen
  10. Meksiko: 78 persen
baca juga

Mengapa Orang Indonesia Masih Lekat Agama (Religius)?

Sebuah studi oleh Amika Wardana dalam jurnal Front. Sociol. menjelaskan salah satu faktor kunci yang diungkap dalam studi tersebut adalah adanya kebijakan "religionisasi" yang konsisten diterapkan oleh negara sejak lama.

Di Indonesia, afiliasi terhadap agama resmi diinstitusikan secara kuat sebagai penanda identitas formal yang wajib dicantumkan dalam berbagai dokumen kependudukan resmi, salah satunya di Kartu Tanpa Penduduk (KTP). Hal ini menciptakan kondisi di mana identitas keagamaan melekat erat dengan status kewarganegaraan masyarakatnya.

Selain karena faktor administratif negara, organisasi keagamaan di tanah air juga memiliki peran historis yang sangat besar dalam menyediakan berbagai layanan publik. Saat ruang gerak politik di masa lalu dibatasi, lembaga-lembaga keagamaan ini aktif bergerak mengelola institusi pendidikan, fasilitas kesehatan, hingga jaringan bantuan sosial secara mandiri untuk membantu kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, kehidupan bertetangga di Indonesia juga didominasi oleh partisipasi aktif dalam acara keagamaan lokal yang mencapai sekitar 50 hingga 60 persen populasi. Angka keterlibatan sosial yang bernuansa religi ini tercatat jauh melampaui partisipasi warga pada kegiatan-kegiatan sosial yang sifatnya non-keagamaan.

baca juga

Peran Agama sebagai Penopang Sosial di Negara Berkembang

Kawan GNFI mungkin juga sadar bahwa dari 10 daftar negara di atas, seluruhnya adalah nefara berkembang. Di banyak negara berkembang, agama berfungsi sebagai elemen krusial yang menjadi sumber utama bagi perekat sosial, panduan moral, serta sistem pendukung dalam komunitas.

Lebih lanjut, menurut Pew Research Center, masyarakat di negara-negara berkembang acap kali mengaitkan peran positif agama dengan beberapa fungsi penting berikut:

  • Mempererat hubungan keluarga dan ikatan komunitas
  • Mendorong perilaku yang etis dan bermoral
  • Menyediakan layanan sosial dan jaringan saling bantu
  • Memberikan stabilitas di tengah situasi ekonomi atau politik yang tidak pasti

Apakah Kawan GNFI setuju jika mayoritas masyarakat Indonesia masih meyakini bahwa agama memberikan manfaat bagi kehidupan?

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Firda Aulia Rachmasari lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Firda Aulia Rachmasari.

FA
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.