AIESEC in Universitas Brawijaya kembali memberikan kesempatan bagi mahasiswa dan mahasiswi untuk mendapatkan pengalaman internasional melalui program Global Volunteer. Aqila Azizah Putri Agustino, mahasiswi Manajemen Universitas Brawijaya, telah menyelesaikan program Global Volunteer – Fingerprint di Istanbul, Türkiye, selama kurang lebih empat minggu, mulai 24 Juni hingga 23 Juli 2026.
Selama menjalankan program, Aqila menjadi volunteer di Rüzgar Spor Kulübü, Istanbul. Program Fingerprint merupakan salah satu program AIESEC Global Volunteer yang berkaitan dengan isu Sustainable Development Goal (SDG) 4: Quality Education. Melalui program ini, Aqila berkesempatan untuk terlibat langsung dalam kegiatan pendidikan bagi anak-anak sekaligus mendapatkan pengalaman tinggal dan berinteraksi di lingkungan dengan budaya yang berbeda.
Dalam program tersebut, Aqila mendampingi lebih dari 30 anak yang terbagi dalam dua kelompok kelas. Kegiatan yang dilakukan meliputi berbagai aktivitas kreatif, sains, lingkungan, olahraga, serta pembelajaran bahasa Inggris. Dalam proses belajar, kegiatan dikemas dengan pendekatan learning by doing serta funand task-based learning, sehingga anak-anak dapat belajar melalui permainan dan aktivitas secara langsung.
Keinginan Aqila untuk mengikuti program ini berawal dari ketertarikannya untuk berkontribusi di bidang pendidikan dalam lingkungan internasional. Sebelum berangkat, Aqila mencari tahu lebih banyak mengenai kondisi dan kegiatan yang akan dijalankannya selama berada di Istanbul. Ia menemukan bahwa kemampuan bahasa Inggris anak-anak yang akan didampinginya masih cukup terbatas.
Hal tersebut membuat Aqila ingin memperkenalkan pentingnya kemampuan berbahasa Inggris sejak dini melalui kegiatan yang menyenangkan dan interaktif.
“Saya ingin memberikan impact dengan memperkenalkan pentingnya kemampuan berbahasa Inggris sejak dini melalui cara yang menyenangkan. Saya memilih Fingerprint karena program ini mendorong interaksi dua arah antara volunteer dan anak-anak, sehingga anak-anak tidak hanya menerima materi, tetapi juga dapat aktif berinteraksi, bermain, dan belajar bersama kami,” ujar Aqila.
Selama kurang lebih empat minggu berada di Istanbul, Aqila juga harus beradaptasi dengan lingkungan dan budaya yang baru. Ia berinteraksi dengan sesama volunteer dari berbagai negara serta menjalani kesehariannya bersama host family. Dukungan dari host family dan tim AIESEC in UB turut membantunya dalam menjalani program tersebut.
Salah satu pengalaman yang paling berkesan bagi Aqila adalah melihat perkembangan anak-anak selama kegiatan berlangsung. Anak-anak yang pada awalnya masih malu dan ragu untuk berinteraksi perlahan mulai lebih percaya diri dan antusias mengikuti berbagai aktivitas.
“Melihat mereka menunjukkan proses belajar yang positif dan antusias mengikuti setiap aktivitas membuat saya merasa bahwa kontribusi kecil yang saya lakukan ternyata bisa memberikan pengalaman yang berarti bagi mereka,” tambah Aqila.
Tidak hanya memberikan pengalaman bagi anak-anak yang didampingi, program ini juga menjadi proses belajar bagi Aqila. Selama menjalankan kegiatan, ia belajar untuk beradaptasi dengan situasi yang berbeda, berkomunikasi dengan orang dari berbagai latar belakang budaya, bekerja dalam tim, serta mencari cara kreatif ketika menghadapi situasi yang tidak terduga.
Melalui kegiatan bersama anak-anak, Aqila juga semakin memahami bahwa proses belajar tidak selalu harus dilakukan secara formal. Permainan, aktivitas, dan pengalaman langsung dapat menjadi cara bagi anak-anak untuk belajar sekaligus menikmati prosesnya.
Pengalaman tinggal bersama warga lokal juga menjadi bagian yang tidak terlupakan selama Aqila berada di Istanbul. Ia berkesempatan untuk melihat kehidupan sehari-hari masyarakat setempat secara lebih dekat, mulai dari kebiasaan makan, rutinitas harian, hingga kebiasaan menjaga kebersihan rumah.
Melalui pengalamannya, Aqila berharap semakin banyak mahasiswa yang berani mencoba kesempatan untuk mendapatkan pengalaman baru, termasuk melalui program-program yang tersedia di AIESEC.
“Jangan melihat program ini hanya sebagai kesempatan untuk pergi ke luar negeri, tetapi juga sebagai kesempatan untuk berkontribusi, belajar, membangun koneksi, dan mengenal diri sendiri lebih jauh,” tutup Aqila.
Keikutsertaan Aqila dalam program Global Volunteer – Fingerprint menjadi salah satu bentuk kesempatan yang diberikan AIESEC in Universitas Brawijaya kepada anggotanya untuk belajar dan berkembang melalui pengalaman internasional.
Diharapkan pengalaman yang diperoleh Aqila selama menjalankan program di Istanbul dapat memberikan manfaat bagi dirinya maupun komunitas yang didampinginya, serta mendorong lebih banyak mahasiswa untuk berani mengambil kesempatan serupa di masa mendatang.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


