tim kkn internasional arab saudi uin bandung lakukan visitasi jamaah haji lansia di rs sameer abbas jeddah - News | Good News From Indonesia 2026

Tim KKN Internasional Arab Saudi UIN Bandung Lakukan Visitasi Jamaah Haji Lansia di RS Sameer Abbas Jeddah

Tim KKN Internasional Arab Saudi UIN Bandung Lakukan Visitasi Jamaah Haji Lansia di RS Sameer Abbas Jeddah
images info

Ilustrasi Gambar Visitasi Jamaah Haji, Foto Milik Pribadi


Sebagai salah satu mahasiswa yang berkesempatan menjadi bagian dari program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional Arab Saudi UIN Sunan Gunung Djati Bandung, penulis memperoleh pengalaman berharga dalam berinteraksi dan terlibat secara langsung dalam berbagai kegiatan pendampingan masyarakat Indonesia di Arab Saudi. 

Pengalaman tersebut tidak hanya menjadi bagian dari perjalanan akademik, tetapi juga memberikan pembelajaran mengenai pentingnya kepedulian, pelayanan, dan kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat.

Oleh karena itu, tulisan ini disusun sebagai salah satu bentuk jejak digital atas pengalaman penulis selama mengikuti KKN Internasional Arab Saudi, sekaligus sebagai upaya untuk mendokumentasikan dan membagikan salah satu kegiatan yang menjadi bagian dari pengabdian tersebut kepada khalayak yang lebih luas.

Tim KKN Internasional Arab Saudi UIN Sunan Gunung Djati Bandung telah melaksanakan visitasi terhadap jamaah haji lanjut usia (lansia) laki-laki asal Indonesia yang sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit (RS) Sameer Abbas, Jeddah.

baca juga

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya pendampingan terhadap jamaah haji Indonesia yang mengalami gangguan kesehatan selama berada di Arab Saudi, sekaligus menjadi wujud kehadiran negara dan elemen masyarakat sipil di sisi jamaah yang tengah membutuhkan perhatian lebih di tengah rangkaian ibadah yang menuntut kondisi fisik prima.

Setiap musim haji, tidak sedikit jamaah terutama kelompok lanjut usia yang mengalami gangguan kesehatan akibat kelelahan fisik, cuaca ekstrem, maupun kondisi medis bawaan yang kambuh selama menjalani rangkaian ibadah di Tanah Suci.

Jamaah yang kondisinya memerlukan penanganan intensif umumnya dirujuk ke rumah sakit setempat untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Sementara proses pemantauannya tetap menjadi tanggung jawab pemerintah Indonesia melalui koordinasi antara Kantor Urusan Haji (KUH) KJRI Jeddah, Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), dan tim kesehatan yang bertugas di lapangan hingga jamaah dinyatakan pulih dan dapat kembali ke Tanah Air.

Dalam konteks inilah kehadiran tim KKN Internasional turut memperkuat jaringan pendampingan tersebut, khususnya dalam memberikan perhatian personal kepada jamaah yang tengah menjalani masa-masa sulit jauh dari keluarga.

Visitasi dilaksanakan dengan tujuan utama untuk mengetahui secara langsung perkembangan kondisi kesehatan jamaah setelah mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Kehadiran tim juga menjadi bentuk perhatian dan kepedulian terhadap jamaah haji, khususnya jamaah lanjut usia yang membutuhkan pendampingan lebih intensif selama menjalani perawatan jauh dari keluarga dan Tanah Air.

Dalam kegiatan tersebut, tim KKN melakukan pemantauan terhadap kondisi Bapak Fauzan serta menggali informasi mengenai perkembangan kesehatannya selama menjalani perawatan, termasuk menanyakan langsung kondisi yang dirasakan, kenyamanan selama dirawat, serta kebutuhan-kebutuhan pribadi yang mungkin diperlukan selama masa pemulihan di rumah sakit.

Kunjungan semacam ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan juga memiliki dimensi psikologis yang penting bagi jamaah yang sedang sakit. Berada di negeri asing, jauh dari keluarga, dan harus menjalani perawatan medis dalam kondisi tubuh yang belum pulih sepenuhnya dapat menimbulkan kecemasan tersendiri bagi jamaah lansia.

baca juga

Kehadiran tim KKN yang berkomunikasi menggunakan bahasa Indonesia dan memahami latar belakang budaya jamaah diharapkan dapat memberikan rasa tenang serta menumbuhkan semangat bagi Fauzan untuk terus menjalani proses pemulihan dengan optimis.

Tim juga melakukan komunikasi dan koordinasi dengan pihak terkait mengenai kondisi medis jamaah, termasuk perkembangan pemulihan dan kemungkinan tindak lanjut yang diperlukan sebelum jamaah dapat kembali ke Indonesia.

Koordinasi ini penting mengingat proses kepulangan jamaah yang pernah menjalani perawatan medis di Arab Saudi umumnya mengikuti mekanisme khusus, di mana kesiapan jamaah untuk melakukan perjalanan jauh harus melalui evaluasi kelaikan terbang (fit to fly) oleh tenaga medis yang berwenang, sebelum jadwal kepulangan definitif dapat ditetapkan.

Apabila kondisi kesehatan belum memungkinkan untuk melakukan penerbangan bersama kelompok terbang (kloter) asal, jamaah biasanya akan mengikuti skema penyesuaian jadwal kepulangan tersendiri hingga dinyatakan benar-benar stabil.

Pemantauan secara langsung menjadi hal penting karena kondisi kesehatan jamaah menjadi salah satu faktor yang harus diperhatikan dalam menentukan kesiapan untuk melakukan perjalanan udara dalam jarak jauh.

Oleh karena itu, tim tidak hanya memastikan kondisi jamaah dari sisi kesehatan. Namun, juga memperhatikan kesiapan pendampingan serta kebutuhan lain yang berkaitan dengan proses kepulangan ke Tanah Air, seperti kesiapan dokumen perjalanan, informasi mengenai penanggung jawab pendampingan selama di perjalanan, hingga koordinasi dengan pihak keluarga di Indonesia agar tetap mendapatkan informasi terkini mengenai kondisi jamaah.

Berdasarkan hasil visitasi, kondisi kesehatan Fauzan terus mendapatkan pemantauan dari pihak terkait dan menunjukkan perkembangan yang perlu diperhatikan secara berkelanjutan.

Tim KKN tetap melakukan koordinasi mengenai proses pemulihan jamaah agar setiap tahapan penanganan dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan kondisi kesehatan yang bersangkutan.

Selain melakukan pemantauan kondisi kesehatan, tim juga memastikan bahwa kebutuhan jamaah selama menjalani perawatan tetap menjadi perhatian, mencakup koordinasi mengenai informasi perawatan, perkembangan kesehatan, serta persiapan yang diperlukan apabila jamaah telah dinyatakan cukup stabil dan memungkinkan untuk melakukan perjalanan kembali ke Indonesia.

Kegiatan visitasi ini menunjukkan bahwa pelayanan terhadap jamaah haji tidak berhenti pada pelaksanaan rangkaian ibadah saja. Jamaah yang mengalami masalah kesehatan juga membutuhkan perhatian, pendampingan, dan koordinasi yang berkelanjutan hingga proses kepulangan ke Tanah Air.

Terlebih bagi jamaah lanjut usia, kondisi kesehatan menjadi salah satu aspek penting yang harus diperhatikan agar perjalanan pulang dapat berlangsung secara aman dan nyaman, mengingat perjalanan udara jarak jauh memiliki risiko tersendiri bagi tubuh yang belum sepenuhnya pulih.

baca juga

Bagi tim KKN Internasional Arab Saudi, kegiatan visitasi tersebut menjadi pengalaman berharga dalam memahami secara langsung proses pelayanan dan pendampingan jamaah haji di Arab Saudi.

Tim tidak hanya memperoleh pengalaman dalam melakukan pemantauan terhadap jamaah, tetapi juga belajar mengenai pentingnya komunikasi, koordinasi, kepedulian, serta respons terhadap kebutuhan jamaah yang berada dalam kondisi khusus.

Melalui kegiatan ini, tim KKN Internasional Arab Saudi berharap Fauzan dapat menjalani proses pemulihan dengan baik hingga memperoleh kondisi kesehatan yang memungkinkan untuk kembali ke Indonesia.

Tim juga berharap seluruh proses kepulangan dapat dipersiapkan secara optimal sehingga jamaah dapat kembali berkumpul dengan keluarga di Tanah Air dalam keadaan aman dan sehat.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

MM
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.