Kisah Landang dan Lanur adalah salah satu cerita rakyat yang berasal dari daerah Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Cerita rakyat ini menceritakan tentang pasangan suami istri yang pada awalnya tidak akur tetapi bisa hidup bahagia bersama pada akhirnya.
Berikut kisah lengkap dari cerita rakyat Manggarai, Nusa Tenggara Timur tersebut.
Kisah Landang dan Lanur yang Tidak Akur, Cerita Rakyat dari Manggarai Nusa Tenggara Timur
Dikutip dari buku Cerita Rakyat Manggarai, alkisah pada zaman dahulu hiduplah sepasang suami istri. Pasangan suami istri ni bernama Lanur dan Landang.
Meskipun sudah lama hidup bersama, mereka tidak pernah akur. Permasalahan muncul dari Landang yang tidak suka bersama suaminya, Lanur.
Makanan dan minuman suaminya tidak pernah sekalipun dia urus. Tidak hanya itu, dia juga tidak mau tidur bersama sang suami dan anak-anaknya.
Pada suatu hari, Lanur pergi ke hutan untuk berburu. Ketika berada di hutan, anjing si Lanur berhasil menggigit seekor rusa besar.
Alangkah senangnya hati Lanur melihat hal tersebut. Sebab dia berhasil mendapatkan tangkapan besar dari buruannya hari itu.
Lanur pun berniat untuk membakar rusa itu. Namun sayang dia tidak menemukan api yang bisa digunakan di sana.
Tidak lama kemudian, muncul seorang kakek di hadapan Lanur. Sang kakek bertanya apa yang dilakukan Lanur di hutan itu.
Lanur pun berkata jika dia hendak membakar rusa yang berhasil ditangkapnya. Namun dia tidak menemukan api yang bisa digunakan untuk membakar rusa tersebut.
Sang kakek pun menyuruh Lanur pergi ke rumahnya. Di sana dia disuruh untuk meminta api pada sang nenek yang ada di sana.
Lanur pun menjalankan perintah kakek tersebut. Setelah mendapatkan api, dirinya kembali ke tempat sang kakek dan membakar rusa hasil tangkapannya.
Di sana sang kakek kemudian bertanya apakah Lanur memiliki anak dan istri. Lanur pun menjawab jika dia memiliki anak dan istri.
Namun sayang dia tidak pernah dianggap oleh sang istri. Alhasil mereka selalu saja bertengkar dan tidak akur antara satu sama lain.
Sang kakek kemudian berkata jika Lanur bisa membawa daging dan hati rusa itu untuk istrinya. Pada awalnya Lanur tidak yakin jika Landang akan mau menerimanya.
Dia pun meminta sang kakek untuk pergi bersamanya. Sang kakek pun memenuhi permintaan Lanur tersebut dan pergi menuju rumahnya bersama.
Di sepanjang jalan, sang kakek menyanyikan sebuah lagu dengan lantang. Lagu yang dinyanyikan tersebut berbunyi, "Hai Landang, api apa itu dari sana, perhatikanlah!"
Orang-orang kampung pun mendatangi Landang di rumah. Dia berkata jika ada seorang kakek tua bersama suaminya yang bernyanyi menyebutkan namanya.
Namun Landang tidak peduli dengan ucapan tersebut. Dia terus saja berkegiatan di rumahnya.
Tidak lama kemudian, Lanur sampai di rumah. Dia pun memberikan daging serta hati rusa yang berhasil didapatkan sebelumnya.
Namun tepat seperti dugaannya, Landang menolak pemberian dari Lanur tersebut. Dia tidak mau menyentuh daging dan hati rusa yang dibawakan suaminya tersebut.
Lanur pun melaporkan hal ini pada sang kakek. Dirinya pun diminta sang kakek untuk membawa Landang ke hadapannya.
Begitu sampai di sana, sang kakek langsung menanyakan apakan Landang masih mau hidup bersama dengan Lanur. Dengan tegas Landang menjawab ingin berpisah dari suaminya itu.
Namun tiba-tiba api muncul membakar tubuh Landang. Baju hingga rambut yang dia kenakan menjadi habis terbakar.
Sang kakek kemudian kembali mengulang pertanyaan yang sama. Sadar akan kesalahannya, Landang pun menjawab bersedia hidup bersama Lanur asalkan rambut dan pakaiannya kembali seperti sedia kala.
Begitu dia mengucapkan hal tersebut, keajaiban pun terjadi. Rambut dan baju Landang yang sebelumnya habis terbakar kembali seperti sedia kala.
Sejak saat itu, Landang pun mulai berubah dan hidup bahagia bersama suaminya Lanur.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


