Aksesoris khas Bali kini tidak sekadar menjadi pelengkap penampilan, melainkan juga simbol keberagaman budaya dari Pulau Dewata yang memikat perhatian wisatawan lokal maupun mancanegara. Bali bukan hanya identik dengan oleh-oleh Pie Susu saja, tetapi Bali juga dikenal dengan berbagai kerajinan berbasis budaya yang menghasilkan berbagai aksesori dengan nilai seni tinggi.
Banyak wisatawan memilih ragam aksesoris Bali karena lebih awet, fungsional, serta cocok digunakan sehari-hari maupun dijadikan koleksi pribadi.
Bagi Kawan GNFI yang sedang merencanakan liburan atau sekadar mencari referensi oleh-oleh khas Bali, mulai dari macam aksesoris, kain tradisional Bali, dan tempat membeli oleh-oleh di Bali, Yuk! Simak informasi berikut ini seoutar 10 aksesoris khas Bali
10 Aksesoris Khas Bali yang Layak Dibeli
Terkenal dengan budayanya dan berbagai tradisi keagamaan Hindu Bali yang terjaga hingga era ini, Bali juga memiliki berbagai macam aksesoris khas yang bisa Kawan GNFI incar sebagai oleh-oleh khas Bali. Berikut ini GNFI rangkum rekomendasi oleh-oleh aksesoris khas Bali.
1. Perhiasan Perak Celuk

Perhiasan Perak Celuk Bali | Sumber: Website Desa Celuk
Dikutip dari laman Ceraken Dishub Bali, sejarah kerajinan Perak Celuk bermula sejak era Kerajaan Sukawati, di mana produksi kriya emas dan perak ini awalnya dibuat khusus untuk memenuhi kebutuhan keluarga bangsawan di Puri Sukawati, Puri Peliatan, Ubud, hingga Singapadu. Dengan keahilan warga Desa Celuk, Gianyar dalam membuat kerajinan dari perak dan emas, Perak Celuk memiliki berbagai variasi seperti cincin, kalung, bros, hingga wadah dari perak.
2. Tas Anyaman Ata
Mengutip kajian dalam e-journal Udhiksha, kerajinan ata Karangasem memiliki kemiripan visual dengan anyaman ketak asal Lombok. Namun, keunikan anyaman ata asal Karangasem ini terletak pada pembuatannya yang murni tanpa menggunakan rangka dalam, sementara anyaman Lombok umumnya menggunakan rangka rotan dan material non-kulit ata.
Produk ini berkembang pesat dari sekadar tempat pakaian atau alas piring menjadi berbagai model tas etnik, kotak perhiasan, bokor, hingga tas anyaman ata yang sangat digemari wisatawan.
3. Tas Rotan Bali

tas rotan khas Bali | Sumber Pexels
Meskipun sering dianggap sama, tas rotan Bali memiliki perbedaan mendasar dengan tas ata. Dari segi bahan, tas rotan memanfaatkan serat batang rotan yang lebih tebal dan kaku. Teksturnya cenderung lebih kasar dan strukturnya lebih kokoh jika dibandingkan dengan anyaman ata yang halus serta lentur. Dari segi gaya penggunaan, tas rotan lebih menonjolkan kesan kasual modern, sangat cocok untuk melengkapi gaya berbusana santai saat berlibur di pantai.
4. Kain Endek Bali

kain endek bali | Sumber: Wikimedia Commons
Merujuk informasi dari Kementerian Keuangan RI, kain tenun Endek Bali berasal dari kata gendekan atau ngendek yang berarti diam atau warnanya tidak berubah. Dikenal sejak abad ke-16, kain tradisional Bali ini berfungsi sebagai pakaian adat sakral dalam upacara keagamaan di pura, simbol persaudaraan, hingga pakaian kerja modern.
Kain endek kini diinovasikan menjadi tas, kipas, hingga masker dengan beragam jenis motif, seperti motif geometris yang merupakan motif tertua sebagai simbol keyakinan, motif flora, fauna, figuratif, dan dekoratif.
5. Selendang Bali
Selendang Bali atau senteng memiliki peran penting dalam tata cara berbusana adat Bali. Secara fungsi spiritual, selendang dililitkan di pinggang saat memasuki pura sebagai simbol pengikat niat buruk dan hawa nafsu.
Namun, dalam ranah fesyen modern, selendang kerap dimanfaatkan sebagai aksesori pemanis pakaian, baik dililitkan pada leher maupun dijadikan aksen pada tas. Selendang hadir dalam pelbagai pilihan warna cerah dan ragam motif tenun yang indah.
6. Dompet Anyaman
Dompet anyaman merupakan pilihan aksesori Bali yang fungsional sekaligus ramah lingkungan. Dibuat dari serat alam seperti daun pandan atau daun lontar yang dikeringkan, dompet ini kerap dihiasi dengan sentuhan sulaman benang warna-warni atau payet. Ukurannya yang ringkas membuat dompet ini cocok digunakan untuk menyimpan uang tunai dan kartu saat bepergian santai.
7. Gelang dan Kalung Handmade Bali
Perhiasan kasual buatan tangan dari Bali menawarkan estetika bohemian yang khas. Aksesori ini dirangkai menggunakan kombinasi bahan alami seperti kayu, batu alam, cangkang kerang, serta elemen perak kecil. Desainnya yang santai sangat digemari oleh wisatawan yang menyukai gaya fesyen kasual dan dapat dipadukan dengan busana harian.
8. Jepit Rambut dan Bros Tradisional Bali
Aksesori kepala dan perhiasan pakaian khas Bali kerap mengambil inspirasi bentuk dari motif bunga kamboja (frangipani). Dibuat dari ukiran logam seperti kuningan atau perak, jepit rambut dan bros ini memancarkan kesan klasik. Selain menjadi bagian dari busana adat Bali, pernak-pernik ini kini populer digunakan untuk mempercantik sanggul atau dijadikan pin pashmina pada busana modern.
9. Topi Anyaman Bali
Dibuat dari material serat alami seperti lontar dan bambu, topi anyaman Bali merupakan aksesori yang menggabungkan nilai estetika lokal dan fungsi praktis. Topi ini berfungsi efektif melindung kepala dari terik sinar matahari tropis, sekaligus menjadi pelengkap penampilan yang fotografis saat beraktivitas di luar ruangan.
10. Aksesori Dekoratif Berbahan Kerang atau Kayu
Bagi wisatawan yang mencari barang berukuran kecil dan ringan dimasukkan ke dalam koper, aksesori dekoratif berbahan kerang atau kayu adalah pilihan ideal. Beberapa contohnya antara lain gantungan kunci premium, dream catcher mini, gantungan tas, dan hiasan meja kecil. Meskipun berukuran ringkas, keindahan detail ukiran kayu dan kilau alami kerangnya tetap memancarkan nuansa etnik Bali yang kental.
Tempat Terbaik Membeli Aksesoris Khas Bali
Jika Kawan GNFI merencanakan kunjungan atau sedang di Bali. Berikut ini adalah tempat-tempay untuk membeli aksesoris khas Bali, diantaranya:
Desa Celuk
Desa Celuk adalah destinasi utama bagi Anda yang ingin mencari perhiasan perak dan emas autentik langsung dari pengrajinnya. Di sepanjang jalan desa ini, terdapat galeri seni yang memamerkan proses pembuatan perhiasan secara langsung.
Pasar Seni Sukawati

Pasar Seni Sukawati Bali | Sumber Kemenkeu
Berdasarkan data DJKN Kemenkeu, Pasar Seni Sukawati berdiri sejak tahun 1980-an atas inisiatif Pemerintah Kabupaten Gianyar bersama masyarakat lokal. Pasar ini berfungsi sebagai wadah sentral bagi seniman Bali untuk memasarkan karya seni seperti lukisan, patung, pakaian khas Bali, hingga pelbagai kerajinan tangan tradisional dengan harga yang dapat ditawar.
Pasar Seni Ubud
Pasar Seni Ubud menawarkan deretan produk handmade dengan sentuhan seni yang tinggi. Terletak di pusat kebudayaan Ubud, pasar ini menjadi tempat berburu tas anyaman, kain tradisional Bali, serta lukisan kecil yang diminati turis mancanegara.
Desa Tenganan
Berdasarkan informasi resmi Disbudpar Karangasem, Desa Tenganan memiliki warisan budaya berupa Tenun Ikat Ganda yang dikenal dengan sebutan Kain Gringsing. Kata gringsing berasal dari gring (sakit) dan sing (tidak), yang bermakna penolak bala.
Kain gringsing ini biasanya digunakan dalam upacara potong gigi hingga pernikahan. Dibuat dengan teknik rumit mengikat benang pakan dan lungsin menggunakan tali rafia sebelum dicelupkan ke dalam pewarna alami.
The Keranjang Bali
Bagi wisatawan yang menginginkan pengalaman berbelanja modern dan praktis, The Keranjang Bali menyediakan rupa-rupa oleh-oleh khas Bali dalam satu kawasan belanja yang nyaman.
Krisna Oleh-Oleh
Krisna Oleh-Oleh menjadi salah satu pusat perbelanjaan favorit karena menyediakan pilihan barang yang lengkap, harga yang pasti, serta jam operasional yang fleksibel di beberapa cabang strategisnya.
Tips Memilih Aksesoris Khas Bali
Berikut ini6 tips memilih oleh-oleh khas Bali yang Kawan GNFI bisa coba terapkan saat membeli, seperti:
1.Pilih Produk Handmade
Perhatikan keunikan detail pada produk buatan tangan karena setiap item memiliki ciri khas artistik yang tidak identik satu sama lain.
2. Cek Kualitas Jahitan dan Anyaman
Untuk produk seperti tas ata atau kain tenun, pastikan kerataan anyaman dan kerapian jahitan agar barang tahan lama.
3. Cek Material
Pastikan material logam pada perhiasan atau serat alam pada tas sesuai dengan spesifikasi yang Anda inginkan.
4. Pilih Ukuran Sesuai Kebutuhan
Sesuaikan dimensi barang belanjaan dengan kapasitas bagasi perjalanan Anda.
5. Bandingkan Harga
Lakukan survei harga singkat di beberapa stan pedagang untuk mendapatkan penawaran terbaik.
6. Beli di Sentra Pengrajin
Membeli langsung di desa pengrajin seperti Celuk atau Tenganan menjamin keaslian barang serta mendukung perekonomian seniman lokal secara langsung.
Berburu aksesoris khas Bali bukan sekadar aktivitas belanja suvenir, melainkan bentuk apresiasi terhadap kelestarian warisan kriya Nusantara. Dari perhiasan perak Celuk hingga keagungan kain tradisional Bali, setiap detailnya menyimpan dedikasi dan kearifan lokal Pulau Dewata.
Dengan membawa pulang deretan oleh-oleh khas Bali ini, Kawan GNFI tak hanya memiliki produk bernilai estetika tinggi yang tahan lama, tetapi juga berkontribusi langsung dalam menggerakkan roda ekonomi kreatif lokal UMKM di Bali sekaligus menjaga pelestarian budaya Nusantara agar tetap lestari hingga masa mendatang.
Referensi:
Pemkab Karangasem: https://tourism.karangasemkab.go.id/data/menyimak-lontar-dan-tenun-ikat-ganda-khas-tenganan/
Ceraken Disbud Bali: https://ceraken.baliprov.go.id/detail/perak-celuk-1656307683
Kementerian Keuangan
https://www.djkn.kemenkeu.go.id/kpknl-denpasar/baca-artikel/14495/Kain-Endek-Potensi-Bangkitnya-Ekonomi-Bali-di-Tengah-Pandemi.html
https://www.djkn.kemenkeu.go.id/kpknl-denpasar/baca-artikel/17944/Pasar-Seni-Sukawati-Jejak-Sejarah-dan-Manfaat-Pengelolaan-Aset-Desa-Adat-Sukawati.html
https://www.djkn.kemenkeu.go.id/kpknl-denpasar/baca-artikel/16711/Pasar-Seni-Guwang-Pesona-Tersembunyi-yang-Terpinggirkan-Kurangnya-Pengunjung-Menjadi-Tantangan.html
I Wayan Purwantara dan I Putu Gunada. (2017). Kerajinan Tangan Ata Eling Bali Di Kabupaten Karangasem. Vol.16 (2) Pp. 41-45
Optimasi: 5, Rabu-08-2026, 11.51 WIB]. E
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


