10 rekomendasi cendera mata khas bali yang cocok dijadikan oleh oleh - News | Good News From Indonesia 2024

10 Aksesoris Khas Bali yang Populer di Kalangan Wisatawan, Mana Favoritmu?

10 Aksesoris Khas Bali yang Populer di Kalangan Wisatawan, Mana Favoritmu?
images info

aksesoris khas Bali | Sumber: Pexels


Aksesoris khas Bali kini tidak sekadar menjadi pelengkap penampilan, melainkan juga simbol keberagaman budaya dari Pulau Dewata yang memikat perhatian wisatawan lokal maupun mancanegara. Bali bukan hanya identik dengan oleh-oleh Pie Susu saja, tetapi Bali juga dikenal dengan berbagai kerajinan berbasis budaya yang menghasilkan berbagai aksesori dengan nilai seni tinggi.

Banyak wisatawan memilih ragam aksesoris Bali karena lebih awet, fungsional, serta cocok digunakan sehari-hari maupun dijadikan koleksi pribadi.

Bagi Kawan GNFI yang sedang merencanakan liburan atau sekadar mencari referensi oleh-oleh khas Bali, mulai dari macam aksesoris, kain tradisional Bali, dan tempat membeli oleh-oleh di Bali, Yuk! Simak informasi berikut ini seoutar 10 aksesoris khas Bali

10 Aksesoris Khas Bali yang Layak Dibeli

Terkenal dengan budayanya dan berbagai tradisi keagamaan Hindu Bali yang terjaga hingga era ini, Bali juga memiliki berbagai macam aksesoris khas yang bisa Kawan GNFI incar sebagai oleh-oleh khas Bali. Berikut ini GNFI rangkum rekomendasi oleh-oleh aksesoris khas Bali.

1. Perhiasan Perak Celuk

perak celuk bali, bali, oleh-oleh khas bali
info gambar

Perhiasan Perak Celuk Bali | Sumber: Website Desa Celuk


Dikutip dari laman Ceraken Dishub Bali, sejarah kerajinan Perak Celuk bermula sejak era Kerajaan Sukawati, di mana produksi kriya emas dan perak ini awalnya dibuat khusus untuk memenuhi kebutuhan keluarga bangsawan di Puri Sukawati, Puri Peliatan, Ubud, hingga Singapadu. Dengan keahilan warga Desa Celuk, Gianyar dalam membuat kerajinan dari perak dan emas, Perak Celuk memiliki berbagai variasi seperti cincin, kalung, bros, hingga wadah dari perak.

2. Tas Anyaman Ata

Mengutip kajian dalam e-journal Udhiksha, kerajinan ata Karangasem memiliki kemiripan visual dengan anyaman ketak asal Lombok. Namun, keunikan anyaman ata asal Karangasem ini terletak pada pembuatannya yang murni tanpa menggunakan rangka dalam, sementara anyaman Lombok umumnya menggunakan rangka rotan dan material non-kulit ata.

 Produk ini berkembang pesat dari sekadar tempat pakaian atau alas piring menjadi berbagai model tas etnik, kotak perhiasan, bokor, hingga tas anyaman ata yang sangat digemari wisatawan.

3. Tas Rotan Bali

tas rotan bali, akasesoris khas bali, oleh-oleh khas bali, bali
info gambar

tas rotan khas Bali | Sumber Pexels


Meskipun sering dianggap sama, tas rotan Bali memiliki perbedaan mendasar dengan tas ata. Dari segi bahan, tas rotan memanfaatkan serat batang rotan yang lebih tebal dan kaku. Teksturnya cenderung lebih kasar dan strukturnya lebih kokoh jika dibandingkan dengan anyaman ata yang halus serta lentur. Dari segi gaya penggunaan, tas rotan lebih menonjolkan kesan kasual modern, sangat cocok untuk melengkapi gaya berbusana santai saat berlibur di pantai.

4. Kain Endek Bali

kain endek, kain endek bali, bali
info gambar

kain endek bali | Sumber: Wikimedia Commons


Merujuk informasi dari Kementerian Keuangan RI, kain tenun Endek Bali berasal dari kata gendekan atau ngendek yang berarti diam atau warnanya tidak berubah. Dikenal sejak abad ke-16, kain tradisional Bali ini berfungsi sebagai pakaian adat sakral dalam upacara keagamaan di pura, simbol persaudaraan, hingga pakaian kerja modern.

Kain endek kini diinovasikan menjadi tas, kipas, hingga masker dengan beragam jenis motif, seperti motif geometris yang merupakan motif tertua sebagai simbol keyakinan, motif flora, fauna, figuratif, dan dekoratif.

5. Selendang Bali

Selendang Bali atau senteng memiliki peran penting dalam tata cara berbusana adat Bali. Secara fungsi spiritual, selendang dililitkan di pinggang saat memasuki pura sebagai simbol pengikat niat buruk dan hawa nafsu.

Namun, dalam ranah fesyen modern, selendang kerap dimanfaatkan sebagai aksesori pemanis pakaian, baik dililitkan pada leher maupun dijadikan aksen pada tas. Selendang hadir dalam pelbagai pilihan warna cerah dan ragam motif tenun yang indah.

baca juga

6. Dompet Anyaman

Dompet anyaman merupakan pilihan aksesori Bali yang fungsional sekaligus ramah lingkungan. Dibuat dari serat alam seperti daun pandan atau daun lontar yang dikeringkan, dompet ini kerap dihiasi dengan sentuhan sulaman benang warna-warni atau payet. Ukurannya yang ringkas membuat dompet ini cocok digunakan untuk menyimpan uang tunai dan kartu saat bepergian santai.

7. Gelang dan Kalung Handmade Bali

Perhiasan kasual buatan tangan dari Bali menawarkan estetika bohemian yang khas. Aksesori ini dirangkai menggunakan kombinasi bahan alami seperti kayu, batu alam, cangkang kerang, serta elemen perak kecil. Desainnya yang santai sangat digemari oleh wisatawan yang menyukai gaya fesyen kasual dan dapat dipadukan dengan busana harian.

8. Jepit Rambut dan Bros Tradisional Bali

Aksesori kepala dan perhiasan pakaian khas Bali kerap mengambil inspirasi bentuk dari motif bunga kamboja (frangipani). Dibuat dari ukiran logam seperti kuningan atau perak, jepit rambut dan bros ini memancarkan kesan klasik. Selain menjadi bagian dari busana adat Bali, pernak-pernik ini kini populer digunakan untuk mempercantik sanggul atau dijadikan pin pashmina pada busana modern.

9. Topi Anyaman Bali

Dibuat dari material serat alami seperti lontar dan bambu, topi anyaman Bali merupakan aksesori yang menggabungkan nilai estetika lokal dan fungsi praktis. Topi ini berfungsi efektif melindung kepala dari terik sinar matahari tropis, sekaligus menjadi pelengkap penampilan yang fotografis saat beraktivitas di luar ruangan.

10. Aksesori Dekoratif Berbahan Kerang atau Kayu

Bagi wisatawan yang mencari barang berukuran kecil dan ringan dimasukkan ke dalam koper, aksesori dekoratif berbahan kerang atau kayu adalah pilihan ideal. Beberapa contohnya antara lain gantungan kunci premium, dream catcher mini, gantungan tas, dan hiasan meja kecil. Meskipun berukuran ringkas, keindahan detail ukiran kayu dan kilau alami kerangnya tetap memancarkan nuansa etnik Bali yang kental.

baca juga

Tempat Terbaik Membeli Aksesoris Khas Bali

Jika Kawan GNFI merencanakan kunjungan atau sedang di Bali. Berikut ini adalah tempat-tempay untuk membeli aksesoris khas Bali, diantaranya:

  • Desa Celuk

Desa Celuk adalah destinasi utama bagi Anda yang ingin mencari perhiasan perak dan emas autentik langsung dari pengrajinnya. Di sepanjang jalan desa ini, terdapat galeri seni yang memamerkan proses pembuatan perhiasan secara langsung.

  • Pasar Seni Sukawati

pasar seni sukawati, pasar seni sukawati bali, bali, tempat oleh-oleh khas bali
info gambar

Pasar Seni Sukawati Bali | Sumber Kemenkeu


Berdasarkan data DJKN Kemenkeu, Pasar Seni Sukawati berdiri sejak tahun 1980-an atas inisiatif Pemerintah Kabupaten Gianyar bersama masyarakat lokal. Pasar ini berfungsi sebagai wadah sentral bagi seniman Bali untuk memasarkan karya seni seperti lukisan, patung, pakaian khas Bali, hingga pelbagai kerajinan tangan tradisional dengan harga yang dapat ditawar.

  • Pasar Seni Ubud

Pasar Seni Ubud menawarkan deretan produk handmade dengan sentuhan seni yang tinggi. Terletak di pusat kebudayaan Ubud, pasar ini menjadi tempat berburu tas anyaman, kain tradisional Bali, serta lukisan kecil yang diminati turis mancanegara.

  • Desa Tenganan

Berdasarkan informasi resmi Disbudpar Karangasem, Desa Tenganan memiliki warisan budaya berupa Tenun Ikat Ganda yang dikenal dengan sebutan Kain Gringsing. Kata gringsing berasal dari gring (sakit) dan sing (tidak), yang bermakna penolak bala.

Kain gringsing ini biasanya digunakan dalam upacara potong gigi hingga pernikahan. Dibuat dengan teknik rumit mengikat benang pakan dan lungsin menggunakan tali rafia sebelum dicelupkan ke dalam pewarna alami.

  • The Keranjang Bali

Bagi wisatawan yang menginginkan pengalaman berbelanja modern dan praktis, The Keranjang Bali menyediakan rupa-rupa oleh-oleh khas Bali dalam satu kawasan belanja yang nyaman.

  • Krisna Oleh-Oleh

Krisna Oleh-Oleh menjadi salah satu pusat perbelanjaan favorit karena menyediakan pilihan barang yang lengkap, harga yang pasti, serta jam operasional yang fleksibel di beberapa cabang strategisnya.

Tips Memilih Aksesoris Khas Bali

Berikut ini6 tips memilih oleh-oleh khas Bali yang Kawan GNFI bisa coba terapkan saat membeli, seperti:

1.Pilih Produk Handmade

Perhatikan keunikan detail pada produk buatan tangan karena setiap item memiliki ciri khas artistik yang tidak identik satu sama lain.

2. Cek Kualitas Jahitan dan Anyaman

Untuk produk seperti tas ata atau kain tenun, pastikan kerataan anyaman dan kerapian jahitan agar barang tahan lama.

3. Cek Material

Pastikan material logam pada perhiasan atau serat alam pada tas sesuai dengan spesifikasi yang Anda inginkan.

4. Pilih Ukuran Sesuai Kebutuhan

Sesuaikan dimensi barang belanjaan dengan kapasitas bagasi perjalanan Anda.

5. Bandingkan Harga

Lakukan survei harga singkat di beberapa stan pedagang untuk mendapatkan penawaran terbaik.

6. Beli di Sentra Pengrajin

Membeli langsung di desa pengrajin seperti Celuk atau Tenganan menjamin keaslian barang serta mendukung perekonomian seniman lokal secara langsung.

baca juga

Berburu aksesoris khas Bali bukan sekadar aktivitas belanja suvenir, melainkan bentuk apresiasi terhadap kelestarian warisan kriya Nusantara. Dari perhiasan perak Celuk hingga keagungan kain tradisional Bali, setiap detailnya menyimpan dedikasi dan kearifan lokal Pulau Dewata.

Dengan membawa pulang deretan oleh-oleh khas Bali ini, Kawan GNFI tak hanya memiliki produk bernilai estetika tinggi yang tahan lama, tetapi juga berkontribusi langsung dalam menggerakkan roda ekonomi kreatif lokal UMKM di Bali sekaligus menjaga pelestarian budaya Nusantara agar tetap lestari hingga masa mendatang.

Referensi:

Pemkab Karangasem: https://tourism.karangasemkab.go.id/data/menyimak-lontar-dan-tenun-ikat-ganda-khas-tenganan/

Ceraken Disbud Bali: https://ceraken.baliprov.go.id/detail/perak-celuk-1656307683

Kementerian Keuangan

https://www.djkn.kemenkeu.go.id/kpknl-denpasar/baca-artikel/14495/Kain-Endek-Potensi-Bangkitnya-Ekonomi-Bali-di-Tengah-Pandemi.html

https://www.djkn.kemenkeu.go.id/kpknl-denpasar/baca-artikel/17944/Pasar-Seni-Sukawati-Jejak-Sejarah-dan-Manfaat-Pengelolaan-Aset-Desa-Adat-Sukawati.html

https://www.djkn.kemenkeu.go.id/kpknl-denpasar/baca-artikel/16711/Pasar-Seni-Guwang-Pesona-Tersembunyi-yang-Terpinggirkan-Kurangnya-Pengunjung-Menjadi-Tantangan.html

I Wayan Purwantara dan I Putu Gunada. (2017). Kerajinan Tangan Ata Eling Bali Di Kabupaten Karangasem. Vol.16 (2) Pp. 41-45

Optimasi: 5, Rabu-08-2026, 11.51 WIB]. E

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Mona Lestari Utami lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Mona Lestari Utami.

ML
KG
ED
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.